
Daratan Utara
Saat ini terlihat Lin Xi yang berada di pinggiran Daratan Utara menatap ke arah kejauhan bersama dengan Gu Yin, Xiao Yuu dan Lan Qinzhu. Keempatnya memasang ekspresi serius di wajah mereka masing-masing karena dapat merasakan aura dahysat meledak di tempat yang jauh.
Getaran kuat juga mencapai Daratan Utara saat meteor yang digunakan oleh Xia Yue'er untuk menyerang.
“Pertarungan telah dimulai. Ku harap kau kembali hidup-hidup, Yan’er..” Lin Xi membatin dengan wajah yang sangat kompleks. Ia tau bahwa cucunya itu tidak ingin dibantu oleh siapapun karena ia jelas tau seperti apa watak cucunya.
Gu Yin juga memasang ekspresi khawatir setiap waktu karena suaminya berjuang melawan semua musuh yang menginvasi Benua Saint.
Hal yang sama terjadi pada Xiao Yuu dan Lan Qinzhu karena Jie Yan adalah kerabat darah mereka.
Hanya dengan ledakan kekuatan dahsyat yang terjadi dikejauhan, mereka berempat tau bahwa Pertarungan yang dialami oleh Jie Yan tidak kurang dari pertarungan Xiao Chen melawan musuh dalam jumlah yang sangat besar.
Semua yang ada di Daratan Utara sewaktu itu menatap pertarungan Xiao Chen dan mereka tau betapa mengerikannya pertarungan itu. Kali ini, pertarungan Jie Yan sudah pasti lebih Intens dari pada pertarungan Xiao Chen beberapa waktu lalu.
**
Gunung Saint
Patung Kaisar Manusia Generasi Pertama yang tampak redup sebenarnya selalu menatap semua yang terjadi di bawah sana. Awalnya ia sedikit terkejut ketika putranya Ren Jie menggunakan teknik pertahanan terbaik milik teman baiknya, Xiao Bai.
Dan ketika melihat Mode Kehancuran yang khusus hanya bisa digunakan oleh pemilik Kekuatan dan konsep Kehancuran, Kaisar Manusia Generasi Pertama semakin yakin bahwa Xiao Bai lah yang memberikan semua teknik itu kepada Jie Yan.
Sementara itu, di pinggiran Gunung Saint, Jie Yan terlihat diselimuti oleh Petir hitam terus-menerus. Bercak-bercak petir seperti tato menjalar di banyak permukaan tubuhnya. Selain dari itu, matanya terlihat berubah menjadi pupil naga yang setiap saat memercikkan petir hitam. Ini adalah Mode Kehancuran yang dipelajari oleh Jie Yan dari Xiao Bai walaupun belum mencapai kesempurnaan karena kesulitan tertinggi mempelajari teknik tingkat tinggi seperti itu.
“Jangan takut! Dia hanya seorang diri! Serang bersama!” Salah satu Jendral Iblis meraung keras saat ia melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Jie Yan diikuti oleh iblis lainnya.
Selain dari itu, para kultivator dari Alam Abadi juga bergerak karena mereka tentu tidak ingin tertinggal. Tetapi sebenarnya itu untuk mengambil kebebasan karena sedari awal mereka adalah budak Klan Wang. Hanya dengan menunjukkan kontribusi besar lah mereka akan dibebaskan. Ini adalah janji yang diberikan oleh Klan Wang.
Menatap semua musuh menerjang ke arahnya, Jie Yan menyelimuti tombak dan pedang miliknya menggunakan qi Raja. Walaupun ia terlihat sangat tenang, niat membunuhnya telah mencapai ubun-ubun karena ingat tentang semua yang terjadi pada keluarganya.
“Seni Kehancuran, Kecepatan Penghancur!”
Dengan rangsangan petir hitam, kecepatan Jie Yan saat ini tidak kalah saat ia menggunakan teknik teleportasi. Inilah betapa tangguhnya garis darah Naga Hitam Kehancuran.
Blar!
Layaknya sebuah sambaran petir hitam, Jie Yan melesat sambil membuat Tombak Pembunuh Naga ke arah samping.
Sraing!
Buak!
Tempat yang dilewati Jie Yan langsung membelah sangat banyak iblis dan kultivator menggunakan bilah tombak. Selain dari itu, tongkat Tombak Pembunuh Naga juga menghantam banyak musuh hanya dengan satu gerakan.
“Mati!”
Puluhan iblis dan kultivator langsung menyerang ketika Jie Yan berhenti di tempat.
Tetapi Jie Yan tetap tenang dan membuat menusuk pedang di tangan kirinya ke permukaan tanah.
Jleb!
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi!”
Dung! Dung! Dung!
Disekitar Jie Yan, lubang teleportasi muncul dan langsung menarik semua musuh yang mencoba menerjang ke arahnya tanpa bisa melawan sama sekali. Jie Yan membuang mereka ke luar angkasa yang pasti akan membuat mereka mati.
Tidak ada Teriakan terdengar sama sekali saat puluhan kultivator dan iblis langsung kalah begitu saja hanya dengan satu teknik.
Wusssh!
Setelah itu, Jie Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi bergerak di kerumunan kultivator dan iblis.
Sraing! Sraing! Jleb!
Setiap kali Jie Yan bergerak, salah satu dari musuh pasti tewas. Dengan kecepatan pergerakan Jie Yan, ia telah membunuh sekitar 2-3 musuh hanya dalam waktu 1 detik.
“Bajingan!”
Para iblis meraung marah saat mereka melepaskan teknik bersama-sama.
“Domain Iblis, Kelahiran Iblis!”
Wusssh!
“Tebasan Petir!”
“Bola Api Raksasa!”
“Tornado Penghancur!”
“Paku Bumi!”
“Gelombang Tsunami!”
Segala macam jenis serangan melesat ke arah Jie Yan yang tampak di kelilingi oleh iblis terbuat dari qi dan konsep untuk tidak membiarkannya pergi dari tempat tersebut.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Zhep!
Blar! Blar! Blar! Blar!
Ledakan berurutan terdengar dengan jelas yang membuat tempat tersebut bergetar hebat. Kawah yang sangat dalam tercipta hanya dari serangan gabungan tersebut.
“Apakah berhasil?”
“Dia tidak akan bisa menerima serangan seperti itu tanpa pertahanan berbentuk pola Yin-Yang sebelumnya!”
Para iblis dan kultivator dari Alam Abadi merasa percaya diri dalam serangan itu. Walaupun Jie Yan tidak terbunuh, dia pasti akan terluka.
Namun, salah satu Jendral Iblis menatap ke arah langit dan menemukan Jie Yan ternyata berada di udara saat ini.
“Dia di sana! Hati-hati! Dia akan menyerang!” Jendral Iblis tersebut berteriak keras yang membuat semua iblis dan kultivator dari Alam Abadi terkejut lalu menatap ke arah langit dengan wajah jelek. Apa yang mereka lihat saat ini adalah Jie Yan yang bergerak seperti Sambaran petir ke tengah-tengah kerumunan iblis dan kultivator.
“Seni Kehancuran, Kemarahan Naga Kehancuran!”
Blar!
Jie Yan menghantam tepat di salah satu Jendral Iblis lalu langsung meledakkan iblis tersebut menggunakan Tombak Pembunuh Naga. Selain dari itu, serangan itu juga menghantam permukaan tanah.
“Khaaaa...”
Empat sosok seperti naga timur berwarna hitam dipenuhi oleh listrik yang keluar dari Tombak Pembunuh Naga meraung liar dan berputar-putar di semua tempat. Semua tempat yang dilewati akan hancur dalam sekejap.
“Tahan serangan itu bersama-sama!” Teriak semua iblis dan kultivator karena mereka tau betapa kuatnya teknik yang digunakan oleh Jie Yan.
Tetapi mereka semua terlalu naif karena disaat semua naga yang terbuat dari qi dan konsep Kehancuran mendekat ke tempat yang dikerumuni oleh iblis dan kultivator, Jie Yan membuat gerakan lainnya menggunakan jari-jarinya.
“Seni Kehancuran, Ledakan Pilar Kehancuran!”
Blar!
Keempat naga tersebut meledak membentuk pilar lalu terus melebar ke tempat yang sangat jauh.
“Arrrrrggghh!”
Teriakan putus asa terdengar terus-menerus saat pilar tersebut berubah dalam sekejap menjadi gelombang kejut petir hitam yang menutupi seluruh arena tanpa henti sama sekali. Semua tempat yang dilewatinya akan hancur tidak terkecuali untuk iblis dan kultivator.
Para iblis dan kultivator mencoba untuk terus bertahan tetapi pertahanan yang mereka lakukan hanya bisa bertahan selama satu detik lalu hancur sepenuhnya.
Hanya dalam sekejap, hampir 10.000 pasukan jatuh di tangan Jie Yan. Kecepatan pembunuhan itu sangatlah mengerikan yang bahkan membuat Para Pangeran Iblis dan Pemimpin Pasukan Klan Wang memasang wajah jelek saat menatap sangat banyak bawahan mereka yang tewas dalam waktu singkat.
“Teknik yang diberikan oleh Xiao Bai memang sangat menakutkan! Bahkan serangan sekuat ini hanyalah beberapa persen dari kekuatan penuh asli teknik itu. Seberapa kuat Xiao Bai itu?” Batin Jie Yan saat bertanya-tanya dalam hati. Ia menatap ke arah kejauhan saat ledakan konsep Kehancuran telah berhenti sepenuhnya.
Para iblis dan kultivator saat ini sudah gugup ketika menatap ke arah Jie Yan. Untuk para iblis, mereka langsung teringat terhadap Xiao Chen yang sangat ganas melawan puluh ribuan iblis seorang diri dan dengan bantuan Jin Gu.
Siapa yang mengangkat bahwa akan ada kekuatan tempur seperti Xiao Chen satu lagi di Benua Saint. Ini membuat para iblis yang telah melihat kengerian Xiao Chen semakin frustasi.
Menatap tidak ada yang berani datang ke arahnya, Jie Yan tidak tinggal diam lalu mengangkat Tombak Pembunuh Naga ke arah langit.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
“Seni Kehancuran, Hujan Petir Kehancuran!”