Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Sumber Energi


Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian


Xiao Ziya menarik sabitnya dari kepala Zhou Peng dan darah yang cukup banyak menyemprot keluar beserta dengan cairan putih yang adalah otak Zhou Peng.


Dibelakang Zhou Peng yang telah menjadi mayat, Jie Yan hanya terdiam karena Xiao Ziya bisa dikatakan lebih brutal dari dirinya sendiri. Ia pun mencabut pedang miliknya lalu menyimpannya.


Setelah itu, Jie Yan pun berpisah dari Xia Yue'er. Keduanya cukup kelelahan saat ini karena terlalu menggunakan banyak qi dan konsep.


“Makhluk jelek ini memang sulit dihabisi.” Xia Yue'er berkata dengan sedikit lelah dan duduk di bahu Jie Yan.


Jie Yan juga mengangguk kecil karena jauh lebih sulit menghadapi Zhou Peng dari pada Tetua Agung Sekte Pedang.


“Jangan pikirkan tentang mayat ini.” ucap Xiao Ziya menatap ke arah mayat Zhou Peng yang jauh ke dalam air lalu melanjutkan, “Ayo periksa tempat ini. Aku merasa bahwa pasti ada sesuatu yang luar biasa di sini sehingga danau ini dapat menghasilkan kekuatan kehidupan yang cukup besar.”


Tatapan Jie Yan tertuju pada arah kedalaman hutan tersebut. Ia mencoba melacak sejauh mungkin dan tidak menemukan musuh apapun lagi yang artinya hanya Zhou Peng dan bawahannya yang menjaga tempat tersebut.


“Musuh di sini tidak sebanyak di Oasis sebelumnya. Ayo pergi.” ucap Jie Yan dan ia langsung terbang ke arah tertentu diikuti oleh Xiao Ziya.


**


Sementara itu, di tempat Oasis yang pernah dilihat oleh kelompok Jie Yan, sosok yang disebut sebagai Zhou Qin pun memasang wajah sedikit jelek.


“Aku tidak menyangka Zhou Peng akan tewas!” ucap Zhou Qin sedikit marah tetapi ia menenangkan dirinya sekali lagi. Ia tentu memiliki konsekuensi kehidupan Zhou Peng sehingga ia tau bahwa Zhou Peng telah tewas.


“Tidak masalah, tempat itu tidak terlalu berguna lagi.” Batin Zhou Qin lalu mengirim pesan kepada satu lagi Kloning yang sama dengan dirinya untuk mempercepat rencana yang hampir selesai.


**


Sementara itu, di tempat yang di masuki oleh Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya, tumbuhan di sana tampak perlahan layu. Mungkin beberapa bulan kemudian, semua tumbuhan di sana akan mati.


Hal ini membuat Jie Yan bingung bagaimana situasi itu bisa terjadi.


Karena tidak tau jawabannya, Jie Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er terus menjelajahi tempat itu. Tidak sampai tiga jam kemudian, mereka tiba di sebuah bangunan yang sederhana di atas akar pohon.


Tetapi ketiganya tau bahwa bangunan tersebut sangatlah besar, mencapai kedalaman air. Hanya bagian atasnya saja yang menembus akar pohon raksasa sehingga tampak seperti bangunan sederhana.


“Ayo masuk. Sumber kehidupan di tempat ini jauh lebih besar dari pada di tempat lainnya.” ucap Xiao Ziya dan langsung terbang ke dalam. Ia dapat mendeteksi apakah ada bahaya atau tidak dan tidak ada apa-apa di dalam sana.


Ketiganya masuk ke dalam bangunan tersebut dan terus bergerak ke arah bawah. Setelah beberapa saat kemudian, ketiganya pun hampir mencapai dasar, dan bangunan yang paling bawah memiliki dinding transparan yang memungkinkan siapapun dapa melihat ke arah dalam danau.


Sesampainya di dasar bangunannya tanpa hambatan sama sekali, ketiganya melihat banyak hal aneh di dalam sana. Sejumlah tubuh yang mirip dengan Zhou Peng tampak dibaringkan di meja operasi.


“Mereka semua tidak hidup. Tetapi...” Xiao Ziya menghentikan kata-katanya lalu menunjuk ke arah akar kecil yang berasal dari danau masuk ke dalam tempat tersebut.


“Lihat akar ini, ini bukanlah akar pohon pada umumnya, ini seperti...” Xiao Ziya mengerutkan keningnya saat menghentikan kata-katanya.


“Alat untuk menyalurkan energi.” Sahut Jie Yan.


Mata Jie Yan menyipit sedikit lalu melihat ke arah jalur akar aneh tersebut. Dengan Mata Dewa, ia langsung menemukan sumber dari energi. Ketika melihat tempat itu, ia langsung bersemangat.


“Ayo pergi, tampaknya kita menemukan sesuatu yang sangat berharga di tempat ini!” ucap Jie Yan dan bergerak ke arah pinggiran bangunan diikuti oleh Xiao Ziya.


“Jie Yan, lihat itu..” Xia Yue'er yang duduk di kursi VIP-nya, menunjuk ke arah tertentu. Di tempat tersebut terlihat sebuah dinding batu aneh berwarna putih. Jika tidak terlalu memperhatikan, itu tidak akan terlihat sama sekali.


Xiao Ziya yang menatap itu menaikkan sedikit sudut bibirnya. Ia menghilang seketika lalu muncul kembali membawa sebuah telapak tangan. Itu adalah telapak tangan kloning yang tidak hidup di tempat tersebut. Tanpa membuang waktu, ia langsung menempelkan telapak tangan tersebut ke dinding batu.


Drrrrtttt!


Getaran keras terjadi dan di saat itu juga, jalur bawah tanah mengarah pada sumber jalur energi pun terbuka.


“Sungguh teknologi yang luar biasa!” ucap Jie Yan dengan nada sedikit terkejut. Ia semakin yakin bahwa Zhou Tian Cheng merupakan jenius, bukan ilmuan gila.


Dengan matanya, Jie Yan dapat melacak bahwa banyak struktur di tempat tersebut dapat dikendalikan jika adanya energi. Ini membuktikan bahwa ciptaan Zhou Tian Cheng memang sangat luar biasa.


Tetapi, saat ini muncul pemikiran tertentu di benak Jie Yan.


“Ziya, menurutmu, kenapa Zhou Tian Cheng melawan Sekte Pedang, dan kenapa ada Kloning miliknya di tempat ini?” Tanya Jie Yan.


Xiao Ziya melirik ke arah Jie Yan saat berjalan perlahan bersama ke arah sumber energi. Ia juga telah memikirkan hal itu sedari awal dan memiliki pemikiran yang membuatnya sedikit ragu.


“Apakah Titan Kuno itu mencoba membangkitkan dirinya sendiri?” Xia Yue'er menebak dengan liar.


Kata-kata Xia Yue'er tidak dibalas oleh Jie Yan dan Xiao Ziya karena keduanya telah memiliki spekulasi seperti itu.


“Kemungkinan besar, dia mengetahui tentang Artefak milik Sekte Pedang. Zhou Tian Cheng yang selamat pada masa Perang Kaisar, mungkin tidak mampu memulihkan lukanya bahkan dengan teknologi yang dia ciptakan karena sedari awal, banyak hal yang tidak mutlak sejenius apapun Zhou Tian Cheng.”


“Dia mencoba bersembunyi di sini, sebelum kematiannya, Zhou Tian Cheng pasti telah menanam Kloning pada tubuhnya sendiri yang akan bangkit di waktu tertentu untuk menyelesaikan rencana yang telah dibuat.” Xiao Ziya membuat spekulasinya dan wajahnya tampak tidak terlalu bagus saat ini.


Xiao Ziya tau betapa mengerikannya Zhou Tian Cheng di masa Perang Kaisar. Bahkan di masa lalu, jika ia lebih dulu meningkatkan kekuatannya mencapai puncaknya, ia yakin bahwa ia hanya akan mampu sebanding dengan Zhou Tian Cheng. Mungkin hanya seseorang yang mengalahkannya saat itu yang mampu menundukkan Zhou Tian Cheng.


Jie Yan tidak berbicara karena sudah menebak sedikit pola pikir makhluk jenius seperti itu. Ia tidak akan meragukan spekulasi Xiao Ziya karena ia juga memikirkan hal itu.


Untuk seseorang seperti Zhou Tian Cheng, hanya membuang waktu baginya untuk melawan Sekte Pedang, dan hanya akan menjadi lelucon jika jatuh di tangan Sekte Pedang.


Ketiganya terus bergerak ke arah sumber energi di tempat itu dan tidak lama kemudian, ketiganya pun sampai di ujung jalan.


“Ini...” Jie Yan menghentikan langkahnya saat menatap ke arah kejauhan di jarak sekitar 30 meter. Semula ia tidak dapat melacaknya bahkan dengan Mata Dewa, ia hanya dapat melihat aura yang besar di tempat tersebut karena adanya penghalang.


Bahkan Xiao Ziya sedikit terkejut melihat apa yang ada di dalam sana, tepatnya apa yang di simpan tepat di bawah pohon yang cukup aneh.


Untuk Xia Yue'er, matanya berbintang lalu berseru, “Kita Kaya!”