
Istana Bawah Laut
Ruangan atau lebih tepatnya dimensi selanjutnya yang dimasuki oleh Jie Yan, Gu Yin dan Xia Yue'er sungguh tidak terduga. Selain dari itu, terlihat dikejauhan bahwa ada seekor burung yang cukup besar berwarna biru, tidak hanya itu, bulu-bulunya tampak seperti membeku.
Jie Yan telah melihat catatan tentang makhluk tersebut atau lebih tepatnya binatang roh yang cukup kuno, sama seperti naga.
“Suami, apa sebenarnya itu? Apakah itu binatang roh? Kenapa terasa sangat kuat? Setiap serangannya akan membuat semuanya beku, tidak hany itu, aura beku itu tampak menembus ke tempat lain!” ucap Gu Yin terkejut ketika menatap burung yang tidak lain adalah Phoenix Es.
Untuk Gu Yin, ia sama sekali tidak pernah membaca catatan tentang Phoenix ataupun Phoenix Es. Lagi pula, catatan tentang binatang roh mitos tersebut sangatlah minim.
“Jie Yan! Burung itu sangat cantik! Apakah kita bisa membuatnya menjadi tunggangan?” Xia Yue'er yang saat ini duduk di kursi VIP-nya pun bertanya dengan nada antusias. Ia sangat berharap memiliki hewan untuk dikendarai seperti Phoenix Es.
Wajah Jie Yan berkedut sedikit ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er.
Membuatnya jadi tunggangan? Kekuatan Phoenix Es tersebut juga membuat Jie Yan sedikit waspada karena telah mencapai tingkat Alam Sage tahap kedelapan. Selain dari itu, kemampuan tempurnya juga sangat luar biasa.
Phoenix Es tersebut terlihat tidak kesulitan sama sekali melawan sekitar tujuh kultivator tingkat Alam Sage tahap keenam. Bahkan untuk dirinya pasti akan merasa sedikit sulit melawan kultivator kuat sebanyak itu.
“Kita akan melihat apakah kita bisa menundukkan Phoenix Es itu.” ucap Jie Yan menjawab pertanyaan Gu Yin yang menanyakan apa burung tersebut serta menjawab pertanyaan Xia Yue'er yang menginginkan tunggangan.
“Phoenix Es?” Gu Yin bergumam kecil ketika menatap ke arah burung berwarna biru laut yang mengeluarkan uap yang dapat membekukan apa saja.
Untuk Gu Yin, sebagai pengguna elemen Es, ia tentu mau memilih tunggangan seperti itu. Tetapi, ia berpikir kembali tentang Phoenix Es.
“Suami, apakah Phoenix Es itu sama seperti naga yang bisa mengambil wujud manusia? Jika ya, bisa dipastikan bahwa dia tidak akan mau menjadi tunggangan.” ujar Gu Yin.
Jie Yan tentu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Gu Yin.
“Aku tidak tau apakah dia sama seperti naga yang ada di Benua Saint atau tidak. Tetapi, untuk memastikannya, kita harus berbicara dengannya.” jawab Jie Yan saat menatap ke arah Phoenix Es yang terus bertarung menekan para kultivator.
Selain dari itu, mata Jie Yan tertuju pada satu kultivator lainnya yang sedang menonton pertarungan Phoenix Es dengan para kultivator. Dia tidak lain adalah Su Xiao yang ia lawan beberapa waktu lalu.
Dikejauhan, Su Xiao juga menatap kedatangan Jie Yan dan Gu Yin. Wajahnya sangat muram dan terlihat sangat bengkok karena bibirnya tidak lagi bisa seperti biasa.
“Bajingan Jie Yan sialan! Apakah aku harus bertarung dengannya?” Batin Su Xiao dengan wajah muram. Karena Zhu Shi belum tiba, ia memiliki keyakinan melawan Jie Yan walaupun Jie Yan memiliki teknik teleportasi yang sangat cepat, lebih cepat dari gerakannya yang menggunakan elemen cahaya.
Tatapan Su Xiao tertuju ke arah Phoenix Es sekali lagi. Ia tentu memiliki pemikiran tertentu tentang Phoenix Es sehingga ia hanya diam dan menonton di tempat itu.
Jie Yan di sisi lain juga mengabaikan Su Xiao. Tetapi ia merasa heran dengan Zhu Shi yang tidak kunjung datang.
“Apakah dia kesulitan menabung baru konsep Petir? Ataukah dia langsung menggunakannya untuk meningkatkan kekuatannya?” Batin Jie Yan.
Pikiran Jie Yan teralihkan saat ledakan besar terjadi dikejauhan.
Para kultivator menyerang bersamaan di saat yang tepat dan melukai Phoenix Es. Tetapi, disaat itu juga, Phoenix Es menggunakan kekuatan yang tidak masuk akal lalu membekukan ruang.
Saat ruang tampak membeku, Phoenix Es yang telah terluka parah pun karena diserang bersamaan oleh para kultivator, langsung menembakkan ribuan jarum es melalui sayapnya yang cukup lebar.
Para kultivator yang membeku tidak mampu melawan. Semua dari mereka hanya melihat jarum jarum tersebut menusuk mereka di semua tempat.
Prang!
Ruang yang membeku pun meledak dan disaat itu juga, para kultivator pun semua terjatuh ke permukaan tanah karena tewas di tempat oleh teknik yang dilancarkan oleh Phoenix Es.
Namun, di saat itu juga, Phoenix Es perlahan terjatuh karena luka yang diterimanya. Selain itu, teknik untuk membekukan ruang tampaknya menguras sangat banyak kekuatan atau mungkin itu adalah teknik terlarang.
“Jie Yan! Si bengkok telah bergerak!” Xia Yue'er berseru keras ketika melihat Su Xiao.
“Aku tau Yue'er.” Balas Jie Yan saat ia memegang bahu Gu Yin lalu langsung menghilang dalam sekejap.
Zhep!
Jie Yan muncul di jarak hampir sepuluh meter dari posisi Phoenix Es yang kini berbaring di permukaan tanah.
Sementara itu, Su Xiao yang mendekat pun tercengang karena Jie Yan muncul begitu saja dengan Gu Yin di dekat Phoenix Es. Awalnya ia membuat prediksi bahwa teknik berpindah Jie Yan hanya dalam ruang lingkup tertentu yang membuatnya yakin dapat melawan Jie Yan jika itu pertarungan satu lawan satu.
Hal ini membuat Su Xiao langsung berhenti di udara menatap ke arah Jie Yan dengan tarpana ganas karena merasa bahwa rencananya akan digagalkan kembali oleh Jie Yan.
“Kau telah terluka, apakah kau masih mencoba untuk bertarung?” Tanya Jie Yan menatap ke arah Phoenix Es yang mencoba untuk bangkit dengan susah payah.
Aura yang sangat dingin juga perlahan menyebar ke segala arah.
Jie Yan yang menatap itu dengan Mata Dewa hanya diam di tempat. Ia dapat melihat aura yang terpancar dari tubuh Phoenix Es dan itu mengandung konsep.
Tetapi, Jie Yan sangat penasaran kenapa daya tempur Phoenix Es sangat rendah. Bahkan kesulitan melawan kultivator dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap keenam sementara Phoenix Es memiliki basis kultivasi Alam Sage tahap kedelapan.
Phoenix Es tersebut tidak menjawab. Ia hanya berdiri dengan tubuh gemetaran dan menatap ke arah Jie Yan.
“Apakah kau tidak bisa berbicara seperti para naga yang bisa mengambil wujud manusia?” Tanya Jie Yan lagi karena menatap Phoenix Es yang hanya diam dan sangat terlihat meningkatkan kewaspadaannya.
“Aku bukan bagian dari spesies binatang roh seperti mereka manusia! Aku adalah salah binatang roh mitos murni yang tidak memiliki kemampuan seperti Balapan Naga!” Phoenix Es pun mengirim telepati kepada Jie Yan.
Jie Yan menaikkan sedikit alisnya karena ternyata Phoenix Es tidak seperti para naga walaupun kepintarannya tampak tidak lebih rendah dari pada naga yang kini menetap di Benua Saint.
Sebelum Jie Yan berbicara lagi, wajahnya sedikit gelap ketika mendeteksi bahwa Su Xiao bergerak ke arahnya sambil melancarkan serangan yang cukup kuat.
“Teleportasi!”
Zhep!
Jie Yan muncul tepat di depan Su Xiao yang sedang dalam proses melancarkan serangan kuat menggunakan kakinya yang tampak bersinar terang.
Untuk Jie Yan, ia juga langsung mengayunkan kakinya sekuat tenaga ke arah serangan yang ingin dilancarkan oleh Su Xiao.
Bam!
Cahaya menyilaukan bercampur dan aura berwana ungu pun meledak di udara lalu memisahkan dua tempat menjadi dua warna yang berbeda.
Su Xiao yang menatap itupun langsung memasang wajah sangat jelek karena ternyata Jie Yan ingin ikut campur dalam bisnisnya. Ia tentu ingin menyerang Phoenix Es menggunakan segel tertentu di serangannya yang membuatnya akan menundukkan binatang roh tersebut.
“Jie Yan! Lagi-lagi kau menghalangi jalanku!” ucap Su Xiao dengan mulut bengkok. Kata-katanya yang penuh dengan amarah terdengar seperti nada candaan.
Jie Yan tidak membalas tetapi ia menaikkan sudut bibirnya saat Roh Peri mungil di bahunya langsung mengarahkan tangannya ke arah wajah Su Xiao.
“Dasar cabul sialan! Suaramu membuatku merasa sangat jijik!” Dengus Xia Yue'er saat lingkaran formasi muncul di telapak tangannya.
“Formasi Cahaya, Ledakan Cahaya!”