Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Menggunakan Pil Jiwa Agung


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Tetua Kedua memimpin para murid kembali ke Sekte Pedang dalam waktu kurang dari tiga jam. Sesampainya di Sekte Pedang, para murid pun berpisah ke segala arah. Untuk delapan Perseta babak ketiga, mereka tentu akan mempersiapkan diri untuk kompetisi tersebut dalam waktu seminggu. Waktu itu cukup untuk meningkatkan kekuatan mereka dalam jumlah yang cukup besar.


Terutama untuk Jie Yan dan Yun Che, keduanya saat ini hanya berada di tingkat Jiwa Abadi tahap menengah, dan mereka hanya bisa bertahan untuk beberapa saat melawan para murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak.


Setelah kembali ke ruangan tempat tinggalnya, Jie Yan langsung duduk bersila lalu mengeluarkan Pil Jiwa Agung. Ia menatap pil tersebut dengan seksama karena ingin mencari tau apa sebenarnya komposisi pembuatan pil. Jika ia memiliki bahannya, maka ia akan membuat satu lagi agar ia tidak akan lama mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap puncak.


“Bahan-bahan ini tampaknya sulit di dapat.” Jie Yan menghela nafas. Menggunakan Mata Dewa, ia dapat melihat komposisi pil secara kasar.


Untuk batu roh kelas atas hadiah menenangkan kompetisi berjumlah 50.000, itu tidak terlalu menarik minat Jie Yan karena ia memiliki lebih dari 3.500.000 batu roh kelas atas saat ini.


“Yue’er, Ziya, apakah kalian dapat menerobos kultivasi ke tingkat Jiwa Abadi tahap akhir saat ini?” Tanya Jie Yan saat melihat ke arah Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang keluar dari Ruang Jiwa.


“Ya, kami bisa menerobos karena sebelumnya kami mengkonsumsi herbal khusus. Tetapi, waktu terobosan kemungkinan memakan waktu beberapa minggu dan tidak ada sumber daya yang cocok mempercepat terobosan kami.” ujar Xiao Ziya.


Jie Yan terdiam karena tampaknya tidak mungkin Xia Yue'er dan Xiao Ziya membantunya ketika kompetisi tahap ketiga berlangsung.


“Apakah kalian bisa membawa batu roh ini ke Ruang Jiwa?” Tanya Jie Yan penasaran. Ia sudah pernah mencobanya tetapi ia tidak bisa memasukkan apapun ke dalam Ruang Jiwa.


“Jika kami menggunakan sumber daya berkultivasi dan kau menarik kami ke dalam Ruang Jiwa, maka itu tidak masalah sama sekali. Jika kami tidak menggunakan sumber daya untuk berkultivasi, itu akan dibuang secara langsung keluar dari Ruang Jiwa.” ujar Xiao Ziya.


Sebelum Jie Yan berbicara, Xia Yue'er langsung membuka suara, “Jie Yan, kompetisi tahap ketiga akan dilaksanakan dalam waktu satu minggu. Tidak mungkin kamu akan berkultivasi di saat itu karena waktu kami menerobos tidak cukup satu Minggu. Lebih baik menunda terobosan, lagi pula aku ingin melawan murid lainnya.”


Menatap mata Xia Yue'er yang sangat polos dan Tatapan memohon, kelopak mata Jie Yan berkedut sedikit. Ia menggelengkan kepalanya karena kekuatan Xia Yue'er sekarang akan sulit menahan serangan dari murid lainnya yang berada di tingkat Jiwa Abadi tahap puncak, apa lagi mereka semua berada di kategori tingkat tinggi di level Kultivasi itu.


“Tidak, aku akan melawan mereka seorang diri.” ucap Jie Yan dengan gelengan kepala menolak proposal Xia Yue'er.


“Tapi...” Xia Yue'er dengan wajah cemberut ingin membantah namun di potong oleh Jie Yan.


“Setelah kompetisi, aku akan mengambil misi tingkat tinggi yang sangat berbahaya. Kita pasti akan bertemu musuh kuat nantinya, lebih baik meluangkan waktumu untuk menembus kultivasimu.” ucap Jie Yan.


“Yue’er, apa yang dikatakan oleh Jie Yan benar. Lagi pula kompetisi kali ini berada di arena dan ini adalah Sekte Pedang, kemungkinan akan banyak tamu yang tidak akan puas melihat seorang murid dari Sekte Pedang bertarung bersama dengan Roh.” Xiao Ziya membuat alasan yang tidak logis.


Pertarungan untuk mendapatkan kemenangan tentu dapat menghalalkan segala cara bahkan di Sekte Pedang sekalipun. Tetapi Xiao Ziya sengaja membuat alasan agar Xia Yue'er tidak ngotot untuk ikut bertarung.


“Apa yang dikatakan Ziya memang sangat benar Yue'er. Luangkan waktumu untuk meningkatkan kekuatan.” ucap Jie Yan dengan wajah yang sangat serius agar Xia Yue'er tidak ragu lagi.


Dan setelah Jie Yan berbicara dengan wajah yang sangat serius, kecurigaan Xia Yue'er pun langsung hilang dan yakin bahwa apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya memang benar.


“Baiklah, tapi kau harus berjanji ketika aku selesai berkultivasi, kau akan membawaku ke tempat yang menyenangkan untuk bermain.” ucap Xia Yue'er dengan wajah cemberut karena ia masih sedikit tidak rela melepaskan peluang melawan para murid terutama Yun Che yang sebelumnya ia lawan.


“Yakinlah, aku tidak akan membuat Putri kecewa!” Jie Yan menepuk dadanya berjanji yang membuat Xia Yue'er merasa puas dan tidak lagi memikirkan tentang kompetisi.


Xiao Ziya hanya menaikkan sudut bibirnya karena sangat mudah menipu Xia Yue'er apa lagi jika Jie Yan yang berbicara.


“Baiklah, serahkan sumber daya agar Putri ini berkultivasi dan menjadi lebih kuat.” Xia Yue'er yang bangga langsung berkata dengan nada sombong.


Jie Yan hanya tersenyum lalu mengeluarkan satu juta batu roh kelas atas.


“Apakah jumlah ini cukup untuk kalian berdua?” Tanya Jie Yan menatap Xiao Ziya.


“Ya, kami pasti akan menerobos dan menyerap sisanya.” jawab Xiao Ziya saat menatap batu roh yang menutupi semua sudut ruangan.


“Kalau begitu, mulailah agar aku menarik kalian berdua ke dalam Ruang Jiwa.” ucap Jie Yan.


Xia Yue'er mengangguk lalu langsung bermeditasi menyerap qi di dalam batu roh. Sementara Xiao Ziya, ia membuat formasi agar semua batu roh terikat dengan qi-nya dan Xia Yue'er agar dapat dimasukkan ke dalam Ruang Jiwa.


Setelah keduanya mulai menyerap qi, Jie Yan menarik Xiao Ziya dan Xia Yue'er, keduanya masuk ke dalam Ruang Jiwa dengan semua batu roh yang ada di ruangan tersebut.


“Aku tidak menyangka bahwa Ruang Jiwa memiliki fitur seperti itu.” Jie Yan berkata dengan nada sedikit heran lalu menatap ke arah Pil Jiwa Agung.


“Selain dari Pil Jiwa Agung, Pedang tingkat Penguasa Abadi dapat dijual dengan harga paling murah 50.000 batu roh kelas atas. Namun Pil ini bernilai lebih dari 200.000 batu roh kelas atas hanya untuk bahan mentahnya.” Gumam Jie Yan menatap ke arah Pil Jiwa Agung. Ia telah melihat komposisi pil tersebut dan memang benar terbuat dari banyak herbal yang sangat berharga.


Jie Yan yakin bahwa Pil Jiwa Agung itu dijual paling murah seharga minimal 350.000 batu roh kelas atas.


“Sudah waktunya berkultivasi. Dengan tingkat Jiwa Abadi tahap akhir nantinya, aku akan memiliki modal melawan para murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak tanpa bantuan Yue'er dan Ziya.” ucap Jie Yan dengan kilatan semangat juang dimatanya. Tanpa membuang waktu, ia pun melempar pil Jiwa Agung ke dalam mulutnya lalu langsung menutup mata dan mulai berkultivasi.