
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Pasukan Bayangan yang sangat banyak tampak berlutut di hadapan Huan Caiyi.
Pemandangan itu memang tampak cukup spektakuler. Namun, untuk para anggota Klan Minotaur, mereka terlihat sangat marah karena mayat rekan-rekan mereka dibangkitkan menjadi Pasukan, walaupun itu hanya Bayangan, tetap saja mereka semua sangat mirip dengan para Minotaur. Tetapi tidak ada yang berani berbicara karena mereka tau bahwa jika Jie Yan mengetahui bahwa mereka memberontak, mungkin kematian akan sangat ringan bagi mereka untuk diterima.
“Memang sangat sulit untuk membuat pasukan Bayangan dengan satu tahap level kekuatan dariku.” gumam Huan Caiyi. Ia menatap semua pasukan Bayangan yang ada dihadapannya dengan senyum kecil diwajahnya.
Huan Caiyi pun melambaikan tangannya dan semua Banyangan tampak menempel ke permukaan tanah lalu bergerak ke arah dalam Bayangannya sendiri.
Di tempat yang tidak terlalu jauh, Xue Lingyi bersama dengan semua pasukannya menatap ke arah Xue Lingyi dengan wajah serius.
“Dia memang sangat ahli mengendalikan kekuatannya sendiri. Kita tidak perlu melakukan apapun padanya karena mungkin itu akan membuat kita menjadi musuh pemuda itu.” ucap Xue Lingyi.
Saat Xue Lingyi melihat Jie Yan dalam bentuk Naga Hitam Kehancuran, ia sangat yakin bahwa Jie Yan ada spesies yang sama dengan Dewa Naga Kehancuran dan Dewi Naga Kehancuran. Inilah sebabnya ia tidak akan mau memusuhi Jie Yan.
Lagi pula, Xue Lingyi sangat mengetahui hubungan Dewi Salju pertama dengan pemilik garis Darah Naga Hitam Kehancuran.
Sementara itu, Lin Ming yang tidak ikut ke pegunungan tempat Klan Minotaur berada, bergerak ke arah mayat Sing He.
“Tubuh Minotaur ini memang luar biasa! Terutama untuk tanduk Minotaur ini. Benda ini bisa digunakan menjadi bahan pembuatan senjata paling luar biasa yang akan pernah aku ciptakan!” gumam Lin Ming. Ia pun memotong kedua tanduk itu dengan susah payah lalu menyimpannya.
“Hm? Apa itu?” Lin Ming melihat aura aneh di bawah tubuh besar mayat Sing He. Ia pun langsung menendangnya dan mayat Sing He terbalik.
Mata Lin Ming bersinar terang disaat ia menatap sebuah kapak berwarna biru keunguan. Ia juga penasaran sebelumnya ke mana senjata yang digunakan oleh Sing He. Tetapi ia langsung tau bahwa senjata itu mungkin kembali ke bentuk semula setelah kematian Sing He.
Lin Ming mengambil kapak tersebut dan matanya menyipit tajam.
“Dari apa Senjata ini terbuat?” Lin Ming memegang kapak tersebut dengan kesusahan. Ia hampir tidak mampu mengangkatnya sama sekali tanda bahwa kekuatan tubuh Sing He luar biasa mengerikan.
Ketika Lin Ming mencoba mengaliri qi-nya dan konsep miliknya ke kapak di tangannya, ia terkejut karena ada aura lain yang di tarik oleh kapak tersebut.
“Qi Raja milikku di sedot? Tunggu, qi Raja Yan’er sebelumnya tidak diserap oleh kapak ini! Apa yang terjadi?” Batin Lin Ming. Matanya berkilat aneh dan ia menyalurkan qi Raja semakin banyak ke kapak yang ada di tangannya.
Setelah beberapa menit, Lin Ming meras sangat lelah secara fisik dan mental karena qi Raja miliknya di serap terus-menerus. Tetapi, ada sesuatu yang unik tentang kapak tersebut.
Semakin banyak Lin Ming mengaliri qi Raja ke dalamnya, semakin ringan berat kapak tersebut berada di tangannya.
Zrrrrt! Zrrrrt!
Ketika Lin Ming sudah sangat kelelahan, petir merah dengan pinggiran berwarna emas, memercik di kapak tersebut.
“Ini...” Mata Lin Ming berbinar terang saat menatap ke arah kapak tersebut. Ia langsung mengaliri qi-nya jauh lebih besar dari pada sebelumnya bersamaan dengan konsep dan qi Raja.
“Kapak Pemenggal. Ini adalah nama Artefak ini sebelum diperbaiki oleh seseorang agar kualitas Artefak meningkat pesat. Dan setelah diperbaiki...” Lin Ming menghentikan kata-katanya lalu mengendalikan senjata di tangannya. Itu langsung berubah bentuk menjadi sebuah pedang yang membuatnya semakin terkejut.
“Artefak ini akan menyesuaikan diri untuk penggunanya. Pantas saja sebelumnya ini sangat berat karena Artefak ini menyesuaikan diri dengan kepala suku Minotaur.” Gumam Lin Ming. Ia pun tersenyum kecil karena dengan adanya Artefak tersebut di tangannya, maka kekuatannya akan meningkat pesat. Selain dari itu, ia yakin dengan kemampuan penempaannya bahwa ia akan bisa membuat senjata mendekati level Artefak di tangannya.
Para Minotaur hanya bisa menelan pahit ketika menatap Lin Ming bisa dengan bebas mengendalikan Artefak yang di pegang oleh Sing He. Namun mereka tidak berbicara karena mereka tau bahwa senjata itu telah mengakui Lin Ming sebagai tuannya, sama seperti Sing He mengendalikan Artefak itu sebelumnya.
Sementara itu, Kelompok Jie Yan yang lainnya terus-menerus menjarah semua sumber daya di Klan Minotaur tanpa tersisa sama sekali.
Sama halnya seperti Jie Yan yang sedang bersama dengan Yu Mei.
Dalam waktu kurang dari 5 menit, Jie Yan telah menambang batu aneh yang mirip dengan batu kristal tersebut. Juga, ada banyak herbal berharga yang terkait erat dengan elemen api.
Sumber daya yang cukup banyak itu pasti bisa di tukar suatu hari nanti dengan sumber daya yang ia butuhkan. Selain dari itu, ia bisa menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan pasukannya sendiri.
Jie Yan telah merencanakan untuk menentukan kelompok yang terdiri dari banyak ras, dan ras pertama adalah Manusia, Naga dan Minotaur. Tujuannya tentu saja untuk membuat pasukan agar dapat menyaingi kekuatan kelas kedua dikemudian hari di Benua Kekacauan.
Jie Yan ingat dengn jelas bahwa di Benua Kekacauan, terdapat banyak ras luar biasa dan mereka hanya sedikit lebih lemah dari tiga kekuatan tertinggi di Bintang Brahma.
Terutama untuk para Samurai dan Manusia Ular, itulah yang menarik perhatian Jie Yan karena bisa dikatakan keduanya sangatlah unik.
“Yu Mei, apakah ini sudah semuanya?” Tanya Jie Yan dengan nada penasaran karena hanya Yu Mei yang dapat melacak banyak sumber daya berharga terutama untuk herbal.
“Ya, sumber daya lainnya telah diambil, terutama yang ada di dalam gunung oleh pria bernama Xiao Chen dan Xiao Zun.” ucap Yu Mei.
Mendengar itu, Jie Yan hanya mengangguk kecil dan tidak bertenaga lagi. “Ayo pergi, setelah mereka semua selesai, kita akan langsung berangkat ke Pusat Dimensi kecil ini.”
Yu Mei mengangguk kecil dan langsung terbang mengikuti Jie Yan ke arah tempat pasukan Minotaur yang telah ditundukkan oleh Jie Yan.
Ketika sampai di tempat pasukan tersebut, tatapan Jie Yan tertuju pada Lin Ming dan Huan Caiyi.
“Tampaknya kalian berdua mendapatkan peluang berharga.” ucap Jie Yan.
“Ya, tentu saja...” Lin Ming tersenyum sedikit lalu menejelaskan apa yang ia temukan kepada Jie Yan. Sama halnya untuk Huan Caiyi yang langsung menceritakan apa yang ia dapatkan.
Jie Yan mengangguk kecil ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Ming dan Huan Caiyi. Keduanya memiliki peluang bagus dan itu meningkatkan kekuatan keduanya.
Lalu tatapan Jie Yan kembali tertuju kepada para Minotaur yang membuat semua Minotaur bergidik ketakutan.
“Selanjutnya... Waktunya membuat pengaturan untuk kalian semua sebelum pergi ke pusat Dimensi Kecil!” gumam Jie Yan.