
Bintang Brahma
Setelah berpisah dengan Yan Ming dan Yan Xian, Jie Yan membawa Xiao Xiao ke sebuah penginapan tertentu yang terletak di daerah yang cukup sepi.
Sesampainya di penginapan tersebut, Xiao Ziya yang berada di Ruang Jiwa keluar bersama dengan Xia Yue'er.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang Ziya?” Tanya Jie Yan saat duduk dengan santai di sebuah kursi yang sangat nyaman.
“Kita hanya perlu menunggu, semoga dia dapat mendeteksi aura yang aku lepaskan dari waktu ke waktu.” Balas Xiao Ziya.
Jie Yan terdiam dan menatap ke arah Xiao Xiao kecil. Ia tau bahwa setelah ini, murid kecilnya itu akan tinggal di Istana Surgawi Mimpi Ilahi setelah kenalan Xiao Ziya datang.
“Apakah menurutmu kenalan yang kau katakan menjadi pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi? Harus dikatakan bahwa saat kau mengenalnya, mungkin waktu berlalu berjuta-juta tahun.” ujar Jie Yan.
“Ya, untuk eksistensi puncak, usia mereka sangatlah panjang. Seperti halnya untuk di Dunia Roh Peri, Raja Roh Peri saat ini sudah hidup selama hampir 700.000 tahun, generasi sebelumnya juga hidup sangat singkat dan dua generasi sebelumnya adalah masa ketika Raja Peri dan Roh Dewi Kehidupan hidup. Sama seperti Zhou Tian Cheng, dia bisa hidup sampai saat ini.”
“Selain dari itu, beberapa kultivator yang segenerasi denganku sudah menjadi pemimpin kekuatan besar lainnya. Yang ingin aku katakan, untuk kultivator di atas tingkat Kaisar Abadi saja bisa hidup selama lebih dari 100.000 tahun. Dan setiap peningkatan tahapan kultivasi, mereka akan menambah usia puluhan ribu tahun. Akan biasa jika seseorang yang mencapai puncak Kultivasi di 33 Surga bisa hidup selama jutaan tahun.” ujar Xiao Ziya.
“Jika aku tidak salah mengingat, ayahku menjadi Raja Dunia Roh di usia lebih dari 100.000 tahun. Untuk para eksistensi yang mencapai tingkat seperti itu, mereka akan sangat kesulitan memilliki keturunan. Yang aku dengar dengar di Dunia Roh, aku lahir ketika ayahku berusia hampir 700.000 tahun.” ujar Xia Yue'er saat mengingat tentang ayahnya.
Jie Yan terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er.
“Baiklah, aku akan mulai melepaskan formasi agar dia datang ke tempat ini. Mungkin butuh beberapa hari hingga dia menyadarinya.” ujar Xiao Ziya saat ia duduk bersila lalu membuat banyak lingkaran formasi.
Jie Yan mengapa hal itu dengan seksama. Jika ia mencoba melacaknya, itu memang tidak bisa di deteksi sama sekali. Namun menggunakan Mata Dewa, ia dapat melihat aura khusus yang sedikit mirip dengan konsep Mimpi yang menyelimuti Istana Surgawi Mimpi Ilahi.
Untuk Xia Yue'er yang merasa bosan, ia langsung berbaring di kursi yang nyaman. Dalam waktu hitungan detik, air liur langsung menetes di sudut bibirnya saat tertidur.
Jie Yan hanya menggelengkan kepalanya melihat Xia Yue'er. Ia pun menatap kembali ke arah Xiao Xiao dan ia pun langsung mengajari Xiao Xiao beberapa hal tentang konsep Ruang.
**
Istana Surgawi Mimpi Ilahi
Di salah satu istana yang paling tinggi melayang di atas awan, terlihat bahwa istana tersebut sedikit berbeda.
Itu dikarenakan ukurannya yang relatif kecil. Dan para anggota Istana Surgawi Mimpi Ilahi tidak ada yang mendekat ke tempat tersebut.
Di dalam istana tersebut, suasana terasa sangat hening seperti tidak ada yang menghuni istana tersebut.
Namun, di puncak istana, terdapat sebuah taman sederhana dipenuhi oleh bunga bunga yang cukup unik karena semua dari bunga tersebut berwarna putih.
Dan di tepi kolam kecil, terlihat sosok wanita sedang duduk bersila. Wanita itu memiliki rambut berwarna putih, dengan dua tanda aneh di atas alis tepat di ujung alis bagian dalam. Itu terlihat seperti sebuah lingkaran merah sedikit pipih.
Tepat di depan wanita tersebut, terdapat sebuah alat musik Guzheng berwarna putih dengan panjang satu setengah meter.
Wanita tersebut memetik senar Guzheng dan suara alat musik terdengar. Suara itu kemudian menembus ke semua tempat di Istana Surgawi Mimpi Ilahi.
Dan para murid serta anggota Istana Surgawi Mimpi Ilahi lainnya langsung berhenti dan menatap ke arah istana tertinggi di atas awan.
Suara dari alat musik tersebut terdengar sangat merdu, dan membawa semua kultivator ke dalam ilusi yang sering disebut sebagai Mimpi Keabadian.
Wanita berambut putih tersebut terus memainkan Guzheng dalam waktu lima menit lalu berhenti sepenuhnya. Wanita yang awalnya menutup mata, perlahan membuka matanya.
Mata wanita itu sangat unik karena di sebelah kiri berwarna biru langit dan di sebelah kanan berwarna emas.
“Iblis, Samurai, Biksu. Perselisihan antara biksu dan para iblis semakin intens. Bahkan para samurai yang menyembunyikan diri sangat dalam pun ikut terlibat. Di Selatan Bintang Brahma, Ras Manusia Ular juga mulai menunjukkan taringnya.”
“Istana Surgawi Mimpi Ilahi, Kuil Buddha, Istana Pangeran Iblis, tiga kekuatan terbesar di Bintang Brahma. Samurai, Ras Manusia Ular dan beberapa Organisasi tingkat tinggi merupakan kekuatan kelas dua. Bintang Brahma semakin kacau. Jika keberadaan Iblis tidak berdiam diri di dunia ini, bisa dipastikan Penguasa Wilayah Barat Alam Abadi tidak akan bisa mempertahankan dominasi mereka dalam waktu yang lama.” Wanita tersebut bergumam kecil.
Tatapannya tertuju ke arah tertentu lalu berkata dengan nada aneh, “Senior Yan Di telah meninggalkan Bintang Brahma, usianya telah mencapai puluhan juta tahun. Mungkin dialah eksistensi tertua di 33 Surga. Bahkan para murid Dewi Laut Xinxin tidak bisa dibandingkan dengannya. Dan Klan Yan telah berada diambang kepunahan karena kebencian iblis terhadap senior Yan Di.”
Wanita itu terus berpikir tentang apa yang harus dilakukan. Ia adalah pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi, ia menciptakan tempat tersebut untuk menghabiskan waktunya dan menjauh dari peperangan. Namun, ketika para biksu dari Kuil Buddha menyerang para iblis, salah satu Pangeran Iblis langsung menduduki wilayah tertentu di Bintang Brahma.
Siapapun tau bahwa Pangeran Iblis mengincar Kuil Buddha. Ini juga dikarenakan Kuil Buddha yang tiba-tiba naik ke tingkat luar biasa, mampu menyaingi semua penguasa di seluruh 33 Surga. Dan tentu alasan kenapa Kuil Buddha menjadi sangat kuat, itu dikarenakan mereka memiliki salah satu dari 33 Alam Surga. Dan itulah yang ingin direbut oleh Pangeran Iblis.
Saat wanita itu sedang melamun dalam waktu seharian, tanpa sadar ia memperhatikan situasi di Kota Mimpi.
Wajahnya tampak acuh tak acuh sepanjang waktu. Dan ketika menatap situasi di tempat yang sepi, matanya menyipit, raut wajahnya berubah seketika.
“Aura ini...” Wanita itupun menggunakan matanya yang tampak sangat unik. Itu langsung menembus ke semua tempat, bahkan dengan penglihatannya, ia dapat melihat hampir seperempat Bintang Brahma dari tempatnya berada saat ini.
Saat wanita itu melihat sosok yang sedang duduk bersila dan mencoba melepaskan aura dari waktu ke waktu, ia pun langsung tersenyum lalu bergumam, “Ziya...! Aku tidak menyangka bahwa kau akan lepas dari segel yang diciptakan oleh Dewa Pembantaian!”