Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Pemenang


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Jie Yan dan Yun Che terengah-engah saat ini ketika keduanya membuat kuda-kuda untuk menyerang dan menentukan pemenang kompetisi.


Dalam hati Yun Che, ia berpikir bahwa serangan terkuatnya tidak mungkin dikalahkan oleh Jie Yan karena ini adalah serangan pamungkas yang membuat Gurunya sangat terkenal di masa lalu.


Zrrrrt! Zrrrrt!


Petir putih memercik di Pedang Yun Che. Tetapi tidak terasa adalah fluktuasi qi Raja karena itu memang versi Belitan Qi Raja milik Ahli Pedang Awan Abadi di masa lalu. Hanya sedikit yang mampu melacak bahwa itu adalah qi Raja.


Walaupun metode qi Raja itu unik, kekuatannya tidak terlalu tinggi seperti Belitan Qi Raja milik Jie Yan yang memang khusus digunakan untuk menghancurkan secara paksa, menembus pertahanan mutlak, meningkatkan kekuatan serangan ke level ekstrim dan mengguncang jiwa target agar kehilangan kesadaran begitu terkena serangan.


Bisa dikatakan, teknik Belitan Qi Raja yang diwarisi oleh Jie Yan dari Xiao Chen adalah metode tertinggi dari semua metode Belitan Qi Raja.


Arena berguncang keras ketika Jie Yan dan Yun Che mengerahkan semua kekuatan mereka yang tersisa, terutama untuk Jie Yan yang dari tubuhnya memercikkan petir hitam kemerahan ke segala arah.


“Ini... Qi Raja! Bagaimana bisa qi Raja mencapai level seperti ini? Bahkan sebelum menggunakan metode Belitan Qi Raja, itu sudah mampu menyebabkan kerusakan fisik!” Qing Long berkata dengan takjub saat melihat Jie Yan.


Kaisar Shi dan Tetua Aula Penegak Hukum mengangguk serius karena keduanya juga berpikiran hal yang sama.


Ketiganya tau ketika melihat qi Raja Jie Yan bahwa qi Raja itu merupakan qi Raja terbaik dari yang terbaik. Tidak mengherankan mereka merasa kekuatan serangan Jie Yan terlalu jauh dari level kultivasinya.


Untuk Yun Che, itu dapat dimaklumi karena niat pedangnya telah mencapai level Mata Pedang, hanya bermodalkan itu saja, Yun Che sudah bisa menyapu semua kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap puncak dengan mudah.


Para eselon atas Sekte Pedang tau dan semua kekuatan besar yang ada di sana tau bahwa Jie Yan unggul dalam kekuatan tubuh, kecepatan dan qi Raja. Sementara Yun Che, unggul dalam kecepatan dan niat pedang serta insting bertarung tinggi dalam menangani ahli pedang.


Hal ini tentu membuat keduanya menjadi seimbang, ini juga dikarenakan Yun Che memiliki qi Raja dan metode Belitan Qi Raja walaupun itu tidak sempurna. Jika tidak, sedari awal Yun Che mungkin sudah tumbang ketika terkena serangan penuh teknik Penghancuran Ilahi Jie Yan.


Tubuh Yun Che tidak sekuat Qing Mo, tentu tidak mengherankan dia akan langsung jatuh terkena serangan yang sama. Namun, karena qi Raja, ia dapat bertahan.


“Nafas Awan, Bentuk Ketiga Belas!”


Drrrrtttt!


Langit gelap seketika saat Yun Che menggunakan teknik terkuat yang ia miliki. Dari dalam mulutnya, uap yang merupakan niat pedang merembes perlahan.


Yun Che memegang Pedang Awan Abadi dengan kedua tangan ke arah belakang. Tanah di bawah kakinya tampak cekung sedikit karena semua kekuatan yang telah dipadatkan dalam satu serangan.


“Tebasan Awan Abadi Pembunuh Dewa!”


Duar!


Yun Che melesat layaknya sebuah guntur ke arah Jie Yan dan kawah tercipta di tempat ia berpijak sebelumnya.


Sementara itu, Jie Yan yang telah menggunakan semua niat pedang, Belitan Qi Raja dan konsep Ruang dan Waktu juga melesat seperti sebuah bayangan. Semua tempat yang ia lewati menerima fluktuasi ruang yang membuatnya bisa robek kapan saja. Hanya bergerak saja, itu sudah menimbulkan efek mengerikan.


“Seni Rahasia Tertinggi, Bilah Kekacauan Ilahi!”


Teknik ini tidak pernah digunakan oleh Jie Yan, salah satu dari teknik dalam kategori Seni Rahasia Tertinggi yang ia warisi. Kekuatan serangan ini tidak sebaik Tebasan Kaisar Surgawi, tetapi daya serang berfokus pada titik tunggal, sedikit lebih kuat dari pada teknik Penghancuran Ilahi. Alasan kenapa tidak digunakan, persyaratan penggunaannya adalah lengan yang kuat untuk menahan efek ruang, serta harus menguasai konsep Ruang dan Waktu tingkat pertama.


Jie Yan dan Yun Che muncul di jarak hampir dua meter dari musuh masing-masing lalu mengayunkan pedang dari belakang ke depan sekuat tenaga.


Blar!


Seluruh tempat langsung hancur berantakan saat qi, konsep, niat pedang dan bahkan qi Raja meledak ke segala arah.


Para eselon atas Sekte Pedang langsung bergerak untuk mempertahankan penghalang karena itu langsung mengalami retakan ketika kedua serangan bertemu.


Semua tempat tampak gelap ketika kedua serangan bertemu. Angin kencang berhembus ke segala arah. Semua penonton langsung mengangkat tangan untuk menghalangi angin kencang tersebut.


Yun Che yang menatap itu, sungguh tidak percaya karena serangan terkuat yang ia warisi dari gurunya akan dihalau oleh Jie Yan. Ia menggerakkan giginya dan terus mendorong sekuat tenaga yang ia bisa.


Untuk Jie Yan, ia merasakan sedikit efek dari teknik itu, jika ia melepaskan efek samping ke luar, maka ruang di semua tempat akan terkoyak-koyak, dan itu bukan ide baik karena ia juga akan dalam bahaya. Itulah sebabnya teknik ini hanya bisa gunakan ketika ia mempelajari konsep Ruang dan Waktu tingkat pertama agar dapat menyimpan kekuatan itu di lengan dan pedangnya ketika menyerang agar efek semakin maksimal.


Jie Yan yang terus mendorong, tersenyum lebar. Kilatan tertentu terlihat dimatanya. Aura berwarna emas merembes lebih banyak ke arah pedangnya.


“Yun Che, tampaknya kali aku akan menang!” ucap Jie Yan.


Yun Che yang menggertakkan giginya dengan kuat, tentu tidak percaya. Tetapi, ketika ia melihat aura emas yang semakin padat di pedang Jie Yan, ia tidak tau harus berkata apa.


“Niat pedang level Mata..”


Sebelum Yun Che selesai berbicara dengan nada tidak percaya, Jie Yan yang selalu menganalisis level niat pedang Yun Che juga akhirnya mendapatkan terobosan.


Jie Yan langsung menekan pedangnya sekuat mungkin lalu berhasil mengayunkan pedangnya.


Crang!


Jrezh!


Yun Che kehilangan keseimbangannya ketika pedang di tangannya di tepis lalu tebasan Jie Yan langsung mengenai tubuhnya.


“Uhuk...” Yun Che terpental sangat jauh bersamaan dengan energi pedang dari Jie Yan. Luka sayatan besar terlihat di dadanya, kesadarannya menghilang seketika tetapi ia tetap memegang Pedang Awan Abadi di tangannya dengan erat.


Duar!


Tubuh Yun Che bersamaan dengan energi serangan Jie Yan menghantam penghalang tersebut lalu langsung merobohkannya walaupun energi pedang itu langsung menyusut tajam karena kehabisan energi dan tidak mencapai sisi penonton.


Blug!


Yun Che terjatuh di luar arena dengan berlumuran darah serta kesadarannya telah menghilang.


Untuk Jie Yan ia langsung berlutut dan menopang tubuhnya dengan pedangnya. Baru kali ini ia merasa sangat kelelahan ketika bertarung satu lawan satu dengan seseorang ketika ia naik ke Alam Abadi. Tetapi ia tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya karena dengan terus-menerus bertarung dengan Yun Che, ia akhirnya membuat terobosan baru dalam niat pedang.


Bisa dikatakan, Yun Che merupakan batu sandungan baginya untuk menjadi lebih kuat.


Kejadian itu membuat penonton terkejut dan langsung bersorak keras ketika mendengar suara Tetua Pertama di langit.


“Pemenang kompetisi tahap ketiga adalah Jie Yan!”