Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kesedihan Yue-Yue


Istana Bawah Laut


Yue-Yue saat ini memasang wajah yang sangat rumit ketika menatap ke arah Jie Yan. Tujuannya adalah untuk mengalahkan Jie Yan walaupun ada hal lainnya.


Tatapan Yue-Yue pun tertuju pada satu kursi yang tersisa karena satu kursi yang membawa Tang Yueha pergi telah hancur karena jumlah murid yang dimiliki oleh eksistensi tersebut tampaknya hanya bisa ada sembilan.


“Baiklah. Aku akan mencobanya. Jie Yan, jika aku berhasil, tolong berikan ini kepada Guruku, Su Mei. Bukannya aku mengkhianatinya, tetapi sedari awal kami memang memiliki perjanjian tertentu. Aku tidak ingin dipandang oleh siapapun sebagai Murid pengkhianat.” ucap Yue-Yue saat memberikan sebuah giok tertentu yang dapat merekam suara menggunakan qi.


Su Mei pasti langsung mengetahui bahwa dirinyalah yang membuat giok pesan tersebut.


“Baik.” Jie Yan pun menerimanya.


Yue-Yue menatap dengan seksama ke arah Jie Yan karena ia tau bahwa Jie Yan tidak berniat untuk mencoba kursi tersebut untuk menjadi murid seseorang. Ia pun langsung berjalan ke arah kursi dengan perasaan campur aduk.


Sesampainya di kursi tersebut, Yue-Yue pun duduk perlahan dan menatap ke arah anggota ras Atlantis tersebut.


Anggota ras Atlantis tersebut hanya mengangguk kecil lalu melakukan gerakan yang sama seperti sebelumnya ketika Tang Yueha mencoba ujian.


Tidak lama kemudian, aura tak kasat mata yang sebenarnya adalah aura berwarna putih menyelimuti Yue-Yue.


Jie Yan menatap hal itu dengan seksama karena itu adalah kekuatan yang berhubungan dengan kehidupan yang sangat tinggi. Dari hal inipun, ia sangat yakin bahwa Yue-Yue akan berhasil.


Yue-Yue yang awalnya tenang pun memasang wajah semakin sedih ketika mendengar suara seseorang di dalam kepalanya. Tubuhnya tampak di tarik oleh sesuatu dan tatapannya masih tertuju pada Jie Yan.


“Jie Yan, banyak hal yang ingin aku katakan. Tetapi tampaknya saat ini tidak mungkin sama sekali. Jika ada kesempatan, kita akan bertemu kembali suatu hari nanti.” ucap Yue-Yue saat matanya berkaca-kaca karena suatu hal.


Yue-Yue adalah seorang gadis yatim-piatu dan diadopsi oleh Sekte Bambu dalam waktu beberapa tahun sebelum ia pergi ke Benua Saint lalu ditemukan oleh Su Mei.


Selama hidupnya, mungkin dikatakan ia hampir tidak pernah dekat dengan siapapun, bahkan untuk para anggota Sekte Bambu lainnya. Sedangkan untuk Su Mei, ia belum lama bertemu dengannya.


Mereka memiliki perjanjian menjadi Guru dan Murid. Perjanjian sebelumnya terletak di Sekte Cahaya Suci, dan itu telah selesai karena Su Mei telah berhasil menjadi Wakil Master Sekte Cahaya Suci. Walaupun begitu, ia tetap memanggil Su Mei dengan sebutan Guru walaupun perjanjian mereka telah berakhir.


Sementara Su Mei, karena ia menghargai Yue-Yue, walaupun perjanjian mereka telah selesai, ia tetap membimbingnya.


Lalu, Yue-Yue yang tidak pernah dekat dengan siapapun mengenal Jie Yan. Semula, di Sekte Bambu, tidak ada murid segenerasi dengannya yang dapat melawannya sehingga ia dipuja dan itu membuatnya sedikit sombong.


Kekalahannya dengan Jie Yan tentu membuatnya sedikit frustasi walaupun ia tidak pernah menunjukkannya. Ini juga mengapa Yue-Yue pergi ke Benua Saint untuk melampaui Jie Yan, setiap kali ia berlatih, bayangan seseorang akan muncul di benaknya dan ia sangat tidak menyukai hal itu. Ketika mencapai Benua Saint, ia sangat sedih saat mendengar bahwa Jie Yan telah tewas. Tetapi, akhirnya mereka bertemu kembali dan ia tidak tau harus bereaksi seperti apa ketika ia mengetahui Jie Yan adalah seseorang yang ia kenal.


Namun, sebelum Yue-Yue melampaui Jie Yan, ia pun harus pergi sekali lagi. Dan ada perasaan yang tak terlukiskan tentang hal itu.


Wusssh!


Tentu Jie Yan melihat sesuatu tentang Yue-Yue yang membuatnya tersenyum pahit. Meskipun ia bukanlah seseorang yang terlalu paham tentang hal itu, dan meskipun Yue-Yue tidak menyadarinya, ia sangat tau karena ada seseorang seperti itu berada di sekitarnya dahulu, yaitu Gu Yin, istirnya saat ini.


“Yue-Yue...” Gumam Jie Yan dan tidak tau harus berkata apa saat ini.


Sedangkan untuk anggota ras Atlantis, ia hanya terkejut diwajahnya karena dua wanita sebelumnya diterima menjadi murid eksistensi luar biasa. Ini tentu adalah kabar baik baginya.


Wusssh!


Tidak lama kemudian aura aneh berkumpul dan di belakang kursi sebelumnya yang kini telah hancur, muncul dua patung dan kedua patung itu adalah milik Tang Yueha dan Yue-Yue.


“Kelima patung telah terpenuhi. Ini sudah memenuhi kuota tugas yang harus aku selesaikan. Waktunya kembali ke Alam Abadi!” Gumam ras Atlantis tersebut.


Gumaman ceroboh tersebut tentu di dengar oleh Jie Yan dan matanya menyipit ketika mendengar tentang Alam Abadi walaupun ia tidak bertanya apa-apa saat ini.


Menyembunyikan kegembiraannya, anggota ras Atlantis tersebut menatap ke arah Jie Yan dan berkata, “Baiklah, sekarang giliranmu, aku akan memberikan beberapa hal karena telah mencapai tempat ini. Aku tidak tau kau siapa, tetapi garis darah yang ada di dalam tubuhmu sangatlah perkasa. Jika kau yang mencoba kedua kursi itu sebelumnya, yang manapun kau duduki, kau pasti akan diterima menjadi murid.”


Jie Yan tersenyum kecut karena ia juga sangat yakin bahwa dirinya akan ditarik ke tempat tertentu oleh kursi aneh tersebut.


“Masih banyak yang harus aku lakukan sehingga aku tidak bisa pergi begitu saja ke tempat yang jauh. Lalu, apa yang akan kau berikan kepadaku?” Tanya Jie Yan penasaran.


“Ayo keluar dari istana ini terlebih dahulu. Aku akan memberikannya ketika kita keluar.” ucap anggota ras Atlantis tersebut saat menghentakkan Trisula miliknya dan di saat itu juga, riak air tertentu pun menyelimuti seluruh tempat.


Wusssh!


Anggota ras Atlantis tersebut pun menghilang membawa Jie Yan bersamanya dan muncul tepat di depan Istana.


Sebelum anggota ras Atlantis tersebut berbicara, Jie Yan mengajukan pertanyaan yang membuatnya terdiam untuk beberapa saat.


“Siapa pemilik istana ini? Dan kenapa mereka membuat ujian? Aku yakin bahwa di tempat yang jauh di sana, bakat tingkat tinggi tidak kurang sama sekali.” ucap Jie Yan.


Setelah beberapa saat anggota ras Atlantis itupun berbicara, “Aku tidak bisa memberi tahu tentang tujuan mereka. Namun, untuk pemilik istana dan dua eksistensi yang mencari murid ini tidaklah sama.”


“Aku sudah menyebutkan bahwa pemilik dua kursi sebelumnya adalah dua penguasa. Sementara pemilik istana ini adalah Guru dari kedua penguasa tersebut. Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya tetapi banyak legenda tentang dirinya yang beredar, dia disebut sebagai...”


“Penguasa para Atlantis, Dewi Laut Xinxin!”