
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Mata Jie Yan membesar saat menatap ke arah dalam goa yang di setiap sudutnya meneteskan cairan magma.
Untuk dua binatang roh ular yang membawa Jie Yan ke goa itu, mendesis gila karena keduanya seperti kepanasan.
Ini membuktikan bahwa apa yang dilihat oleh Jie Yan memang sesuatu yang menghasilkan konsep tingkat kedua puncak, dan itu adalah konsep Api unik yang mungkin setara dengan konsep Kuno.
“Tunggulah diluar!” Perintah Jie Yan kepada kedua binatang roh.
Kedua ular itu bergegas keluar karena tampaknya sangat lega karena bisa terbebas dari tekanan konsep Api tingkat kedua yang memenuhi goa itu.
Setelah kedua binatang roh itu keluar, Jie Yan pun menatap ke arah depan kembali. Memperhatikan sosok aneh yang tampak sedang tertidur di ujung goa.
Apa yang ada di dalam sana adalah sebuah herbal aneh, sudah mengambil wujud menyerupai manusia.
Melihat beberapa hal di sekitar tubuh tumbuhan aneh itu, Jie Yan yakin bahwa tumbuhan itu adalah jenis herbal berupa Mawar Berduri. Tetapi yang membuatnya aneh, kenapa itu tumbuh di tempat yang sangat panas.
Jie Yan merasa itu pasti sangat mustahil, tetapi melihat kembali ke tumbuhan itu, ia harus dengan enggan mempercayainya.
Konsep Kehancuran pun perlahan menyebar ke seluruh permukaan tubuh Jie Yan dan ia berjalan ke arah herbal itu.
Di saat jarak Jie Yan hampir mencapai lima meter dari tumbuhan aneh itu, tumbuhan itupun membuka matanya dan menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan penasaran.
“Wuu.. Wu...”
Jie Yan yang berhenti di tempat, sedikit bingung karena tumbuhan itu tampak tidak waspada terhadapnya, malahan tumbuhan itu mencoba berkomunikasi dengannya.
“Apa kau mengerti bahasa manusia?” Tanya Jie Yan penasaran.
Tumbuhan yang mengambil bentuk manusia itu memiringkan kepalanya. Ia turun perlahan dari kelopak berwarna hijau bercampur oranye.
Dengan langkah kikuk, tumbuhan itu mengintari Jie Yan lalu memasang wajah cerah.
“Wuu.. Wu...”
Ketika menatap tumbuhan yang mengambil bentuk manusia berupa gadis berusia 15 tahun mencoba berbicara dengannya dengan wajah senang, Jie Yan tidak tau harus berkata apa.
Semula Jie Yan ingin menggunakan tumbuhan aneh itu untuk berkultivasi. Tetapi ia sedikit ragu karena tampaknya ketika tumbuhan itu mengambil wujud manusia, itu seperti selembar kertas putih tanpa noda.
Jie Yan menghela nafas panjang lalu menyentuh kepala gadis itu lalu mengirim informasi bahasa.
Gadis itu bingung, tetapi ketika mencerna informasi yang ada di dalam pikirannya, ia tampak melamun dalam waktu yang lama.
Dan dalam waktu hampir sepuluh menit, gadis itu pun tersadar lalu tersenyum menampilkan giginya yang putih dan berkata, “Bisakah kau membawaku dari sini? Aku mendengar suara banyak tumbuhan bahwa dunia luar sangat luas!”
Walaupun bahasanya sangat sulit dimengerti, Jie Yan tetap paham secara kasar. Dari hal inipun, ia memang yakin bahwa herbal itu telah tumbuh di tempat itu dalam waktu yang sangat lama dan secara tidak sadar berubah bentuk menjadi manusia.
Hal ini walaupun sangat langka, bukan tidak mungkin. Binatang roh memiliki banyak kasus dapat berubah bentuk menjadi manusia. Bahkan dirinya juga dihitung satu. Oelu karena itu, Jie Yan tidak akan terkejut jika tumbuhan berupa herbal tingkat tinggi memiliki kemampuan mengambil bentuk manusia setelah berevolusi.
“Apakah aku harus membawanya atau membunuhnya di sini lalu menyerapnya?” Batin Jie Yan.
“Benarkah?” Gadis itu tersenyum cerah lalu menggunakan pakaian ketika melihat ke arah Jie Yan menggunakan pakaian yang sama.
Setelah menggunakan pakaian, Jie Yan berbalik dan berkata, “Ikuti aku.”
Gadis itu mengangguk lalu mengambil benda aneh dari kelopak bunga yang tampak seperti daun.
Namun Jie Yan yang menatap itu, menaikkan sedikit alisnya karena dengan Mata Dewa, ia dapat melihat dengan jelas bahwa daun aneh itu yang sangat tipis dan cukup tajam menghasilkan konsep yang sama kuatnya dengan yang dipancarkan oleh gadis itu.
Karena Jie Yan melihat bahwa gadis itu tidak bisa mengendalikan aura yang keluar terus-menerus dari tubuhnya, ia pun mengajarinya cara mengendalikannya.
Jie Yan sangat paham alasan kepada gadis itu selalu tidur, karena dia sibuk menyerap konsep lalu membuangnya secara tidak sadar.
Ketika Jie Yan dan gadis itu keluar dari goa, kedua ular yang menunggu merasa sangat tidak nyaman melihat ke arah gadis yang berada di samping Jie Yan.
Walaupun setelah mengetahui cara mengendalikan auranya, tetap saja penindasan aneh yang berasal dari konsep membuat kedua ular itu sedikit takut.
“Woa.. bukankah kalian cacing yang sering berkeliaran di sekitar sini?” Gadis itu berkata dengan mata berbinar. Ia mencoba memeriksa setiap sudut ular itu karena melihat sesuatu yang baru.
Jie Yan terdiam karena gadis itu menyebut kedua ular sebagai cacing. Tetapi ia semakin penasaran karena gadis itu sebelumnya pernah berkata bahwa dia mendengar suara banyak tumbuhan.
“Apakah ini bisa disebut sebagai kemampuan Kaisar Tumbuhan?” Batin Jie Yan saat memikirkan kemampuan gadis itu mendengarkan banyak suara tumbuhan. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah kedua ular yang merasa sangat tidak nyaman saat ini.
“Apakah ada tempat menarik lainnya?” Tanya Jie Yan.
Kedua ular itu mengangguk lalu menatap ke arah tertentu untuk menunjukkan arah.
Jie Yan pun langsung melompat ke atas kepala salah satu ular lalu berkata setelah gadis kecil itu meniru dirinya, “Bawa kami ke sana!”
Kedua ular itupun langsung melesat ke arah yang mereka lihat.
Sementara untuk gadis yang duduk di atas ular lainnya, menatap dengan mata berbinar ke semua tempat karena melihat hal-hal baru yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Banyak jalan memutar yang diambil oleh kedua ular itu, seperti melewati terowongan, bebatuan dan yang lainnya karena menghindari tempat binatang roh lainnya.
Tidak lama kemudian, Jie Yan yang sedang duduk di atas kepala ular, menatap ke arah kejauhan dengan mata tertarik karena ia dapat melihat bahwa ada aura berwarna oranye kemerahan dikejauhan.
Ketika kedua ular itu mendekat ke tempat itu, keduanya berhenti dan menunggu perintah Jie Yan.
“Ada yang aneh di sana. Aku merasa bahwa aura ini tampak familiar.” ucap gadis itu dengan nada bingung.
“Familiar? Apakah aura yang kau maksud adalah aura binatang roh?” Tanya Jie Yan cukup heran karena pelacakan gadis itu jauh melampauinya.
Sampai saat ini, Jie Yan tidak tau apa basis kekuatan gadis itu karena di dihitung menurut umur herbal. Meskipun Jie Yan tidak terlalu paham tentang tingkatan tumbuhan yang mengambil wujud manusia, setidaknya tingkat pertama pastilah herbal berusia 100.000 tahun, dan itu adalah awal untuk memiliki kualifikasi untuk mengambil wujud manusia.
“Um, aura ini sering berkeliaran di tempat aku tertidur tetapi dia tidak pernah mendekat di jarak 20 meter.” ujar gadis itu saat menyentuh dagunya dengan jari telunjuknya dan matanya menatap ke arah atas sedikit karena sedang berpikir.
Mata Jie Yan menyipit dan langsung tau bahwa itu pastilah binatang roh yang mencoba melahap gadis itu sebelumnya. Ia kembali menatap ke arah kejauhan, goa besar yang mengeluarkan cahaya merah oranye. Ia tau bahwa ada sesuatu yang spesial di sana, dan itu juga telah ditemukan oleh binatang roh tertentu yang dikatakan oleh gadis itu kepadanya.