RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Pengakuan


Sesampainya di apartemen, Maura maupun Maurice langsung istirahat di kamarnya mereka nampak begitu lelah.


"Aku capek banget, May. Seperti dari perjalanan jauh saja, tapi jujur saja itu pengalaman pertamaku yang sangat berharga.


Meskipun itu hanya mimpi, aku sudah senang banget. Apalagi itu benar-benar nyata, aku tak menyangka akan bertemu kembali dengan mama dan papa lagi" ujar Maurice sambil tersenyum getir.


"Itu nyata, Sist. Mungkin tak masuk akal dan sulit diterima akal sehat, tapi faktanya begitu. Ini pengalaman horor pertamamu dengan Kevin.


Tapi tidak bagiku, aku sudah sering mengalaminya puncaknya saat kita di rumah sakit waktu itu. Ada banyak hal ingin aku ceritakan kepada kalian berdua soal ini, maaf aku baru bisa mengatakannya kepada kalian." Ujar Maura berkata pelan.


"Tidak apa, May. Jika dari awal kamu sudah bercerita aku yakin kami tidak akan percaya kepadamu dan menganggapmu sudah gila.


Tapi, May... Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama bagi kami, sebelumnya aku dan Kevin sudah pernah mengalami hal ini" ujar Maurice, setengah bergidik dia menceritakan soal itu.


"Maksud kamu apa, Sist? Coba jelaskan lebih detil lagi?" ujar Maura penasaran.


Maurice mulai menceritakan awal mula dia dan Kevin untuk pertama kali mengalami hal mistis ini, jadi mereka berdua memutuskan untuk merahasiakan hal itu kepada demua orang termasuk Maura.


Seandainya mereka tahu kalau Maura juga memiliki indra keenam maka mereka sudah pasti akan menceritakan itu semua.


"Tidak apa, aku juga begitu. Mulai saat ini kita akan terbuka soal masalah ini, jika ada sesuatu kamu bisa cerita soal itu kepada bi Marni.


Karena dia juga bisa 'lihat mereka' juga, kau mengerti kan maksudku?" tanya Maura.


Maurice mengerti apa yang ingin dia katakan, saat keduanya lagi asik bercerita pengalamannya soal mistis, bi Marni membawakan mereka cemilan ke kamar itu.


"Loh, Bi... Ini kan sudah malam, masa' masih ngemil bae" ujar Maura, katanya mau diet tapi saat disediakan cemilan oleh bi Marni dia malah semangat makannya.


Jadilah mereka bercerita didalam kamar itu, mulai malam itu bi Marni maupun Maura tak sungkan lagi untuk menceritakan hal-hal gaib lagi.


Soalnya Maurice sudah tahu semuanya cerita soal Maura dan juga bi Marni yang memiliki Indra keenam juga, setidaknya Maurice tidak merasa sendirian karena memiliki orang-orang yang bisa tahu dan mengenalnya dengan baik.


"Besok kita akan menceritakan semuanya kembali ke Kevin, dia masih banyak tidak tahu apa-apa. Kasihan jika dia merasa sendirian dan tertekan sendirian" ujar Maurice menundukkan kepalanya lesu.


"Iya, tenang saja. Kita akan memastikannya kalau dia gak apa-apa. Kita kan bestie, masa' masih ada saja yang dirahasiakan antara kita.


Kecuali hubungan kalian berdua yah" ledek Maura kepada sahabatnya itu sambil terus terkekeh.


*


Besok paginya, keduanya belum bangun, tapi bi Marni sudah sibuk didapurnya membuat sarapan untuk mereka.


Saat beliau lagi sibuk dengan masakan itu, suara bel berbunyi dan bi Marni penasaran siapa pagi-pagi begini sudah bertamu saja. Kevin kah? tanyanya.


Karena dia tahu bahwa Kevin akan datang menemui mereka, dan sejak semalam dia membahas soal kejadian kemarin waktu itu.


Ceklek, suara pintu dibuka. Betapa terkejutnya dia bahwa yang datang dilihatnya merupakan seorang pemuda yang begitu tampan yang sangat dikenal oleh bi Marni.


......................


Bersambung