RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Kunjungan..


Malamnya..


Maura dan Maurice sedang mengobrol dikamarnya,mereka sedang bermain dengan Gerald.


Maurice tidak tahu tentang keistimewaan Gerald,jadi dia memperlakukannya seperti kucing pada umumnya.Dia mencium gerald,memeluk gemas,dan berusaha menggelitik Gerald.


Dasar manusia,tolong perlakukan aku dengan hormat.Aku mungkin lebih tua darimu,aku yang terkuat dan ditakuti semua arwah kenapa diperlakukan seperti ini. Heeii..heii..


Tentu saja Maurice tak mendengar itu,yang dia dengar suara meong kucing gemas. Kucing Anggora putih bersih bulunya tebal dan lembut,siapapun melihatnya pasti gemas dan ingin memeluknya.


Maura yang bisa mendengar suara Gerald,hanya tersenyum geli.Maurice pamit mau ke toilet sebentar, Maura bertanya kepada Gerald..


"Apa kau sendiri Gerald,dimana Camelia.." tanya Maura,biasanya dia mendengar suara Camelia tapi sekarang tampak sepi.


Dia sekarang lagi pemulihan,kemarin dia sempat diserang. Untung aku datang tepat waktu,kalau tidak dia akan lenyap lagi..


"Aku ta tahu soal itu,kenapa bisa begitu.." tanya Maura penasaran.


Dia mencoba menyelamatkan Kekasihnya dari serangan makhluk bayangan itu..


"Kekasih, Camelia memiliki Kekasih..?" tanyanya lagi.


Bahkan mereka telah bertunangan,yang aku dengar kekasihnya sempat membelikannya apartemen digedung ini..


"waah,kasihan sekali mereka..dia pasti patah hati sekali.."kata Maura terlihat sedih membayangkan perasaan Camelia.


Tentu saja,pacarnya sempat meminum racun ingin mengakhiri hidupnya dan merasa bersalah atas kematian Camelia dan anak itu..


"kenapa,apa hubungannya kematian Camelia dengannya? bukannya Camelia meninggal karena kecelakaan dan itu ulah makhluk jahat..?" kata Maura penasaran.


Sebelumnya Maura sudah diberitahu bagaimana Camelia bisa meninggal.


"Dan,siapa anak yang kamu maksud tadi..?" tanyanya lagi.


Anak yang mati karena kecelakaan,dia ditabrak sepeda motor didepan sekolahmu.Aku rasa kamu tahu itu..


Maura kaget mendengarnya,siapa sangka orang yang menabrak anak itu berkaitan dengan Camelia.Itu benar-benar diluar dugaan.


"Sorry tadi ditinggal lama,aku kira akan buang air kecil saja . Ternyata yang besar juga ikut keluar, hehe..." kata Maurice sambil nyengir malu.


Dasar manusia..! Gerald geli melihat Maurice.


Dia menghindar saat Maurice ingin menggendongnya,dia berlari ke arah Maura.


"Eh,kucing aja ngerti kalau kamu tu bau,haha..." ledek Maura kepada Maurice.


Suara canda tawa mereka terdengar sampai diluar, Bik Marni yang sedang menyulap kain tersenyum mendengar tawa anak-anak itu.Dia berharap keceriaan itu terus ada,jangan sampai malapetaka menghampirinya.


Disisi lain,masih diatas salah satu gedung tertinggi di New York One World Trade Center ( 1WTC ), dimenaranya masih berdiri seorang pria tua.


Dia melihat sekeliling kota New York seolah olah sedang mengawasi kota itu,kehidupan malam tak bedanya dengan siang hari.Kota new york disebut juga kota tak pernah tidur,selalu sibuk.


Ini menarik,menarik sekali..aku pikir dia akan bersembunyi diatas gunung,dilembah terdalam agar tak bisa kutemukan.Ternyata,dia memilih tempat yang ramai seperti ini...


Ujar pria tua itu,tapi dia juga berdecak kagum dengan keberanian Pak Irwan dengan memilih bersembunyi ditempat keramaian.Karena energi Pak Irwan bisa tercampur dengan energi manusia lain,dan itu bisa mengaburkan radar deteksinya.


Makhluk tua itu langsung melesat terbang tinggi, membentuk sinar biru memancarkan cahaya kebiruan seperti matanya.


Gerald sedang berada diluar apartemen,dia sedang duduk diatas batu air mancur di taman apartemen tersebut.


Dia memandangi langit,seolah olah sedang menunggu sesuatu.Dan benar saja,ada seberkas sinar kebiruan sedang melesat cepat kearah apartemennya, ekspresi Gerald berubah..


Maura...dia dalam bahaya,aku kira yang akan datang kelas teri.Siapa tahu yang datang malah lebih buas..! aku harus memperingatinya..


Gerald langsung berlari secepat kilat memanjat gedung apartemen itu,dia ingin melindungi Maura yang dalam bahaya.


Sementara itu, Bik Marni pun sudah bersiap siap menyambut tamu tak diundang itu. Semua orang sudah terlelap tidurnya tanpa tahu ada bahaya yang mengincar mereka.


Gerald sudah sampai dikamar Maura,dia tidak melihat apapun disana.Dan tidak ada hal yang mencurigakan juga,semuanya tampak baik-baik saja.


Padahal dia melihat dengan jelas,cahaya itu melesat masuk kegedung apartemen itu tepat dikamarnya Maura.


Dia curiga,takut ada jebakkan disana.Dan benar saja,Maurice sedang duduk disamping Maura,dia menatap Maura dengan pandangan aneh, senyumnya terlihat mengerikan.


Bola matanya berwarna biru,yah memang bola mata Maurice biru terlihat sangat cantik dilihatnya.Tapi bola mata biru itu memancarkan sinar terang seperti sinar lampu redup,sangat aneh.


Lalu Maurice berbalik menatap Gerald,sambil tersenyum menyeringai mengerikan.


meeeonng...meonng...grrrr...!!


Gerald mengeong keras,sambil mengambil posisi menyerang. Mendengar suara Gerald menggeram kencang Bik Marni tahu pasti ada sesuatu didalam kamar tersebut.


Dia ingin masuk kamar tapi tak bisa,kamar terkunci dari dalam. Bik Marni menggedor pintu dengan kencang.


"Buka,buka pintunya..! Gerald ada apa didalam, cepat buka..!!" kata Bik Marni,suaranya kencang dan keras.


Dan anehnya orang-orang dirumah itu tertidur pulas dan tak terbangun oleh suara kencang gedoran pintu dan suara Bik Marni.


Sepertinya mereka sudah terhipnotis,pikir Bik Marni.


Gerald terus mengeong dan menggeram,dia terus mempertahankan posisinya.Dia tidak boleh lengah,dia tidak ingin kehilangan Maura ataupun Maurice.


Kucing manis,kemarilah..duduk dekatku.hihi.. aku tak tahu siapa yang menyerang panglimaku sampai dia ketakutan seperti itu,ternyata hanya seekor kucing kecil dan manis ini.. hihihi..


suara makhluk itu terdengar mengerikan dengan suara nyaring dan parau,ditambah suara tawa memekakkan telinga membuat orang pasti ketakutan.


Gerald ingin menyerang makhluk itu,tapi dia tak bisa. Karena makhluk itu sedang merasuki Maurice,dia tidak ingin Maurice terluka olehnya.


Dasar makhluk pengecut,keluar kau..! jangan bersembunyi ditubuh anak itu,jangan jadikan manusia tak berdosa sebagai tamengmu..!


Gerald semakin marah dengan makhluk itu,dia menggeram kencang.


hihi..aku kesini hanya rindu kepada Maura,aku ingin melihatnya. Dan untuk apa aku menyakitinya,hihi..sedang manusia yang kutumpangi ini,aku hanya meminjamnya sebentar. Hihihi...


Dan tentu saja itu tipu muslihat iblis,semua orang berfokus kepada Maura tapi tidak sadar ada target lain yang diincar oleh Iblis ini.


......................


bersambung.