RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Season 2 : (PNS) Pertarungan Antara Iblis Dan Dewi


Beberapa sisa prajurit dari arah lawan maupun kawan seketika terkesima melihat fenomena langka itu, sejenak mereka hampir lupa dengan perlawanan peperangan tersebut saat melihat Maura nampak begitu bersinar, seolah alam pun mendukung angin datang diiringi gumpalan awan hitam menyelimuti langit cerah itu.


Seolah mereka mengatakan bahwa dewi perang datang untuk mengakhiri perselisihan dan pertumpahan darah pada hari itu, mengingatkan kepada putri iblis bahwa yang dia hadapi saat ini bukanlah lawan remeh yang selalu dia hadapi selama ini.


"Aku tak tahu siapa kau dan apa maksudmu melakukan hal semua ini, satu hal yang pasti ramalan raja iblis itu benar, bahwa akan datang seorang anak manusia yang akan menghentikan rencananya untuk menguasai dunia ini..


Aku yakin yang dia maksudkan itu pasti kau, Dewi... Aku tak peduli dan tak percaya akan ramalan seperti itu, karena bagiku tak ada manusia yang seperti itu sampai aku bertemu denganmu hari ini, hehehe...


Tapi perlu kau ketahui, Dewi... Aku bukanlah putri iblis biasa, aku ini keturunan langsung raja iblis, aku akan meneruskan kerajaannya di dunia ini, jadi berhentilah menggangguku!" bentak si putri Iblis.


"Pertama aku tak peduli dengan segala omong kosongmu tentang raja iblis, rencananya menguasai dunia ataupun kau yang keturunan langsung katanya, i dont care!" ucap Maura tak peduli, dia juga masa bodo dengan sikap kebingungan para makhluk yang ada di sana dalam mengartikan segala ucapan anehnya itu.


"Satu hal yang pasti, kau merupakan anak keturunan manusia dengan siluman setengah iblis, meskipun ayahmu yang manusia berubah menjadi siluman setengah iblis juga, tak mematikan jika dia aslinya manusia biasa juga.


Jadi, kau juga memiliki darah keturunan manusia, anak kecil! Jadi, dengarkan aku.. Ikut aku pulang dan menemui kedua orang tua kandungmu! Karena merekalah yang menciptakan dan melahirkanmu, bukan iblis itu!" ucap Maura lagi.


"Hah-hahahha! Manusia bo.doh! Kau tak bisa membodohiku seperti yang lainnya, iya! Mereka memang orang tua yang melahirkan aku, tapi aku dilahirkan dan diciptakan untuk menjadi putri iblis!" bantah sang putri sambil menatapnya sinis dan remeh.


"Dengar, putri... Aku sudah melihat kamar khusus milikmu yang dibuatkan memang untukmu oleh kedua orang tuamu sendiri, bukan iblis itu. Kau tahu kenapa raja iblis masih didalam neraka dan tak bisa masuk kedalam dunia manusia??!


Karena pada dasarnya di sanalah tempatnya, neraka jahanam penuh penyiksaan bagi para makhluk berjiwa hitam penuh kedengkian seperti raja iblis itu. Dan dunia manusia bukan tempatnya, dia menciptakan manusia iblis sepertimu agar dia bisa memasuki dunia ini tanpa susah payah harus melarikan diri dari cengkraman para penjaga malaikat maut yang di sana.


Dan kau, hah! Kau hanya manusia kecil yang tak berarti apa-apa baginya, jika semua keinginannya tercapai maka kau akan kehilangan segalanya, dan tentu saja kau akan dibuang setelah itu!" Maura nampak begitu bersemangat memprovokasi putri iblis itu.


Tanpa dia sadari hal itu memicu kemarahan putri iblis dan para pengikutnya, sekarang para pengikutnya beralih menyerang Maura dalam bersamaan, meninggalkan para prajurit dan kesatria panglima Wang Qin Nian.


Hal itu membuat panglima Wang Qin Nian mengambil kesempatan untuk melawan dan mengalahkan semua sisa prajurit dari lawan kerajaannya, menyisakan beberapa prajurit lainnya dan membiarkan mereka melarikan diri.


"Kenapa dibiarkan mereka, Panglima? Jangan beri kesempatan bagi mereka untuk melakukan perlawanan lagi!" tanya salah satu kesatria miliknya itu.


"Aku sengaja menyisakan dari ratusan prajurit miliknya menjadi hanya beberapa saja untuk melapor dan menjadi saksi dari semua kejadian ini, aku ingin melihat reaksi raja zalim itu.. Apa dia masih ingin menyerang kita dan mempercayakan ini semua kepada anak iblis itu, kita lihat saja!" jawab panglima sambil menatap pertempuran antara Maura dan beberapa makhluk lainnya, prajuritnya putri iblis itu.


"Aku pikir itu bukan lawan yang seimbang, Panglima. Apa kita tak perlu ikut turun membantu prajurit wanita itu?" tanya salah satu kesatria itu.


"Tidak perlu, dari awal pertempuran ini bukan milik kita ataupun milik kerajaan raja zalim tersebut. Ini pertempuran antara anak iblis dan dewi langit, hanya saja kita berada ditengah-tengahnya. Tempat yang seharusnya bukan tempat kita bertarung, jika kita ikut campur, maka sama saja kita mengantarkan nyawa kita sendiri..." ucap panglima sambil memperhatikan gerak-gerik Maura yang begitu lincah menghindari setiap serangan dari arah lawan, malah sebaliknya para lawan kewalahan menghadapi segala serangan Maura dengan pedang sakti miliknya itu.


"Tapi prajurit wanita itu..." mereka masih terlihat ragu dengan Maura dalam menghadapi para prajurit putri iblis, yang mana lawannya merupakan berbagai jenis makhluk mengerikan setengah manusia setengah iblis.


Wuuuzzs...


Trang! Trang! Trang!


Bhamm!!


Suara gaduh dan dentingan suara pedang saling beradu terus terdengar, ditambah alam yang semakin mengganas, tiba-tiba angin kencang dan petir saling bersahutan seolah raja iblis di neraka ikut membantu putri iblis itu melawan Maura.


Terlihat sesekali ada petir menyambar kearah Maura, tapi gadis itu bisa menghindarinya dengan cepat melalui gerakannya yang begitu gesit dan lincah, terkadang dia terpaksa menangkal serangan petir itu menghadangnya lewat pedang ditangannya.


"Jika dia manusia biasa, mana mungkin dia bisa menahan serangan petir sedahsyat itu. Bahkan kita saja takkan sekuat itu, aku yakin itu juga bukan petir biasa, seolah petir itu datang untuk menyerang dirinya," ujar panglima lagi.


Beberapa prajurit diperintahkan untuk kembali ke istana untuk melaporkan apa yang terjadi saat ini, tapi tetap dia meminta mereka merahasiakan tentang pertempuran antara Maura dengan para prajurit iblis tersebut.


"Bawa beberapa prajurit yang terluka juga untuk diobati, sedangkan yang lain juga harus tetap berjaga dan memperhatikan sekeliling, mungkin saja masih ada musuh yang mengintai!


Dan kalian, para kesatria! Perhatikan peperangan ini, mungkin gadis itu akan membutuhkan pertolongan kita juga. Mungkin pertempuran tadi seimbang baginya, tapi dengan adanya petir dan angin kencang ini, jadi tak seimbang lagi.


Lihatlah, beberapa kali aku melihatnya terluka akibat serangan para prajurit iblis itu! Jangan sampai dia luka lebih dari itu!" ucap panglima Wang Qin Nian nampak antusias.


Beberapa kesatria tersenyum, mereka melihat ada tatapan lain dari pandangan sang panglima kepada prajurit wanita tak di kenal itu.


"Biarkan dia menikmati hal ini untuk sesaat, aku yakin ini hanya sebentar, meskipun dia bisa saja memiliki istri lebih dari satu, tapi untuk menikahi seorang prajurit rasanya tak mungkin, kasta mereka berbeda!" jawab kesatria yang lainnya juga.


"Ehem!" tiba-tiba panglima Wang Qin Nian sedikit mengalihkan perhatian mereka.


"Aku bisa mendengar dengan jelas perkataan kalian, jangan salah faham! Perhatianku kepadanya tak lebih dari perhatian kepada kalian semua!" ujar sang panglima terlihat tak suka.


"Hehe, wajahnya tak bisa bohong! Pasti dia menyukainya!" sahut yang lainnya setelah sang panglima pergi dan memilih mengintai sendiri sambil memperhatikan Maura khawatir.


"Akh!" Maura kena sabetan kuku panjang sang putri iblis disaat dia sedang lengah.


"Hahaha! Sebaiknya kau bertekuk lutut sekarang juga, akui kesalahanmu! Dan katakan kepada dua makhluk bo.doh itu jika aku bukan putri mereka lagi!" teriak putri iblis lantang.


Tapi bukan Maura namanya jika hanya diam saja, ketika tusuk konde yang berubah menjadi pedang itu tak bisa menghadapinya mereka semua, maka dia menggunakan kalung yang tersembunyi dibalik leher bajunya itu.


"Kalung giok delima sakti, aku percaya dirimu.." gumam Maura sambil mengecup manik giok tersebut.


Blaaaarrr!


Tiba-tiba saja petir saling bersahutan dengan bertabrakan saling lawan diatas langit, awan gelap itu semakin tebal membuat keadaan siang itu menjadi gelap seolah hari itu sudah tengah malam saja, mengakibatkan kilatan cahaya terang yang ditimbulkan oleh petir-petir itu semakin jelas terlihat, setiap gerakannya membuat simbol dan siluet prajurit yang duduk diatas kuda saling bertarung.


Blaar! Blaarr!


Ctaaarr!


Setiap gesekan antara petir-petir itu menimbulkan cahaya api yang memercik kearah mereka semua yang berada dibawahnya, seolah mereka semua sedang dihantam oleh semburan cahaya api dari langit.


"Raja iblis sedang murka! Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan lawan yang begitu sulit dihadapi, apa yang diucapkan gadis ini benar tentangnya?" gumam putri iblis sambil menatap Maura bimbang.


Disaat semuanya sedang sibuk menghindari percikan-percikan api jatuh dari langit, Maura mengambil kesempatan untuk mengalahkan semua prajurit iblis lainnya. Mereka yang diserang lagi dengan sisa kekuatan yang sedikit lebih memilih mundur dan kabur dari arena pertempuran itu.


Bahkan mereka tak peduli dengan teriakan putri iblis yang meminta mereka tetap berdiri disampingnya, mereka tahu.. Setiap percikan api itu jika mengenai mereka, maka akan membinasakan mereka sendiri, ditambah lagi berbagai serangan dari Maura, mereka tak ingin mati konyol begitu saja.


"Sia.lan! Kenapa mereka malah pergi dan kabur begitu saja?!" geram putri iblis murka.


"Tentu saja mereka akan memilih kabur dari tempat ini, karena mereka tahu sekarang tempat ini tak lebih dari neraka dan jagal bagi mereka!" sahut Maura dari arah seberang sang putri iblis.


"Aku sama saja dengan mereka, sama-sama iblis! Tapi aku biasa saja, tak perlu melakukan hal bo.doh seperti itu!" ucap putri iblis terlihat jumawa.


"Karena kau tak sepenuhnya iblis, kau setengah manusia dan setengah siluman.." sahut Maura lagi.


"Aku bukan makhluk campuran seperti itu, aku adalah iblis murni, aku... Hegh!" tiba-tiba saja putri iblis merasa tercekik dilehernya.


Maura langsung terkesiap melihat kejadian tak terduga itu, bagaimana tidak dia melihat petir menyerupai cambuk itu sedang mengikat leher sang putri iblis dan menariknya keatas, melayang tinggi diayun-ayunkan dijadikan senjata bagi raja iblis itu.


"Groaaaarr!" terdengar suara aungan mengerikan diatas langit.


Petir milik raja iblis sepenuhnya masuk kedalam tubuh putri iblis, nampak dari bawah mereka semua bisa melihat diatas sana sang putri melayang sambil kejang-kejang mendapatkan berbagai petir berlomba masuk kedalam tubuhnya.


"Dasar, makhluk laknat! Dia berusaha menjadikan anak itu bagian dari tubuhnya, ini tak bisa dibiarkan!" teriak Maura.


Dia melesat terbang tinggi menuju kearah putri iblis, dan tiba-tiba saja dari arah berlawanan ada seekor naga putih yang ditunggangi seorang wanita cantik terbang kearah mereka dengan perasaan campur aduk.


"Jangan kau ambil putriku, ambil saja diriku ini jika kau mau! Graaaaww!!" ucap naga itu murka.


......................


Bersambung