
Camelia langsung menarik tangan max kebelakangnya.
**A***pa kabar nona,sudah lama tak bertemu. Apakah lelaki ini orang penting bagimu? Kalau begitu baguslah, kalian berdua bisa terus bersama dan ikut denganku*.. Kata mahkluk bayangan tersebut.
**J***angan mimpi kau, aku dan dia tidak akan pernah jadi pemgikutmu. Dan dia belum mati*..! Teriak Camelia.
**B***elum mati katamu? Haha.. Terus kenapa dia ada disini, lihatlah kebawah.. Orang-orang itu sudah menyerah denganmu, lagian untuk apa mereka menyelamatkanmu. Orang jahat sepertimu pantas mati*! Kata bayangan itu berusaha memprovokasi Max.
Camelia takut Max terpengaruh. Dan benar saja Max sudah terlihat down mendengar kata-kata mahkluk bayangan tersebut.
" Jangan dengarkan dia, kembalilah cepat sebelum para dokter itu menyerah.." kata camelia pada max.
"tapi katanya benar,aku pantas .." Max tertunduk lesu.
" Cepat kembali kataku sekarang, jangan jadi pengecut..!" Teriak Camelia mulai kesal dengannya.
Sementara mahkluk bayangan itu mulai mendekati mereka, Camelia berusaha menghindarinya dengan mundur kebelakang.
*Ja**ngan coba-coba mendekat, kalau kau tidak mau terluka*.. Ancam Camelia kepada makhluk itu.
**A***pa katamu, Haha.. Aku tak sebanding denganmu*.. Sahut makhluk itu.
Camelia mulai terpojok, dia meminta Max untuk kembali.
"Cepatlah pergi, sebelum dia menyerang kita. Apa kau ingin mati sia-sia! Jangan terpengaruh olehnya!" Bentak Camelia.
" Tapi.." Belum selesai Max berbicara, Camelia mendorongnya kebawah kembali ke tubuhnya.
Telat sedikit Max pergi, dia sudah pasti dibawah cengkraman si makhluk itu. Saat itu mahkluk bayangan sudah mau melancarkan serangannya.
Saat Max kembali ke tubuhnya, makhluk itu murka. Dia melampiaskan amarahnya kepada Camelia.
**A***aargghh.. Dasar kau wanita sialan, kau tau apa yang kau perbuat hah*..?!
Dia mencengkeram leher Camelia, kali ini dia benar-benar akan memakan jiwa Camelia.
Camelia tidak ingin menyerah begitu saja, banyak hal ingin dia lakukan. Dia tidak ingin mati untuk kedua lagi ditangan makhluk ini.
Seketika Camelia menendang makhluk itu sekuat tenaga, cengkeraman makhluk itu terlepas. Dan makhluk tersebut sedikit tersungkur oleh tendangan Camelia.
Tak kusangka, kau ternyata makin kuat saja. Baiklah aku tidak akan memakan jiwamu, tapi aku akan menjadikanmu pengikutku. Makhluk itu menyeringai.
**A***ku takkan menjadi kedua duanya, justru kau akan mati ditanganku*. Sahut Camelia.
**B***aiklah kalau maumu begitu, serangan pertamaku tadi bukan apa-apa. Berrsiaplah*..!
Makhluk itu sudah mulai terbang menuju Camelia,dan Camelia secepat kilat berlari kepadanya.
Adu tinju tak terelakkan,kali ini Camelia sedikit bisa mengimbangi lawannya. Makhluk bayangan itu menendang Camelia sampai tersungkur.
Dia menginjak perutnya, Camelia sudah kehabisan energinya.
**K***au cukup kuat, tapi kau bukan tandinganku. Sayang sekali kau harus mati ditanganku*.. Ujar makhluk itu.
Dia mulai menginjak Camelia dengan kekuatannya,ada sesuatu keluar dari mulut Camelia seperti asap putih.
ternyata makhluk itu mulai menghisap energi dan jiwa astral Camelia,saat itu camelia berpikir benar-benar akan mati lagi kali ini.
Tiba-tiba ada suara bunyi lonceng, suaranya mirip dengan lonceng dikalung kucing.
Ternyata benar saja, ada Gerald disana. Tapi anehnya wujud Gerald tak seperti kucing anggora yang cantik nan imut.
Dia menggeram sambil memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.
**L***epaskan dia, dia bukan lawanmu*. Kata Gerald kepada makhluk itu.
Tentu saja kedatangan Gerald dengan wujud seperti itu mengagetkan Camelia maupun makhluk tersebut.
*S**iapakah kau makhluk kucing besar? Apakah engkau pemilik roh kecil ini*? Tanya makhluk bayangan tersebut.
Dia tidak tahu bahwa Gerald adalah kucing kecil yang dia remehkan waktu itu.
Gerald tak menjawabnya, dia malah memperlihatkan posisi siap menyerang.
Mahkluk itu melepaskan Camelia dan mulai menyerang Gerald.
Camelia terbatuk-batuk setelah lepas dari cengkeraman makhluk itu, dia mengeluarkan cairan hitam dari mulutnya.
Dia melihat pertarungan hebat antara Gerald dengan makhluk itu.
Saat makhluk itu mulai melancarkan serangannya, Gerald langsung menggigit tubuhnya sambil menggoyang-goyangkannya seolah makhluk itu mainannya.
Dan makhluk itu dilemparkannya,seolah tak memberi kesempatan Gerald langsung menginjak-injak makhluk tersebut.
Makhluk itu kewalahan dengan serangan Gerald, dia tak menyangka akan mendapatkan lawan yang seimbang. Menurutnya..
**Ti***dak kusangka kucing besar ini liar juga, hei.. Kau sebaiknya dikurung dalam kandangku*!! Teriak makhluk itu tak terima diperlakukan seperti itu oleh Gerald.
**Ja***ngan banyak bicara, lawan aku makhluk jelek*.. Kata-kata Gerald pada bayangan itu.
Sudah hampir kalah,diejek pula. Tambah kesal dia pada Gerald.
Wuaaahhhh.. **H***aaaaa*..!!
Makhluk itu berteriak kencang memekikkan telinga, dia ingin menunjukkan sisi kuatnya. Tapi..
Ghaummm..! **G***haaaauuummm...!! Grrrrhh*...
Gerald mengaum liar suaranya lebih besar dan sangar dibandingkan makhluk bayangan tadi.
Suaranya memekikkan telinga, telinga berdenging sakit sampai Camelia tak kuat mendengarnya sampai pingsan.
Makhluk bayangan itu sedikit menciut mendengarnya.
**S***iapa kau, kenapa kau ingin sekali melindungi roh kecil ini*... Katanya penasaran.
*L**alu bergabunglah denganku, mari kita kuasai dunia ini bersama tuanmu*... Pintanya pada Gerald.
**K***au dan tuanmu tak sebanding denganku, pergi dan katakan pada tuanmu untuk tidak mengganggu manusia atau makhluk lainnya*... Kata Gerald pada makhluk itu.
**K***au tak kenal dengan tuanku, dia kuat dan maha dari segala galanya. Kau akan mati olehnya*..! Kata makhluk itu tak terima diremehkan.
Gerald langsung mengaum keras dengan ucapan makhluk itu, mendengar itu makhluk itu menciut nyalinya dan langsung pergi.
Gerald membawa Camelia pergi, dan pada saat itu juga kondisi Max pulih kembali. Dia tepat waktu saat mendarat ditubuhnya tadi, kalau tidak dokter sudah pasti mengumumkan kematiannya.
......................
bersambung