RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Season 2 : (PNS) Terjebak Di Masa Lalu 3


Maura tiba didepan sebuah istana yang begitu megah dan indah, dia mengikuti sepasang suami istri siluman itu, mereka sejenis jin baik tapi mereka belum mengenal Tuhannya. Mereka sudah tau mana yang benar dan salah, hanya perlu dibimbing lagi untuk mengenal sang penciptanya lebih dekat lagi.


"Maura, inilah rumah kami yang sederhana. Tidak terlalu mewah tapi cukup untuk kami berdua, disini hanya ada kami saja. Tidak ada makhluk lain, karena tidak ada satupun yang mau mendekati kami.." ucap Liu Wei Yan sedih.


"Itu dulu sebelum kita bertemu dengan Maura, aku yakin setelah berita tersebarnya atas kutukan ini sudah tercabut, aku yakin mereka akan kembali lagi bersama kita.." ujar Fa Wei Xian menenangkan suaminya.


"Mereka? Siapa?" tanya Maura.


"Dulu sekali, aku memiliki beberapa anak buah dari berbagai makhluk di hutan itu sebelum bertemu dengan suamiku ini, mereka tetap setia padaku apapun yang terjadi, sampai tiba aku dan suamiku dipaksa menjadi satu dan berubah menjadi iblis sepenuhnya akibat perbuatannya putri kami.." ujar Fa Wei Xian menjelaskan semuanya.


"Oh.. Jadi anak kalian itu adalah seorang perempuan.." gumam Maura lagi.


"Menurut ramalan, putri kami ini akan mengakibatkan sebuah bencana besar dimasa depan, ah tidak! Di masa sekarang saja dia sudah banyak membuat bencana besar lainnya.." ucap Fa Wei Xian terlihat gusar sekali.


"Contohnya?" pancing Maura, dia mulai sedikit memahami arah pembicaraan mereka.


"Ada seorang biksu tua yang pernah bertemu denganku waktu itu, sudah lama sekali.. Dia pernah berkata, di masa depan putriku akan membuat sebuah bencana besar dengan merubah diri sepenuhnya menjadi iblis berkedok Dewi..


Nanti, akan banyak manusia memujanya meminta keberkahan dan hal-hal bersifat manusiawi lainnya, dia akan mempengaruhi mereka semua yang memujanya untuk melakukan hal-hal menyesatkan.


Hingga suatu hari nanti dia menyesal akan perbuatannya, dan tidak ada lagi kesempatan untuk dirinya. Karena manusia semakin serakah dan penuh nafsu kenikmatan duniawi, dan semakin jauh dengan Tuhannya.


Biksu itu juga berkata, kelak akan datang seorang Dewi dari tempat lain akan menyelamatkan kami semua dari jeratan iblis itu, dan aku yakin itu kamu, Maura..


Hari ini kau telah membebaskan aku dan suamiku dari kutukan iblis ini, kelak.. Kau akan menyelamatkan anak kami dari perbuatannya itu.." ujar Fa Wei Xian sambil menatap lekat kearah Maura penuh harap.


"Tunggu dulu, sebenarnya kalian berdua tau siapa aku? Dan,, anak kalian itu... Seorang wanita memakai gaun pengantin berwarna merah, dan sedang hamil bukan?" tanya Maura, hanya ingin memastikan saja.


"Pertanyaan pertama, iya kami tau saat pertama kali melihatmu setelah kutukan itu menghilang, dan pertanyaanmu yang kedua.. Jujur aku tidak mengerti sepenuhnya, anak kami masih kecil dan tentunya belum menikah apalagi hamil?! Bagaimana mungkin itu terjadi..," ujar Liu Wei Yan heran.


"Tunggu dulu suamiku, mungkin yang dilihat Maura adalah gambarannya di masa depan.. Untuk itu, sebelum dia tumbuh dewasa dan menikah, kita harus menyelamatkannya dulu dari semua kutukan iblis tersebut.." sahut Fa Wei Xian.


"Kutukan iblis apanya, kan anak anda sendiri adalah seorang iblis! Sebaiknya kita harus bergerak cepat sebelum ajaran semakin meluas dan banyak korban jiwa yang berjatuhan.


Karena dia masih kecil, dia mungkin belum bisa memberikan banyak perintah ataupun membuat aturan, aku yakin ada kemungkinan makhluk lain entah itu manusia ataupun iblis lainnya mempengaruhinya.." ujar Maura penuh keyakinan.


"Penjelasanmu masuk akal, tapi ini sudah larut malam.. Sebaiknya kau istirahat dulu, Maura.. Istriku akan mengantarkanmu ke kamar tamu, aiya! Lucu sekali ketika aku bilang kamar tamu, padahal kami berharap sekali ada tamu yang akan datang meskipun tidak akan pernah ada.." ujar Liu Wei Xian sambil terkekeh tapi ekspresi wajahnya begitu sedih.


"Sudahlah, kamu juga perlu istirahat suamiku.. Mari, Maura.. Aku antarkan kamu ke kamarnya" ucap Fa Wei Xian.


Maura mengikuti Dewi alias jin wanita itu menuju sebuah kamar yang cukup luas, begitu bersih dan rapi, dipenuhi beberapa ornamen khas dari negeri tirai bambu itu, dan didominasi oleh warna merah dan keemasan, dia juga melihat ada taman disamping kamar tersebut, ada beberapa pohon sakura dan pohon persik, dan ditengahnya ada kolam ikan kecil dan beberapa pohon bonsai kecil yang berbentuk indah.


"Kamar ini kami peruntukan untuk putri kami, berharap suatu hari nanti dia berubah dan kembali bersama kami.. Dari semua ini kamu pasti sudah tau kan, Maura.. Bahkan dalam peti kayu ini tersimpan berbagai jenis kain dan pakaian akan kami berikan kepadanya.


Untuk sementara waktu, kamar ini boleh kamu pakai sampai dia kembali lagi.. Kamu juga boleh memakai apapun yang ada didalam kamar ini.." ucap Fa Wei Xian tulus.


"Termasuk memetik buah persik itu, kan?" tanya Maura penuh antusias, dia terlihat begitu bersemangat.


"Kecuali yang itu, tapi jika kau memutuskan untuk menjadi siluman dan mau tinggal disini selamanya, silakan saja.." ucap Fa Wei Xian sambil tersenyum geli.


Mendengar penjelasannya sontak membuat semangat Maura untuk memetik buah persik langsung menurun, dia menggeleng cepat dan tak mau tinggal disini selamanya.


Dia tak mau tiba-tiba saja tak bisa kembali ke dunianya dan malah terjebak disini hanya gara-gara kesalahan kecil, makanya sekarang dia terlihat lebih hati-hati lagi dalam bersikap dan perbuatan.


"Tidak ada, kecuali itu saja kalau disini. Nah, silakan makan Maura dan selamat beristirahat.." ujar Fa Wei Xian.


Dengan sekali menjentikkan jarinya maka segala berbagai jenis makanan terhidang di atas meja yang ada didepan Maura, air liur gadis itu sampai menetes saking harumnya, apalagi perutnya mulai terasa lapar saat mencium aroma lezat makanan tersebut.


Setelah beberapa saat, dia telah selesai makan dan tertidur pulas diatas kasur didalam kamar tersebut, sesaat dia hampir melupakan keberadaannya sekarang ini. Bahkan dia hampir lupa siapa dirinya saat ini.


.


.


Sementara itu, disebuah istana megah milik salah satu kerajaan terbesar di negeri itu, terlihat seorang raja sedang mendiskusikan sesuatu kepada salah satu penasehatnya mengenai kelangsungan kekuasaan kerajaannya diantara kerajaan-kerajaan kecil lainnya.


"Aku tetap ingin berkuasa sampai ke anak cucuku nantinya, kerajaan ini harus lebih berkuasa dan ditakuti oleh kerajaan-kerajaan lainnya, setidaknya sampai aku bisa menaklukkan mereka semuanya!


Untuk itu, aku membutuhkan seseorang yang bisa mendukungku untuk mencapai itu semuanya, seseorang yang dapat membantuku mendapatkan kekuatan yang lebih besar lagi dan ditakuti dan disegani oleh semua kalangan baik itu para pejabat di negeri ini ataupun kalangan rakyat jelata!" ucap sang raja arogan dan begitu angkuhnya.


"Ampun, Tuanku.. Tanpa bantuan dari siapapun, Baginda sudau memiliki karisma dan kekuatan yang luar biasa. Tidak ada satupun yang bisa membantah ataupun menolak ucapan ataupun perintah Tuanku Baginda.." ucap sang penasehat hati-hati sambil menundukkan kepalanya.


Sang raja nampak senang saat dipuji seperti itu, dia mengelus kumis dan janggut panjang miliknya itu sambil memikirkan sesuatu, dia merupakan raja yang tamak dan zolim terhadap rakyatnya, haus akan kekuasaan dan pujian.


Bahkan setelah menikahi seorang putri raja dan memiliki ratu, dia masih memiliki puluhan selir dihidupnya, seolah tak pernah terpuaskan keinginannya, kemanapun dia pergi pasti akan membawa seorang wanita cantik yang akan dijadikan selir untuknya.


Bahkan anaknya pun tak terhingga saking banyaknya, meskipun putra mahkota sudah ditetapkan yaitu putra pertama dari sang ratu, perebutan tahta masih saja terjadi, tapi raja tamak itu tak perduli dengan perselisihan diantara para anak-anaknya, bahkan persaingan diantara para selir sering terjadi.


Baik itu raja maupun ratu tak ada yang perduli, bedanya sang raja sibuk dengan ketamakannya tapi kalau ratu dia sibuk merancang strategi untuk menggulingkan kekuasaan sang raja yang terkenal tamak dan zolim tersebut, dia sudah jengah dengan semua perbuatan semena-mena raja tersebut.


"Penasehat, aku dengar diujung negeri ini ada sebuah kuil tempat pemujaan, katanya tempat itu bisa mengabulkan semua permintaan kita, utus orang untuk datang dan memastikan itu semua, benar ataupun salah laporkan langsung kepadaku!" titah sang raja.


"Baik, Tuanku.." ucap sang penasehat tanpa berani membantah.


.


.


Sementara di kuil tersebut, seorang gadis kecil tersenyum licik didalam pertapaannya. Seolah akan mendapatkan sesuatu yang besar nantinya, dia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mempersiapkan sebuah perjamuan esok harinya.


"Besok kita akan kedatangan dari perwakilan kerajaan terbesar di negeri ini, sambut ia dengan baik.. Dan buktikan jika ia tak salah jauh-jauh datang kemari.." ucap gadis kecil tersebut.


Usia kelahirannya mungkin sekitar seratus tahunan, tapi fisiknya seperti anak berumur 10 tahun, dia begitu cantik dan lembut, periang dan selalu ceria, tapi isi kepalanya melebihi orang dewasa, dia begitu naif, jahat dan licik.


Dan tentu saja dia merupakan anak kesayangan raja iblis neraka, dia menggantikan posisi ayahnya untuk melayani sang raja iblis tersebut dan melakukan banyak perbuatan jahat sesuai instruksi sang raja iblis.


......................


Bersambung