RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Panglima Adipati Arialoka 2


Putri Dadar Bulan sama sekali tak mengira akan dilamar oleh seorang Pangeran, dan dia yakin ini bukanlah hal yang mudah. Akan banyak rintangan akan dia hadapi.


Puluhan Putri dari berbagai Kerajaan dibawah wilayah Kerajaan Sriwijaya menanti akan di persunting sang Pangeran, siapa sangka seorang Putri dari Kerajaan kecil akan mendapatkan keberuntungan itu.


Selama di wilayah Kerajaan dia tak ada teman, bahkan seseorang yang bisa diajak ngobrol pun tak ada. Semua orang menjauhinya, merasa dia tak pantas untuk sang Pangeran.


Satu-satunya teman yang bisa dia ajak bicara adalah Arialoka, dia teman sekaligus pengawalnya juga. Adipati Arialoka dia adalah teman sekaligus pengawal untuk Pangeran dan Putri Dadar Bulan.


Dia dipercaya oleh Raja dan Ratu untuk tugas itu, karena mereka sudah mengenalnya lebih baik dan kesetiakawanan dan pengabdiannya sudah teruji.


Pada suatu malam, Maharaja dan Ratu meminta beberapa orang untuk datang ke balai pertemuan. Disana ada orang-orang hebat, seperti Brahmana putih dan beberapa panglima besar kepercayaan Raja.


" Aku kumpulkan kalian disini, karena ada sesuatu hal yang sangat penting untuk aku sampaikan.


Dibeberapa wilayah dan kerajaan kecil di perbatasan Sriwijaya dan Majapahit ada kegaduhan yang terjadi. Banyak orang yang kehilangan anggota keluarganya, kalau barang hilang mungkin bisa dicari lagi tapi kalau anggota keluarga yang hilang kemana harus mencari?


Banyak rumor yang mengatakan, bahwa hilangnya orang-orang itu berkaitan dengan Sihir dan pemujaan Iblis.


Aku meminta kalian semua yang ada disini, ikut serta dalam menjaga keamanan dan keselamatan seluruh rakyat Melayu, Sriwijaya." Kata Raja menjelaskan dan memberi perintah.


" Untuk selanjutnya, aku minta Brahmana putih untuk memimpin kelompok ini. Silakan.. " Kata sang Raja.


" Baiklah, aku akan membagi beberapa kelompok untuk menjaga keamanan Kerajaan dan memerangi musuh di daerah perbatasan.


Untuk di wilayah Kerajaan aku meminta Pangeran tetap di kawasan istana, dan untuk di daerah perbatasan aku meminta Putri Dadar Bulan dan Adipati Arialoka untuk menjaga disana." Kata Brahmana.


" Kenapa aku harus tetap di istana, bukankah aku harusnya di medan perang? Setidaknya aku bisa memberikan kontribusiku kepada Kerajaan ini.


Dan satu lagi, Putri tidak boleh keluar istana. Dia merupakan calon Ratu di Kerajaan ini. Jika dia harus pergi, akupun juga akan pergi " Ucap sang Pangeran keberatan atas keputusan itu.


Ternyata banyak juga yang setuju pendapat sang Pangeran termasuk juga Raja dan Ratu.


"Betul sekali Brahmana, kenapa Putri harus ikut berperang juga?" Kata Raja heran.


" Mohon ampun Paduka Maharaja jika keputusan hamba ini agak memberatkan, tapi ini semua sudah hamba pikirkan matang-matang dan sudah jelas hamba tetapkan keputusan ini." Kata Brahmana.


"Hamba mengenal Putri sejak beliau masih kecil, hamba tahu betul watak sifatnya dan kemampuannya.


Jangan memandang fisiknya yang kelihatan lemah lembut ini, dia sangat kuat dan tak tertandingi. Dia sudah ditempah untuk hal semacam ini.


Aku meminta Pangeran tetap di Istana agar bisa menjaga dan melindungi Kerajaan, jika terjadi sesuatu kepada kami nanti. Pangeran akan tetap ada sebagai benteng terakhir, jangan sampai Kerajaan ini runtuh. Pangeran adalah penerus Kerajaan ini.


Sedangkan Adipati arialoka dia juga mumpuni dalam dunia ilmu bela diri dan peperangan, dia juga bisa melindungi tuan putri juga sebagai pengawalnya." Jelas dan yakin Brahmana menjelaskannya.


" Benar Pangeran, yakinlah padaku. Aku akan kembali, saat ini semua selesai kita tak perlu lagi mengkhawatirkan banyak hal lagi." Kata sang Putri.


" Hamba akan menjaga dan melindungi Putri segenap jiwa raga hamba, Pangeran tak perlu khawatir." Ujar Adipati Arialoka.


" Justru itu yang aku khawatirkan." Gumam Pangeran.


Dia masih cemburu dan tidak percaya dengan Arialoka, dia tahu Arialoka juga mencintai Putri Dadar Bulan. Meskipun pada akhirnya dia yang mendapatkan sang Putri rasa was-was itu pasti ada.


Apalagi mendengar mereka akan ditempatkan ditempat yang sama saat bertugas nanti, pikirannya berkecamuk.


Sebenarnya Pangeran Balaputradewa tidak usah merasa cemas dan takut, karena sang Putri pun menyukainya. Dia wanita yang setia dan sangat jujur dengan perasaannya itu, bukan karena pangeran calon Raja dia menyukainya, melainkan sifat sang pangeran yang baik hati dan sangat dekat dengan rakyatnya itu yang membuatnya suka.


Apalagi Putri selalu melihat kedekatan Pangeran dengan pengawalnya sudah seperti sahabat karib itu, membuatnya jatuh hati. Dan dia pun tahu dengan perasaan Arialoka padanya, dia tak ada rasa padanya dia hanya kagum saja pada Arialoka.


Dan kebaikan hati Arialoka yang memaklumi semua perasaan itu, membuatnya semakin kagum. Tetapi satu hal yang Putri tak tahu, didalam hati Arialoka hanya ada namanya saja, dan itu dia pendam sendiri perasaannya.


Hingga hari itu tiba, mereka semua berangkat ke daerah perbatasan. Pangeran melepas mereka dengan berat, sebelum itu dia memberi peringatan kepada Arialoka.


" Dengar dan perhatikan baik-baik, Putri Dadar Bulan adalah calon Ratu di Kerajaan ini. Jaga dan lindungi dia baik-baik, kapan perlu gunakan nyawamu untuknya.


"Hamba sadar akan posisi hamba Pangeran, dan jangan khawatirkan Putri dia aman bersama kami." Jawab Arialoka.


Kelompok itu bergerak ke arah timur tempat perbatasan dan kerusuhan itu terjadi.


Kelompok itu terdiri dari dua Brahmana, enam punggawa, dua diantara wanita termasuk Putri Dadar Bulan, ada sekitar belasan pelayan yang akan melayani mereka, terutama sang Putri. Ini merupakan perintah Pangeran yang tak ingin Putri merasa kesulitan nantinya, padahal Putri tak meminta dan merasa risih kalau diistimewakan seperti ini.


Dia tidak biasa dengan hal ini, meskipun dia Putri raja dia tak pernah meminta di layani seperti itu. Dan itu salah satu membuat kedua pemuda itu kagum dan jatuh hati padanya. Dan tambahannya ratusan prajurit yang akan berperang melawan para penyihir dan sekutunya, tentunya mereka sudah dibekali ilmu kebatinan. Karena melawan mereka tidak hanya dengan adu fisik dan senjata saja, tapi juga ilmu kebatinan sangat perlu untuk melawan mereka.


Mengingat yang di hadapi bukan musuh biasa, apalagi kalau hati tak bersih akan sangat mudah untuk digoda. Mereka bisa saja masuk dalam perangkap muslihat tipu daya penyihir sang pemuja Iblis itu.


Sudah berbulan-bulan mereka disana, dan perang sudah berlangsung tiga kali dan tentunya diakhiri dengan kemenangan mereka.


Atas kemenangan mereka, para punggawa mendapatkan gelar Panglima, seperti Arialoka dia mendapatkan gelar Panglima Adipati Arialoka. Sedangan untuk Putri Dadar Bulan mendapatkan gelar Dewi Srikandi Dadar Bulan.


Tetapi para penyihir itu tidak hilang akal, mereka mencoba menyelami isi hati para prajurit yang akan mereka goda untuk menjadi pengkhianat.


Dan mereka menemukan salah satu prajurit yang bisa mereka goda, tapi sayangnya dia adalah salah satu punggawa terbaik mereka.


Dia lah Kamaru, seorang pemuda yang sedang jatuh cinta tetapi dikhianati oleh sang kekasih, wanita pujaannya memilih menikah dengan pria yang dijodohkan orang tuanya.


Karena dia punggawa, dia bebas keluar masuk ruangan di basecamp itu. Termasuk kedalam ruang istirahat Dewi Srikandi. Saat perperangan itu terjadi, mereka berhasil merampas kalung batu giok delima sakti. Kalung itu milik sang Penyihir sakti sebagai senjata juga kelemahan mereka.


Dan kedatangan Kamaru itu untuk mengambil kembali kalung itu untuk diserahkan kepada para penyihir, tapi usahanya diketahui Dewi Srikandi.


Terjadilah perlawanan diantara keduanya, tapi dia dicurangi dengan semburan serbuk sari yang beracun. serbuk sari itu menghalangi pandangan Dewi Srikandi dan terkena satu tusukkan pedang Kamaru sudah membuatnya lumpuh akibat racun itu.


"Dewi, apa yang terjadi padamu? Siapa, siapa yang melakukan ini?!" Saat itu Arialoka baru menyadari keadaan Dewi Srikandi saat ingin menemuinya.


"Kejar, kejar dia. Jangan sampai dia kabur." Ucap Dewi Srikandi.


"Siapa dia, katakan aku takkan mengampuninya!" Teriak Arialoka geram.


" Kamaru, dia terkena sihir kuat dan tak bisa mengendalikan dirinya. Kalung itu bersamanya, ugghh.." Belum selesai bicara dia sudah memuntahkan darah, racun itu sudah menyebar.


"Cepatlah, aku sudah tak ada waktu lagi..ugh!" Katanya sambil menahan sakit.


Arialoka menangis pilu melihat wanita yang dia kasihi itu.


"Arialoka, terima kasih atas kebaikan hatimu ini. Semoga Sang Hyang Widhi mempertemukan kita lagi di dunia ini." Ucapan terakhir sang Dewi Srikandi membuatnya histeris.


Dia berteriak seperti orang gila, dan berlari mengejar Kamaru.


" Pergilah jauh-jauh, dan bersembunyilah dengan baik. Jika tidak aku akan menemukanmu dan mencabik-cabik tubuhmu itu dan itu lebih sakit karena takkan kubiarkan kau mati begitu saja, kau akan kusiksa sampai mati..!!" Janjinya itu menusuk sampai ketulang.


Rasa sakit, kecewa,sedih ditinggalkan sang pujaan membuatnya menjadi gila dan ganas.


Setiap dia bertemu dengan penyihir atau sekutunya dia akan langsung menepas kepalanya, keganasannya itu sampai ketelinga para penyihir itu. Mereka pergi menjauh dan meninggalkan wilayah Kerajaan Sriwijaya dan membangun sekte barunya ditempat lain.


Sementara itu, Arialoka ditakuti dan disegani semua orang terutama para penyihir dan penjahat. Hingga dia terpaksa harus dikurung karena keganasannya.


"Aku terpaksa memasungmu Arialoka, bukan karena kau tak bisa menjaga amanahmu untuk menjaga Dewi Srikandi tetapi karena sifat dan ulahmu yang tak bisa dijaga lagi. Sifat manusia mu hampir hilang, sadarlah..!" Teriak Brahmana.


"Aku berjanji, jika sang hyang Widhi melahirkan aku kembali, aku ingin hidup sebagai diriku yang lain. Yang bisa menjaga Dewi Srikandi." Ucapnya penuh sesal.


......................


Bersambung


Dear pembaca, untuk cerita sejarah disini hanya fiktif belaka yah. banyak latar belakang dan nama-nama yang tidak sesuai di sejarah karena ini memang bukan cerita asli kerajaan Sriwijaya maupun Majapahit yah.


Yuk, dukung terus karyaku ini. Jangan lupa sebarkan cintamu dengan bunga-bunga indah yah.. terima kasih..