RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Petualangan Maurice..


Maurice yang sedang kerasukan tersenyum menyeringai,berlahan dia bangkit dari duduknya.Mendekat kearah Gerald,menatap lekat.


Kucing manis, kira-kira apa yang akan aku lakukan pada dua bocah ini..? yang satu begitu manis tak sabar aku membawanya,yang satunya juga cantik ingin juga memilikinya..


Gerald menatap sangar menyeringai memperlihatkan giginya yang tajam,dia masih berpikir apa yang harus dia lakukan.


Dia tak boleh lengah, makhluk yang merasuki Maurice bukan roh jahat biasa. Ada kekuatan besar didalamnya.


Menjauhlah,kau bilang hanya menyapanya saja. Itu sudah cukup sebelum kau menyakitinya lagi..


Gerald tau,kekuatan arwah itu bisa menyakiti tubuh yang ditumpanginya. Itu akan menguras banyak energi,manusia bisa kelelahan kalau terlalu lama kerasukan.


hahaha..baiklah,tapi sebelumnya suruh manusia hina diluar sana diam. Dia berisik sekali..!!


Kata makhluk itu,sedari tadi Bik Marni tak pernah berhenti menggedor pintu. Dia khawatir akan terjadi hal buruk pada kedua anak gadis dikamar itu.


Hiraukan saja dia,tidak perlu dipedulikan.keluar sajalah kau..!


perintah Gerald,dia jadi tak sabar..


Jangan meremehkan hal kecil,justru hal kecil itu bisa saja membunuhmu. Hehe...


Dia seolah memberi tanda sesuatu yang tak dimengerti oleh Gerald.


Setelah itu, makhluk jahat itu keluar dari tubuh Maurice. Seperti sinar terang melesat keluar dari tubuhnya.


Setelah makhluk itu keluar,semua kembali seperti semula. Pintu kamar terbuka,Bik Marni langsung masuk kamar dan melihat Maurice pingsan dilantai samping Gerald.


"Apa yang terjadi,kenapa Maurice pingsan..? dan tadi,sesuatu yang sangat jahat masuk. Aku hampir tak bisa mendeteksi kehadirannya. Aku baru menyadarinya setelah dia masuk..!" kata Bik Marni.


"Kau benar,sesuatu yang jahat telah datang. Dia sepertinya begitu mengenal Maura.. Aura jahat yang sangat kental,aku merinding sekali saat bertatapan dengannya..." kata Gerald.


"Merinding apanya,dari tadi aku mendengarmu menggeram terus.." sangkal Bik Marni pada Gerald.


"Tentu saja,aku harus menjaga wibawaku. Aku takkan tunduk padanya begitu saja.." Gerald membela diri.


Bik Marni tersenyum geli melihat tingkah Gerald yanga menyombongkan dirinya sambil berlenggak lenggok didepannya.


Mungkin baginya itu bentuk kewibawaannya,tapi bagi Bik Marni atau orang lain yang melihatnya itu menggemaskan.


Sebelumnya,saat Maurice kerasukan. Dibawa alam sadarnya.


Maurice seperti berada di padang pasir yang tandus. Tak ada apapun disana,hanya hamparan pasir begitu luas.


Tiba-tiba ada badai pasir datang menggulung semua pasir itu,angin kencang menderu menghempaskan tubuhnya. Mengetahui ada bahaya,dia berlari kencang menghindari badai pasir itu.


Disela-sela pelariannya,dia melihat seperti ada danau didepannya. Dia berlari kearahnya berharap bisa berlindung disana,tapi sayang itu hanya fatamorgana saja.


Dan anehnya setelah sampai disana,dia seperti terhisap oleh pasir itu.


Udara tadi begitu panas sampai dia berkeringat, tiba-tiba menjadi sangat dingin. Dia merasa terpendam oleh sesuatu. Berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari sana sampai harus menahan rasa dinginnya.


Ketika dia keluar,betapa kagetnya dia. Tadi berada di padang pasir,dan sekarang berada di gunung es. Hamparan salju menutupi area disana dan tak terlihat apapun.


Maurice berusaha berjalan sambil menahan rasa dingin itu,dia memakai piyama saat tidur tadi. Mana tahu kalau dia akan berada di situasi seperti ini.


Diatas gunung es,terdengar suara lolongan. Maurice melihat kearah suara lolongan itu,betapa terkejutnya dia melihat segerombolan serigala berwarna putih salju memandanginya dengan sangar.


Maurice tahu dia dalam bahaya,dia berlari sekuat tenaga menghindar dari kejaran para serigala itu.


Entah darimana datangnya mereka, sepertinya mereka memang menunggunya. Seperti pemburu mengejar buruannya,mereka tak bisa melepaskan Maurice begitu saja.


Maurice adalah target,harus fokus ke target. Maurice menyadari dia takkan selamat,dia tak cukup kuat berlari. Suhu dingin menusuk tulangnya ditambah tak ada tempat bersembunyi.


Dia melihat gundukan salju,dia memutuskan bersembunyi disana. Dia sadar tak ada gunanya bersembunyi,para kawanan tersebut sudah melihatnya.


Suara gerak kaki mereka yang berlari kencang,dan suara lolongan yang semakin keras. Menandakan mereka semakin dekat dengannya.


"Aku pasrahkan semuanya kepadaMu Tuhan,jika ini mimpi maka bangunkanlah aku. Dan jika ini nyata maka cabutlah nyawaku sekarang..." Maurice berdoa dengan pasrahnya.


Menutup kedua matanya sambil meringkuk kedinginan dibalik tumbukan salju itu. Tiba-tiba situasi menjadi hening dan sepi,Maurice mulai membuka matanya berlahan.


Kali ini dia berada ditempat lain lagi. Hutan pohon Pinus, disekelilingnya penuh pepohonan. Dia tau sekarang berada di hutan sekarang.


Setelah mengamati cukup lama,dia merasa aman. Tapi hatinya belum tenang,terlalu awal untuk merasa damai pikirnya.


"Sekarang apalagi Tuhan,aku capek..tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini.." keluhnya sambil menangis.


Dia sekarang berada dititik tengah hutan itu,ditengah hutan itu ada jalan setapak yang arah jalannya lurus tak berujung.


Dia berjalan kearah jalan tersebut dan menyusuri jalan itu. Berharap ada keajaiban bisa keluar dan pulang ke rumah,sepanjang jalan dia kelelahan setelah menengok ke kanan dan ke kiri. Dia melihat danau kecil disamping dia berdiri.


Maurice menghampiri danau tersebut,berharap bisa membasahi tenggorokannya yang kering kehausan.


Diseberang Hutan itu,dia melihat taman bunga yang luas. Begitu cantik dan mempesona.


Ditengah danau itu ada jembatan penghubung, di ujungnya posisi tepat disamping taman bunga itu ada wanita tua sedang memetik bunga-bunga itu.


"Nyonya, nyonya.. bisakah kau membantuku..?" teriak Maurice diseberangnya.


"Apa..! Aku tak mendengarmu..!" sahut wanita itu.


Wanita separuh baya dipanggil nyonya itu memandangi Maurice sambil memegang sepucuk bunga unik berwarna merah.


Seolah terhipnotis,Maurice menghampirinya. Dia mulai mendekati danau, menyeberangi danau untuk menghampiri wanita tua itu.


Langkahnya semakin dalam,air danau mulai berlahan menelannya. Dan..


"Jangan kau ikuti dia kalau tak ingin bernasib sepertiku.." terdengar suara anak kecil.


Tersadar dari hipnotisnya, Maurice kaget dia berada di danau sekarang. Refleks menoleh ke arah suara tadi,terlihat ada anak kecil perempuan duduk diatas jembatan penghubung itu, memperhatikan Maurice sedari tadi.


"Apa yang kau lakukan disana..?" katanya pada anak itu.


"seharusnya aku yang bertanya,apa yang kakak lakukan disana.." jawab gadis kecil itu tersenyum.


Maurice lalu menepi dari danau itu,gadis kecil itu tiba-tiba sudah berada disana. Padahal jarak jembatan itu kearah tepi danau tempat Maurice berada cukup jauh.


"kakak pulang saja,ini bukan tempat kakak.." kata gadis kecil itu.


"aku ingin sekali pulang,tapi tak tahu jalannya.." kata Maurice terlihat lelah dan menyerah.


Bagaimana tidak,sedari tadi dia diincar bahaya terus dan hampir saja mati tenggelam. Dia pasrah dengan keadaan ini.


"Hemm,aku sepertinya pernah melihat ini.ada kakak cantik tersesat di hutan ini lalu dibantu keluar oleh kakak cantik yang lainnya.." kata gadis itu seperti memikirkan sesuatu yang pernah dia lihat.


"Coba aku juga mau bantu,siapa tau bisa.." katanya sambil berlari ke arah hutan tanpa memperdulikan orang yang ingin dia bantu.


"Hei,tunggu..kalau ingin bantu, tungguin dong.." katanya jengkel pada bocah lincah itu.


Sementara itu, diseberang danau. Wanita tua itu terlihat marah.


"Dasar bocah tengik, beraninya dia mengambil tawanan tuan..! akan kubalas dia..!!" katanya menggeram.


Seketika wujud aslinya keluar,sayapnya muncul dari tulang rusuknya. Gigi taring besar mencuat keluar, seluruh tubuhnya keluar bulu-bulu lebat menutupi seluruh tubuhnya.


Dia terbang mengincar Maurice dan gadis kecil itu,sedangkan dua orang itu berjalan ke arah hutan tanpa tahu bahaya mengintai mereka.


......................


bersambung


ilustrasi gambar



Gerald


Episode kali ini cukup panjang,authornya lagi semangat menulis cerita.. 😁


yuk,tambah semangat lagi beri like,coment juga vote dan hadiahnya yahh..!


kasih support terus,makasih semua..