RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Sosok Penolong


"A-apa yang terjadi?" tanya Angga keheranan melihat makhluk itu menghilang begitu saja.


"Aku gak tau! Aku hanya mencoba melepaskan diri darinya" ujar Dhania masih ketakutan.


"Pakai apa?" tanya Angga penasaran.


"Pakai ini?" jawab Dhania dengan muka polosnya menunjukkan keris ditangannya.


"Ya sudah, mari kita pergi sebelum para makhluk keluar mengejar kita" ucap Angga membantu Dhania bangun dari duduknya.


Keduanya merasa lega karena makhluk tadi sudah pergi, setidaknya khasiat benda yang mereka bawa terbukti ampuh juga.


Braak!


"Whaaa!!"


Para makhluk itu berhasil keluar dari ruangan itu dan mengejar keduanya lagi, baru saja lega karena selamat dari makhluk menjijikkan tadi, eh malah datang lagi yang lebih banyak.


"Kenapa ini terus terjadi lagi?! Akhhh!" Dhania berteriak kesal.


Keduanya terus berlari keluar dari gedung itu, para mahkluk itu terus mengejarnya. Ada yang merangka didinding, ada yang terbang menembus apapun yang didepannya membuat keduanya semakin ketar-ketir berlari.


"Dhania, pegang tanganku! Jangan sampai lepas, bertahanlah sedikit lagi kita keluar dari tempat terkutuk ini!" teriak Angga.


Sungguh pengalaman pertama bagi keduanya mengalami hal gaib seperti ini, keduanya sama sekali tak menyangka akan menjadi bagian dari adik-adiknya yang ikutan terjebak dengan hal dunia pergaiban ini.


Akhirnya mereka berhasil keluar dari gedung itu, tapi para makhluk itu terus mengejar mereka. Mereka berlari ketakutan membuat para security yang menjaga sekitaran gedung itu keheranan.


"Hei Boy, Girls? Kok lari ketakutan begitu, kayak dikejar setan aja!" ujarnya aneh.


"Emang dikejar setaaan Paaaak!!" teriak Angga.


Security itu yang hanya berpatroli sendirian mendengar perkataan mereka jadi ketakutan juga, dan ikutan berlari padahal dia tak melihat apapun kecuali angin terasa kencang menerpanya.


"Pak, kok ikutan lari juga? Emang dikejar juga?!" tanya Dhania heran melihat security itu berlari mengejar mereka.


"Gak, aku gak lihat apapun! Takut juga patroli sendirian setelah melihat kalian begitu, apalagi barusan bilang setan. Aku kan fobia setan!" ujarnya berlari mendahului Angga dan Dhania.


"Dasar aneh, semua manusia juga fobia setan! Mana ada orang yang berani ngadepin jin iblis itu!" geram Angga kesal dengan kelakuan security tadi.


Jangankan mau menolong mereka, dianya sendiri malah ketakutan begitu. Padahal dia tidak sendirian berjaga di gedung itu malam ini.


"Akh!" Dhania berteriak karena terjatuh.


Kakinya kelelahan dari tadi berlari tak berhenti, saat ini mereka tidak tahu berada dimana sekarang. Karena rasa takut mereka berlari tak tentu arah, sehingga tidak tahu apa masih dikawasan gedung itu atau sudah keluar.


"Apa kamu masih kuat?" tanya Angga melihat Dhania meringis kesakitan.


Dia berusaha bangun tapi tak bisa, kakinya terlalu sakit untuk digerakkan. Dia melepaskan sepatu high heels nya, terlihat kakinya lecet bahkan sudah melepuh karena harus berlari terus memakai sepatu itu.


"Akh! Aku tak bisa, aku menyerah Angga. Aku takut.." ujarnya sambil menangis.


"Sabar ya sayang, kita pasti ada jalan keluarnya. Tunggu sebentar aku akan mencari bantuan" ujar Angga hendak meninggalkannya sendirian.


Tepat saat itu mereka mendengar suara lolongan dan suara para makhluk menggeram, diiringi oleh angin kencang dan mendadak suasana menjadi sepi dan sunyi.


"Angga, aku takut" ujar Dhania menggigil dipelukan Angga.


"Syutt, diamlah. Mari kita cari tempat bersembunyi" ujar Angga sambil menggendong Dhania.


Mereka bersembunyi dibalik pohon besar di salah satu taman hijau disamping gedung itu, keduanya mulai mendengar suara-suara mengerikan itu mulai mendekati mereka.


Dhania memejamkan matanya sambil memeluk erat Angga, dia tidak ingin melihat apa yang ada didepannya nanti. Sedangkan Angga memilih berjaga, dan bersiap dengan kemungkinan yang ada.


"Ggrrr!" terdengar suara mengeram dari atas mereka.


Ada sesuatu diatas pohon tempat mereka bersembunyi, sosok makhluk mengerikan menatap mereka dengan nafsu menyerang. Keduanya tak menyadari hingga sesuatu jatuh diatas pundak keduanya.


Tes


Tes


Tes


Suara tetesan itu memecah keheningan seiring suara geraman itu semakin mendekati mereka, merayap turun menghampiri keduanya.


"A-apa ini? Euhh, menjijikan bau busuk!" gumam Angga sambil menatap benda lengket cair dipundaknya.


"Ih, apa ini?!" Dhania pun tersadar dengan benda lengket menempel pada bahunya.


"Hihihi! Sayaaangg!"


Terdengar suara serak mengerikan diatas mereka, keduanya mendongak melihat keatas pohon itu. Alangkah terkejutnya mereka melihat makhluk halus yang menyerang mereka di koridor itu tadi ada diatas mereka sekarang.


"Akkh!" sontak keduanya berteriak ketakutan seiring makhluk itu merayap cepat kearah mereka.


Tentu saja itu menarik kembali perhatian para makhluk yang lainnya, mereka terjatuh ditengah taman hijau yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun.


Ditengah kota dibangun gedung baru yang memiliki taman hijau yang luas seperti hutan lindung mini itu, di sanalah mereka sekarang dikelilingi oleh para makhluk itu.


"Ya Tuhan, aku pasrahkan semuanya kepadaMu!" ujar Angga sambil memeluk Dhania.


Sedangkan Dhania hanya menangis di pelukan Angga, tiba-tiba sesuatu keluar dari keris dan trisula ditangan mereka. Keduanya masih tak sadar dengan yang terjadi saat ini.


Dua cahaya kuning keemasan berpendar keluar dari benda keramat itu, sehingga membentuk siluet dua pasang makhluk seperti sosok raja dan ratu.


Bayangan itu menyerang semua makhluk yang di sana tanpa terkecuali, termasuk yang bersembunyi diatas pohon, dibalik semak-semak ataupun tempat tersembunyi lainnya.


Mereka hanya hanya menghentakkan kaki dan tangan mereka, dan cahaya terang menyinari tempat itu seperti mentari pagi menghancurkan semua makhluk itu.


......................


Bersambung


kira-kira siapa ya mereka? yuk dukung terus author dengan like, coment juga vote kamu yah 😊 makasih 😊🤗🌹