RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Terlempar Ke Dunia Gaib


Setelah lama berputar-putar didalam pusaran angin mereka terpental jatuh ke semua arah, Julian dan Joanna jatuh kedalam danau sedangkan Maura dan Ardian jatuh ke hutan Angkara.


Sementara Maurice dan Kevin jatuh ke hutan Pinus, Rosario malah jatuh ke Kerajaan Bayangan, semuanya terpisah cukup jauh.


Rosario kebingungan di mana dia sekarang, dia melihat didepannya ada sebuah istana terbuat dari emas dan perak, disekelilingnya ada taman bunga yang indah.


Tiba-tiba dia didatangi sekelompok prajurit yang menodongkannya senjata, sebuah tombak dengan ujungnya sangat lancip.


"Siapa kau, wahai makhluk hina?!" terdengar suara menggelegar dari arah atasnya.


Terlihat sosok yang melayang turun kearahnya, seorang raja yang terlihat sangat berwibawa dan sangat tampan.


"Ampun, Tuanku. Hamba adalah makhluk rendah yang tersesat di negeri yang indah ini, hamba tidak bermaksud melakukan kejahatan" ujar Rosario sambil menundukkan pandangannya.


Meskipun dia berwujud manusia, tapi tetap tidak bisa menipu mata semua makhluk yang di sana, wujud aslinya tetap terlihat jelas dimata mereka.


"Apa maksudmu?" tanya sang raja.


"Hamba adalah jin penjaga seorang ksatria masa lalu yang hidup di masa sekarang, hamba ditolong oleh dari manusia-manusia fasik.


Kami sedang melakukan pertarungan di dunia manusia melawan para penyihir dan jin jahat, sehingga kami terhisap oleh lubang hitam pusaran angin kencang, hingga hamba terlempar ke negeri ini" ucap Rosario menjelaskan.


Terlihat sang raja nampak berpikir dan sedikit gelisah, lalu dia memanggil salah satu Pandawa nya dan membisikkan sesuatu.


"Sebutkan nama ksatria itu dan siapa saja manusia-manusia yang membantunya?" tanya sang raja.


"Dia adalah legenda masa lalu, Panglima Adipati Arialoka. Bersama para pendamping yang juga sahabatnya melawan para mahkluk jahat itu" Rosario menjelaskan, dia agak bingung dengan sang raja bagaimana dia tahu jika sang ksatria dibantu oleh para manusia yang lainnya?


"Apakah Dewi Srikandi bersamanya?" tanya lagi raja itu dengan nada lirih.


Mendengar nama Dewi Srikandi disebutkan membuat Rosario nampak senang.


"Apakah Baginda tahu dengan Dewi Srikandi?" tanyanya senang sambil mendongakkan kepalanya.


"Turunkan pandanganmu, wahai makhluk hina!" teriak salah seorang Pandawa memandang hina kepadanya.


"Ma-maafkan hamba, hamba sudah lancang" ujarnya gugup sambil menundukkan kembali kepalanya.


"Tenanglah, dia ini adalah jin setia pada hambanya. Jaman sudah berubah, seiring waktu dunia pun berubah. Banyak sekarang jin yang kembali kepada Tuhannya.


Dari pandanganku, Makhluk ini tidak seperti makhluk lainnya. Dan dia juga berkata jujur...


Wahai makhluk yang terpilih, mari ikuti aku dan cari mereka semuanya.


Apakah diantara mereka ada manusia biasa? Manusia yang tak dibekali ilmu bathin atau tidak memiliki keistimewaan seperti temannya ksatria itu?" tanya lagi sang raja.


"Ada, Tuanku. Dua orang manusia, sebelumnya mereka pernah terlempar ke dunia ini" jawab Rosario.


"Kita harus bergerak segera, jangan sampai mereka jatuh ditempat yang tak seharusnya. Mari kita pergi segera!" perintah sang raja.


Maharaja Balaputradewa didampingi banyak pandawa nya bersama ribuan prajurit bayangannya segera berangkat menjemput mereka semua yang tersesat.


//


Ditengah danau itu Julian dan Joanna berusaha bertahan dari serangan ular raksasa penunggu danau itu, mereka adalah manusia-manusia terpilih yang memiliki kekuatan dan ilmu bhatin sejak lahir.


Baru kali ini mereka melihat makhluk yang begitu kuat dan susah mereka taklukan, ular itu terus menyerang mereka didalam danau itu dan berusaha menyeret mereka kedalam danau.


[Bertahanlah, kita harus keluar dari air atau danau ini! Sepertinya makhluk itu kuat karena didalam danau ini] Julian berkomunikasi dengan Joanna melewati telepati.


[Iya kau benar, aku pikir ini rumahnya] ujar Joanna.


Mereka berdua bertarung dengan sengit melawan Zea, keduanya dengan lihai dan lincah menghindari setiap serangan dari Zea.


[Kalian tidak akan pernah bisa keluar dari sini, kecuali aku yang mengizinkan!] seru Zea seolah dia mengerti mereka berdua.


[Siapa kau yang bisa seenaknya menahan kami disini?!] teriak Julian.


[Kalian masuk ke wilayah ku! Kalian harus dihukum!] sahut Zea murka.


[Kami tidak bermaksud, bahkan kami tidak tahu akan dilempar kesini] jawab Joanna juga.


[Aku tidak perduli, yang jelas kalian telah memasuki area terlarang] ujar Zea lagi.


[Ini tidak adil!] teriak Joanna.


[Ini juga tak adil bagiku, kenapa kalian senang sekali datang dari rumahku?!] ucap Zea kesal.


Julian nampak kelelahan melawan ular licik itu, Zea mengambil kesempatan untuk menariknya kedalam dasar danau itu.


Joanna tak tinggal diam, dia menarik ekor Zea yang ujungnya penuh duri beracun dia tertusuk duri itu hingga melemahkan tubuhnya.


Pandangannya menjadi buram, dalam penglihatannya dia melihat Julian semakin ketarik kedasar danau oleh ular licik itu dan dia merasa akan mati pada saat itu juga.


[Cepat, tarik mereka! Ikat ular itu! Cepat!]


Joanna mendengar beberapa suara sahut menyahut, dia tidak tahu itu siapa sampai dia hilang kesadaran, dalam beberapa detik dia merasa ada yang membangunkannya.


"Joan, Joanna! Bangun sayang..." dia membuka matanya pelan.


Dia melihat Julian didepannya, dia terkejut melihatnya ada disampingnya. Bukankah tadi Julian ditarik oleh ular itu? Ngomong-ngomong soal ular, dimana ular itu?


"Joanna, hei! Kamu gak kenapa kan?" tanya Julian pelan, dia menatap lembut kekasihnya itu.


"Aku tidak apa-apa, tapi kita ada dimana? Bukankah kita tadi ada di danau, dan... Akh!" dia berteriak melihat ada ular besar didepannya, sangat besar seperti gedung pencakar langit.


"Jangan takut, ular itu sudah terikat dan racunnya sudah aku tarik kembali. Kau sudah aman bersama yang lain" ujar suara yang bergema menghampirinya.


Joanna melihat Maharaja Balaputradewa menghampirinya, dia juga melihat Rosario dibelakangnya yang nampak begitu gembira melihatnya.


"Mari kalian ikut denganku, kita cari dan selamatkan teman-teman kalian yang lainnya" titah sang raja.


Julian dan Joanna yang sudah tahu tentangnya, menunduk hormat dan tidak banyak tanya langsung mengikuti perintahnya.


Sekarang mereka akan menemukan siapa lagi? Akankah semuanya selamat dari bahaya dunia gaib itu?


......................


Bersambung