
Keesokan harinya..
Maura,Kevin, Maurice lagi liburan di Central Park. Taman hijau nan luas berada ditengah tengah kota New York, yang dikelilingi gedung-gedung bertingkat.
Mereka menikmati waktu bersantai-santai di sana sambil menikmati bekal yang dibawa Maura, isinya sandwich bikinan Bik Marni.
"Btw, jarang banget kita bisa ngumpul begini. Kevin biasanya sibuk ma team Futsalnya, Maura sama kelas menanamnya. Semuanya sibuk." Kata Maurice sambil tersenyum mengingat betapa sibuknya waktu sekolah mereka.
"Sama,kamu juga sibuk ma kelas design kamu." Timbal Maura.
"Ngomong-ngomong ni yah, aku masih kepikiran saat kecelakaan waktu itu. Kalian masih ingat kan, penyebab kecelakaan itu.?" Tanya Kevin penasaran.
"Iya, aku masih ingat banget. Saking kagetnya aku batu yang dikasih Bik Marni waktu itu terlempar entah kemana." Jawab Maurice.
Mereka jadi setengah percaya apa yang dibicarakan oleh Bik Marni, meskipun hal-hal aneh itu sulit dijelaskan.
"Terus gimana, ketemu batunya?" Tanya Kevin.
"Ga, kayak ketinggalan di mobilmu atau mungkin terlempar keluar." Sahut Maurice.
"Udah, malah ngomongin batu. Yang penting kita selamat itu aja." Kata Maura menyudahi pembicaraan tersebut.
Ditengah taman tersebut ada danau buatan kecil di sana, danau yang airnya hijau kebiru-biruan.Terlihat menyegarkan banyak pepohonan ditanam di taman tersebut.
Didekat danau tersebut mereka berpiknik, hari itu terlihat sepi tidak seperti biasanya. Biasanya waktu weekend selalu ramai, sekarang tidak terlalu ramai.
Maura merasakan hawa yang berbeda hari itu, khususnya di taman ini. Ini bukan pertama kalinya dia kesini, dulu waktu kecil keluarganya sering berlibur kesini bersama keluarga kevin dan para sahabat Papanya.
Mungkin mata batinnya telah terbuka, tidak hanya indra penglihatan saja, semua indera keenamnya terbuka semua.
Dia mulai melihat sesuatu hal aneh di sana,banyak makhluk -makhluk berbagai bentuk wujudnya. Pendengarannya pun tajam, suara wanita menangis, suara tawa kecil dan suara obrolan orang-orang. Padahal tempat itu tidak seramai yang dia dengar.
"Kamu kenapa, dari tadi dilihat cuma celingak-celinguk gitu.." kata Kevin pada Maura.
"Ga kok, ga apa-apa." Katanya, semua lamunan itu memudar setelah melihat sesosok tangan hitam berlumut keluar ditepi danau mencoba menggapai Maurice.
Saat itu mereka duduknya memang tidak terlalu jauh dari danau, bisa dibilang jarak mereka duduk itu kurang lebih satu setengah meter dari danau. Cukup dekat untuk makhluk tangan itu meraihnya.
Aaakkhhh..!!
"Kamu kenapa May, tiba-tiba teriak bikin kaget aja!" Kata Kevin melotot kearah Maura.
"Ti-tidak apa-apa kok,ha..haa.." Kata Maura sambil tersengal-sengal nafasnya.
Dia kaget melihat tangan itu muncul begitu saja, karena teriakan Maura membuat Maurice kaget juga. Dia langsung bergerak maju menghampiri Maura, sedangkan tangan itu berlahan-lahan masuk kembali kedalam danau.
"Kamu kayaknya kecapekan deh May, ya udah kita pulang aja yuk." Ajak Maurice.
"Yaah, baru aja sampai masa' sudah mau pulang." Kata Kevin sambil manyun.
Sebenarnya dia malas main ke taman seperti itu,dia lebih suka bermain tempat Wahana seperti Disneyland atau arena ekstrim lainnya.
Tapi karena ada Maurice, dia jadi ikut. Bukan hanya itu saja, karena ada sedikit kata-kata Maura menyinggungnya.
Mereka sudah melewati masa Ujian Akhir Nasionalnya, sekarang lagi menunggu wisuda sekolah sampai pesta perpisahan sekolah atau Prom Night.
"Sebentar apanya, kita sudah hampir 3 jam ini. Sore sebentar lagi." Kata Maurice.
"Lagian ga suka kalo sore-sore masih disini." Katanya lagi.
"Ya udah, kita pulang.. Masih ada waktu seminggu lagi buat Prom Night.. Jadi ada beberapa hari lagi kita liburnya, besok kita ke Time Square yahh." Pinta Kevin.
"Iya,iyah.. Yuk pulang." Sahut Maurice.
Sedari tadi Maura diam saja, dia masih belum terbiasa dengan fenomena yang baru-baru ini ia alami.Tapi dia punya firasat buruk,tangan tadi sepertinya mengincar Maurice. Apakah Maurice dalam bahaya..?
"Hari ini menginap aja ditempatku yuk." Kata Maura kepada Maurice.
"Kenapa.?" Tanya Maurice.
"Kok tanya kenapa sih, aku mau main sama kamu malam ini. Girls Talk,you know. Girls talk." Kata Maura, disambut dengan senyum dan anggukan oleh Maurice.
"Apanya girls talk, paling ngobrol-ngobrol ga jelas." Sahut Kevin.
"Biarin aja,weekk..." Kata Maura disambut gelak tawa Kevin dan Maurice.
Mereka bersiap siap untuk pulang dan menuju kearah parkiran mobil kevin.
Disudut taman,dekat danau.Terlihat sosok sedang mengamati mereka.
Tubuh kecil, berkepala botak, memiliki telinga panjang dengan badan kurus kering. Makhluk ini memiliki bola mata besar,dan selalu memperhatikan gerak gerik Maura dan para sahabatnya.
"Aku harus melapor pada tuanku, kali ini aku dapat imbalan apa yah.. Hehehe.." Ujar makhluk mengerikan itu.
Tiba-tiba sore hari itu hujan, begitu derasnya. Sampai orang-orang disana terlihat panik, padahal saat ini belum musimnya.
Untung saja Maura Cs sampai mobil tepat waktu, sekilas Maura melihat sesuatu di atas gedung tinggi yang ada di sana.
Seperti seseorang memegang sesuatu seperti kilatan petir...
......................
bersambung
ilustrasi gambar
Maurice
catatan penulis:
Dear pembaca, sebelumnya saya mohon maaf kalau ada kata-kata dalam penulisan saya kurang tepat, atau mungkin terlihat membosankan. Saat ini saya masih tahap belajar, diharapkan ada pendapat dari kalian dari segi cerita atau penulisannya. Kritik atau saran apapun sangat membantu saya.
Silakan sampaikan kata-katanya dikolom komentar, jika kalian suka ceritanya jangan lupa klik tombol suka dan favorit yah. Hadiah dan vote kamu sangat membantu saya berkarya agar tetap semangat menulisnya. Terima kasih..