RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Season 2 : (PNS) Siapakah Maria?


Hari ini Maura begitu sibuk, dia banyak melakukan kegiatan di kampus itu, dia juga harus banyak belajar mengejar ketertinggalannya. Sambil bersosialisasi, dia juga mencari tahu tentang identitas Maria.


"Aku hampir berkeliling kesetiap kejuruan kampus ini, bahkan meminta para makhluk lainnya untuk mencarinya juga. Tak ada yang tahu siapa gadis itu, sebenernya siapa dia? Kenapa aku begitu penasaran dengannya?" gumamnya.


Tiba lama kemudian, datanglah sosok makhluk kakek tadi menghampirinya yang tengah duduk bersandar dibawah pohon rindang, ditengah taman hijau kampus itu.


"Ada apa? Apa kau sudah menemukannya?" tanyanya antusias.


"Hem, sebelumnya saya ingin bertanya.. Apa hubungannya dirimu dengan gadis bernama Maria itu?" tanya makhluk aki-aki itu.


"Apa hubungannya denganmu? Dia hanya teman kostku, kebetulan dia juga menyarankanku untuk kuliah disini. Aku hanya ingin bertemu dengannya" jawab Maura asal.


"Benarkah begitu?" tanya makhluk itu sambil memperhatikannya begitu lekat.


"Memang ada apa sebenarnya? Kenapa kau bertanya begitu?!" Maura pun mulai mencurigainya.


"Hem, sebaiknya hentikan saja pencarian identitas dirinya, kau tidak boleh meneruskannya jika tak ingin mendapatkan masalah, ini terlalu berbahaya untukmu!" ujar makhluk itu sambil melesat pergi.


"Maksudnya apa? Hei, jelaskan kepadaku!" teriak Maura.


"Dia berbahaya, hati-hatilah tuan putri.." terdengar suara mahkluk itu bergema.


Maura nampak mencerna perkataan dari makhluk itu, apa maksud dari perkataannya tadi? Benarkah Maria berbahaya? Rasanya tidak mungkin, dia gadis yang baik dan ramah.


"Mungkinkah Maria manusia sepertiku yang memiliki identitas tersembunyi? Dan memiliki kekuatan gaib juga sepertiku? Wah, jika memang benar senang sekali memiliki teman sefrekuensi" gumamnya sambil tersenyum.


"Tapi kata makhluk tadi dia berbahaya..." gumamnya lagi.


Dihari pertamanya dia masuk kuliah sudah disibukkan dengan berbagai tugas, dia juga harus bolak-balik membeli buku-buku pentingnya untuk belajar juga.


Hingga malam pun tiba dia baru pulang, dia mampir sebentar mencari makan malam dan ke minimarket untuk berbelanja kebutuhannya yang lain.


Saat dirinya berjalan menuju gang kostannya dia melihat ada sosok yang datang menghampirinya, dari bayangannya dia tahu siapa sosok ini.


"Maura, hai!" sapanya ceria.


"Hai juga, Maria! Baru pulang juga.." sahut Maura ramah.


"Kamu baru pulang dari kampus? Kerja kelompok lagi?" tanya Maura pura-pura saja.


"Hari ini aku gak ke kampus, ada kegiatan lain diluar kampus" sahutnya.


"Ohh.." sahut Maura manggut-manggut.


"Wajar saja dia tidak kelihatan hari ini di kampus, ternyata dia tidak masuk rupanya" gumamnya dalam hati.


"Kamu darimana? Habis belanja lagi? hehe!" kata Maria.


"Aku hari ini pergi ke kampus buat daftar kuliah, kampus yang sama denganmu. Terima kasih yah udah rekomendasi kampus yang bagus buatku" senyum Maura penuh arti.


"Oh, baguslah.. Tapi kenapa pulangnya sangat malam?" tanya Maria penuh selidik.


"Aku langsung masuk soalnya, hehe! Gak enak ketinggalan pelajaran terlalu banyak, dan tadi mampir ke toko buku juga mau beli perlengkapan belajar nantinya" jawab Maura lagi.


"Ohh.." sahut Maria.


Keduanya berjalan menuju kostan mereka, mereka saling diam tidak berbicara, sikap Maria langsung berubah setelah mendengar pernyataan Maura jika dia kuliah ditempat yang sama dengannya.


Maura jadi mengira-ngira apa yang dikatakan oleh makhluk aki-aki tadi ada benarnya juga, Maura mulai mendeteksi Maria diam-diam, dia tak merasakan energi lain dari tubuh Maria, jadi apa yang ditakutkan darinya?


"Maria, apa besok kamu ada kuliah? Besok kita bareng yuk masuknya" ajak Maura tiba-tiba.


Maura gagal mengajaknya pergi bersama karena jadwal kuliah mereka berbeda, setelah sampai Maria menuju kamar di bawah yang kata bu Nela itu adalah kamar kosong.


"Mungkin dia anak baru juga kayak aku, soalnya pertama kali datang kamar itu kosong" gumam Maura.


Dia naik ke lantai atas, dan masuk ke kamarnya langsung rebahan diatas kasurnya, begitu banyaknya kegiatan hari ini membuat tubuhnya remuk redam.


"Ahh! Capeknya.." ujarnya sambil merenggangkan kedua tangannya.


"Tunggu dulu, ada yang aneh... Dia sejak kapan ada dikamar itu? Aku sudah tiga harian disini baru melihat kemarin malam dan malam ini, dan dia bilang waktu itu pertama kali melihatku saat aku dan Rizka pergi beli makanan di hari pertama aku sampai.


Dan waktu itu kamarnya masih kosong, dan aku ingat waktu bu Nela menawarkan aku kamar itu. Apakah dia sebelumnya ada di kamar lain terus pindah ke kamar itu? Emang bisa?" dia terus memikirkan keanehan itu.


"Aku harus menyelidikinya, ini ada yang aneh dengannya.. Anak itu begitu banyak misteri dengannya, tak ada bau manusia yang khas ditubuhnya, tapi dia juga tak memiliki energi gaib.


Siapa sebenarnya Maria ini?" gumamnya lagi, setelah selesai rebahan dia langsung pergi mandi karena badannya terasa lengket sekali.


"Ah, segarnya! Cuaca disini sangat berbeda dengan di AS, suhunya panas sepanjang waktu! Gerahnya" ujar Maura sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Tiba-tiba dia mendengar suara diluar kamarnya ada yang bersenandung, awalnya Maura berpikir mungkin adalah salah satu anak kost tapi kok suaranya aneh banget.


Dari awalnya bersenandung tiba-tiba berubah menjadi tangisan pilu, pikir Maura ini pasti ada anak kost yang lagi patah hati atau ada yang dikangenin sepertinya saat ini.


"Apa kabar mereka semuanya, aku merindukan Maurice, Kevin, dan dia..." gumamnya.


Prang!


Maura terkejut mendengar ada benda jatuh dari luar, seperti seseorang memecahkan cermin atau barang pecah belah lainnya, dia penasaran dari mau melihat keluar.


Sepi, hening. Tak ada siapapun diluar sana, dia memeriksa keadaan diluar tapi dia tak melihat ada benda jatuh ataupun hancur, bahkan kamar anak-anak kost juga tertutup rapat, tidak mungkin mereka tidak mendengar suara sekencang itu.


"Lagi ngapain lu, celingukan kayak gitu?!" tiba-tiba saja ada suara dibelakangnya.


"Siska! Ya ampun, kamu bikin aku kaget!" ujar Maura sambil mengelus dadanya.


"Haha! Lagian dari tadi bengong bae, jangan keseringan melamun! Ntar kesambet!" ujar Siska sambil berlalu menuju kamarnya.


Maura ingin bertanya sesuatu, tapi anak itu berjalan terlalu cepat dan masuk begitu saja kedalam kamarnya.


"Em, mungkin besok saja aku bertanyanya. Tidak enak, mungkin mereka semua ingin beristirahat saja" ujarnya lagi.


Maura masuk kembali kedalam kamarnya, dia tahu penghuni kostan ini tidak semuanya mahasiswi, ada juga karyawan. Mungkin mereka semua tidak ada waktu untuk berkumpul atau sekedar mengobrol basa-basi, jadi setelah sampai langsung istirahat kedalam kamar.


"Apa kost ini juga bermasalah? Akh! Kenapa aku jadi parnoan begini! Ini gara-gara terlalu memikirkan persoalan tentang Maria jadi begini, semuanya dianggap mistis!


Ah, memang pusing jadi anak indigo, hampir tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang gaib" ujarnya sambil memeluk gulingnya.


Tengah malam pun tiba, semua penghuni kost dan sekitarnya sudah terlelap tidur, mengistirahatkan tubuh dan otak dari kegiatan dan kehidupan sehari-harinya.


Dikeheningan malam itu, ada sosok yang keluar dari dalam tanah didepan kostan itu, sosok kecil, kurus, badannya dilumuri tanah basah bercampur darah. Seketika bau busuk menyeruak di area sekitaran.


"Maamaaaa.." sosok itu memanggil seseorang dengan sebutan mama.


Matanya bulat hitam dengan mulut mengeluarkan cairan hitam membusuk, giginya runcing dan tajam, dia terus menggeram dan mengeluarkan suara-suara serak mengerikan dan terus berteriak memanggil mamanya.


......................


Bersambung


Mohon dukungannya yah, jangan lupa like, koment dan gift juga vote nya, makasih 🥰🙏