RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Season 2 : (PNS) Cerita Vera


Maura dan Ichan melihat Ardian berjalan keluar dari sebuah ruangan, anak muda itu terlihat sangat gusar saat keluar dari sana, Ichan mengerti dan membiarkan Maura sendiri mengejarnya.


"Kamu mau kemana, Ardian?" tanya Maura penasaran.


"Kamu pulang saja, Maura! Aku ada urusan.." ucapnya dingin.


"Gak mau, sebelum kamu bilang ke aku mau pergi kemana!" ucap Maura lagi.


"Maura, aku ada urusan penting, dan maaf aku gak bisa bilang ke kamu urusan apa.." jawab Ardian sambil sibuk starter motornya.


"Kalau begitu aku ikut!" ucap Maura seraya naik langsung keatas motor Ardian.


"Maura, jangan kayak anak kecil. Aku serius ini!" ucap Ardian mulai kesal.


"Aku lebih serius lagi, ayo jalan!" ucap Maura tak peduli dengan sikapnya.


Ardian mematikan motornya, dan turun dari sana. Maura menatapnya heran, Ardian menggaruk kepalanya tak gatal dan sesekali melihat kearahnya.


"Kenapa berhenti? Ayo kita pergi, katanya ada urusan penting. Nanti telat loh!" ucap Maura seraya menatap kesal lelaki yang ada didepannya itu.


"Maura, aku--" dia ingin memberikan sebuah penjelasan, tapi gadis itu langsung turun dari motornya.


"Baiklah, aku takkan mengganggumu! Silakan lakukan apa maumu, dan aku gak akan ikut denganmu! Puas?!" ucapnya sambil berlalu pergi.


"Maura, bukan begitu.." Ardian menghela nafasnya dengan berat, tapi gadis itu tak peduli.


"Aargh, biarkan saja dia seperti itu dulu, nanti saja aku membujuknya setelah semuanya selesai.." gumamnya sambil memperhatikan Maura yang semakin menjauh itu.


Dia naik kembali keatas motornya dan pergi meninggalkan kampus dengan begitu saja, Maura mendengar suara motor Ardian langsung menoleh kearahnya, dia mendengus kesal, karena dia benar-benar pergi sendirian.


"Baiklah, jika kamu punya rencana lain, aku pun sama.." gumamnya.


Maura mencari Ichan dan mulai mencari informasi tentang Gilang dan teman-temannya yang terkenal sebagai preman kampus itu.


"Jangan berurusan dengannya, Maura! Kita ini bukan siapa-siapa baginya dan keluarganya itu, keluarganya merupakan salah satu orang penting dan berkuasa di kota ini" ucap Ichan menjelaskan.


"Tapi yang namanya kejahatan yah tetap kejahatan juga, kita gak bisa lari atau lepas tangan meskipun dia berkuasa sekalipun, apa kau tak lihat prilakunya tadi?


Denganku saja sebagai seorang wanita dia begitu kasar, apalagi dengan lelaki. Aku masih terbayang dengan kondisi kedua korban tadi, sangat mengerikan sekali, terus apa orang tuanya mau bertanggung jawab? Apa mereka tidak malu?!" tanya Maura penasaran.


"Jangan tanya soal malu tak malu, Maura. Mereka semua juga sama saja, mafia. Jadi wajar saja jika dia bersifat seperti itu, mencontoh orang tuanya.


Seperti biasa, mereka akan membungkam siapapun yang terlibat, entah sengaja atau tidak, dia dan keluarganya akan melakukan apapun agar setiap kasus yang menimpa mereka ditutup rapi.


Dengar-dengar katanya mereka mengikuti aliran ilmu hitam, semacam aliran sesat berkedok agama gitu! Hati-hati jangan sampai terjebak, banyak yang jadi korban.


Termasuk Bagas dan mendiang Vera dan adiknya, menjadi keganasan Gilang dan keluarganya.." bisik Ichan.


"Apa ilmu hitam? Aliran sesat? Sihir maksudmu?" tanya Maura penasaran.


"Aku gak tau soal itu, mungkin saja. Soalnya gak ada bukti konkrit untuk membuktikan semua rumor yang beredar, tapi orang-orang percaya dengan hal itu.." jawab Ichan sambil celingukan kayak ketakutan itu.


Maura terdiam, dia juga baru menyadari ada yang aneh dengan anak itu. Gilang memancarkan aura yang sangat gelap dan pekat, saat dia sedang marah, ada kilatan dimatanya penuh amarah dan kebencian, melebihi amarah milik manusia.


"Aku harus menyelidiki soal ini, sepertinya apa yang di asumsikan semua orang ada benarnya juga, mereka sangat mencolok, tipe orang-orang bodoh haus akan kekuasaan dan ingin sekali diakui keberadaanya.


Sepertinya Ardian sedang menyelidiki atau mungkin sedang melakukan sesuatu kepada anak itu, aku tau dia punya banyak koneksi disini, mungkin dia akan memilih jalan hukum untuk mengatasi para manusia-manusia laknat ini!


Tapi mereka bukan manusia biasa yang melakukan tindak kriminal biasa juga, ada campur tangan sihir didalamnya, dan ini tugasku untuk menanganinya" gumam Maura dalam hati.


Maura pamit mau pulang kepada Ichan, dia sebenarnya hendak mencari hantu gadis remaja tadi, saat diperlukan dia malah tak ada.


"Apa kau mencariku, Maura?" tiba-tiba hantu gadis itu berada disisinya.


"Darimana kau?! Aku ingin bertanya beberapa hal kepadamu, apa Kematian dirimu dan adik kecilmu itu berkaitan dengan Gilang? Apa hubungannya denganmu? Tolong ceritakan semuanya.." tanya Maura penasaran.


"Aku memiliki dua sahabat, kami berteman sejak SMP, aku, Gilang dan Bagas. Kemana-mana selalu bersama, Gilang anaknya periang dan sangat baik, karena dia berasal dari keluarga kaya, dia sering membantu teman-teman yang lagi kesusahan, seperti aku dan Bagas.


Karena kami dari keluarga biasa dan memiliki kehidupan yang sangat sederhana, sangat berbeda dengan kehidupan Gilang yang sangat berkecukupan.


Kami sudah tak berhubungan dengannya lagi, benar-benar lost contacts. Pada musim liburan di tahun ketiga kami bersekolah, lebih tepatnya liburan kelulusan sekolah kami dengar dia pulang, karena sangat rindu dengannya kami diam-diam memberinya kejutan dengan diam-diam pergi menemuinya.


Tapi apa yang kami temui dan kami lihat, benar-benar diluar dugaan. Kami tak sengaja melihat ritual dan perilaku keluarga itu, kami.. Kami melihat Gilang berhubungan badan dengan salah satu kakak sepupunya!


Itu membuat kami syok, Bagas yang sedari tadi memegang kamera ingin merekam reaksi terkejut Gilang melihat kedatangan kami, malah merekam adegan seperti itu.


Kami kabur, dan sayangnya ada yang melihat kedatangan kami waktu itu, mulai saat itu kami diteror terus-menerus, meskipun tak ada bukti, kami percaya yang melakukan itu pasti Gilang dan keluarganya.


Bagas menyimpan rekaman video itu dengan baik, dia bersembunyi bersama keluarganya di luar kota, maka hanya aku dan keluargaku lah yang jadi sasaran terornya.


Gilang bersama teman-temannya menculik adikku, sehingga aku memenuhi panggilannya didalam hutan tepi danau. Dia sebenarnya ingin menemui Bagas dan meminta rekaman itu, dan bilang akan melepaskan kami.


Tapi aku maupun Bagas tidak bodoh, kami tau jika dia bohong dan penuh tipu muslihat dan jebakan lainnya, karena adikku diculik, mau gak mau aku harus pergi menemuinya.


Hingga kejadian itu tiba, dan apesnya Bagas di waktu itu ada di kota ini dan mendengar suaraku, dia panik dan mencariku ditempat itu.


Dan bodohnya dia tak sengaja memegang batu yang menghancurkan kepalaku, dan itu memang disengaja untuk menjebaknya atas kematian aku dan adikku, dengan alibi yang sempurna, mereka berhasil menjebak Bagas dan di penjara hingga saat ini.


Kau tau, Gilang tak sendiri di waktu itu. Selain bersama teman-temannya, ada sosok lain yang sedang mengawasi mereka, dan terus membisikkan kata-kata jahatnya ke telinga Bagas.


Dan aku yakin sosok itu juga yang membuat Gilang sangat berubah, sahabatku yang baik dan periang menjadi jahat dan kejam. Tolong aku Maura, bantu aku melawan sosok itu, dan kembalikan sosok Gilang yang dulu, dan selamatkan Bagas.." ujar sosok hantu gadis itu sambil menangis pilu.


Maura mendengarkan dengan baik setiap kata perkata dari ucapan hantu gadis itu, dia bisa menangkap satu kesimpulan, bahwa keluarga Gilang juga memiliki aliran sesat yang sama seperti keluarga neneknya itu.


Dimana salah satu ritual mereka melakukan hubungan inses diantara satu keluarga itu, Maura benar-benar merasa merinding dan tak pernah mengira penyebaran aliran dan sihir itu telah menyebar begitu luas.


"Aku yakin ini adalah salah satu contoh kasus lainnya, kita belum menemukan kasus kasus-kasus sebelumnya atau mungkin akan ada kasus baru lagi. Bahkan aku berpikir kematian kamu dan adikmu juga bagian dari rencana mereka.


Untuk dijadikan tumbal berikutnya, karena aku pernah melihat kasus yang sama persis seperti ini sebelumnya" ucap Maura kepada gadis itu.


"Apa Gilang dalam pengaruh sihir atau dia sengaja melakukan hal itu?" tanya hantu itu.


"Kalau untuk kasus Gilang, sepertinya dia sudah dikasih pemahaman atau doktrin sejak dini soal sekte yang dijalani keluarganya itu, kemungkinan ini sudah berjalan puluhan tahun.


Jadi dia sudah berpikir apa yang dia lakukan selama ini adalah benar, mungkin saat dia masih kecil dan masih bisa menerima segala informasi yang ada, termasuk teman-teman atau gurunya di sekolah.


Dan saat masuk sekolah SMA, aku yakin dia tak pindah keluar kota atau bersekolah lagi. Karena mereka pasti menutup segala informasi dari luar, agar anak-anaknya tak terkontaminasi pikirannya dari luar lagi.


Dan aku yakin keluarganya juga tahu apa saja yang dilakukan oleh Gilang saat masih bersekolah dengan kalian, saat bergaul dengan kalian, dan mereka menganggap kalian adalah ancaman" ucap Maura menjelaskan semuanya.


"Pantas saja, sikap keluarganya begitu dingin dan kasar kepada kami, aku pikir itu memang karakter mereka, tapi memang benar adanya mereka memusuhi kami" ucap hantu itu nampak geram.


"Sudahlah, sekarang bantu aku bagaimana caranya agar kita bisa memutuskan kata rantai ini, setidaknya dari keluarga Gilang dulu, agar tak menyebar ke anggota keluarga yang lain" ucap Maura berusaha mengalihkan pembicaraan lain.


"Bagaimana dengan Gilang? Apa dia akan dihukum atas tindakannya kepada kami? Bagas?" tanya hantu Vera lagi.


"Untuk itu serahkan saja kepada temanku, kau pasti melihatnya saat dia membekuk Gilang saat mengamuk tadi.." ujar Maura sambil menceritakan soal Ardian.


"Iya, aku lihat tadi.." sahut hantu itu.


"Kalau begitu, bantu aku agar bisa menyelinap masuk ke ritual mereka, agar bisa aku kacaukan!" ucap Maura lagi.


"Untuk itu, aku sendiri tak bisa mendekati keluarga itu, apalagi mendekat ataupun masuk ke rumahnya juga tak bisa. Seperti ada energi besar melindungi mereka dari makhluk seperti kami ini" ucap hantu itu sedih.


"Aku mengerti, maaf aku melupakan soal itu" ucap Maura.


Entah mengapa Maura merasa kembali lagi kejadian waktu di rumah neneknya saat itu, sekali lagi dia akan menghadapi kasus yang sama, dan kemungkinan ini lebih berat.


"Bismillah, aku yakin atas bantuan dan pertolongan dari Allah SWT, dengan niat dan tujuan baik semuanya pasti ada jalannya" ucapnya.


Tujuan utamanya saat ini ke rumah tahanan, dimana Bagas ditahan. Dia akan mencari tahu informasi dari sana dulu, dia yakin pasti ada sosok lain yang sedang mengawasi Bagas juga.


......................


Bersambung