RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Perburuan


Kevin sedang memperhatikan Maura lagi bermain dengan Gerald,dia melihat Maura seperti mengobrol serius dengan Gerald.


Dia tertawa melihatnya,menurutnya itu lucu melihat sahabatnya itu begitu seriusnya bermain dengan kucing.


Kevin Melihat Bik Marni di taman itu juga sambil memperhatikan Maura,Kevin pikir Bik Marni cuma menemaninya bermain saja.


"Bik,kok bengong aja.. Hati-hati nanti seperti Maura loh,lihat tuh anak.." Kata Kevin kepada Bik Marni seraya menunjuk Maura.


"O..ohh,nak Kevin. Saya kira Siapa.." Bik Marni tersenyum melihatnya,dan sedikit canggung karena mereka bertemu pas Maura lagi latihan seperti itu.


"Nak Kevin ada perlu apa yah..?" Tanya Bik Marni berusaha mengalihkan fokus Kevin ke Maura.


"Iya Bik,mau jemput Maura dan Maurice. Hari ini kita mau main Time Square.." Kata Kevin tanpa tahu apa yang terjadi waktu malam kemarin.


"Hemm,kayaknya mereka belum bisa nak Kevin. Tadi pagi nak Maurice badannya panas,nanti rencananya mau dianter Maura pulangnya.." kata Bik Marni.


"Panas..? apa karena kemarin kami hampir kehujanan yah..?" Pikir Kevin.


"Sepertinya begitu,kemarin sore hujan begitu deras. Demam pasti itu.." Kata Bik Marni mencoba menyakinkan Kevin.


"Keviinnn.." Maura berlari menghampirinya.


"Hei,ngapain kamu disini..?" Tanya Maura.


"Kok nanya gitu,kan udah janji kemarin katanya mau ke Time Square. Terus kata Bik Marni Maurice demam,kenapa ga bilang sih..?" Ada nada kesal dan khawatir disana saat mendengar Maurice sakit.


"Maurice,sakit..?" Maura bingung dengan pernyataan Kevin,dia melirik ke Bik Marni.


Bik Marni memberi isyarat untuk merahasiakan apa yang terjadi semalam tentang Maurice.


"Ah,iya benar.. Maaf ya,aku ga sempat beritahu kamu vin,Sorry..." Kata Maura kepada Kevin.


" Ya udah,Maurice nya mana.." Tanya Kevin.


"Ada kok,masih diatas (apartemen).." sahut Maura.


"Aku boleh ketemu Maurice,sekalian biar aku yang nganterin dia pulang.." Kata Kevin sedikit malu.


"Baiklah,biar aku temani ya.." Kata Bik Marni ramah.


Maura ditinggal berdua dengan Gerald di taman, sebenarnya bertiga dengan Camelia.


Pengelihatan kita taman itu biasa saja tidak terlalu ramai,paling ada satu atau dua orang disana.


Ada yang olahraga,ada sekedar baca-baca buku sambil bersantai di taman itu. Tapi bagi Maura dan yang lainnya itu begitu ramai,semua makhluk tak kasat itu pada melihat Maura lagi bercengkrama dengan Gerald dan Camelia.


Seperti Ada magnet ditubuhnya,menarik semua arwah itu kepadanya.


Sementara itu,Bik Marni dan Kevin berlalu menuju apartemennya,mereka naik lift menuju lantai tempat tinggalnya Maura.


Bik Marni merasa didalam lift itu hawa nya sedikit berbeda,begitu panas dan sesak,padahal itu lift dilengkapi dengan AC dan itu cukup dingin.


"Kok gerah ya Bik..?" Tanya Kevin.


"Iya yah,mungkin AC nya mati lagi diperbaiki teknisi.." Kata Bik Marni mencoba menyakinkan dirinya dan Kevin.


Tapi itu mustahil,karena jika lift nya rusak pasti tidak akan beroperasi,pasti ada pihak teknisi yang lagi benerin AC nya.


"Ah Bibi bisa aja,kalau benar AC nya mati,pasti ini lift ditutup ga dibolehin pake.." Kata Kevin berpikir logika.


"Iya,bener juga sih.." Kata Bik Marni.


Lantai apartemennya sudah sampai,pintu lift terbuka,Bik Marni duluan keluar. Dia menoleh kebelakang menunggu Kevin keluar.


"Nak Kevin ngapain itu lama-lama,ayo buruan..!" Kata Bik Marni sedikit membentaknya.


"Sebentar Bik Ini lagi benerin tali sepatu dulu.." Ujar Kevin,dia posisi keadaan berjongkok sambil membetulkan tali sepatunya.


"Iya,tapi keluar dulu. Itu kenapa masih didalam lift sih..?!" Bik Marni seperti hilang kesabarannya,matanya melotot kearah Kevin.


"Iya,ini sudah selesai.." Kevin keluar dari Lift sambil menggerutu.


"Bik Marni kenapa sih,ga sabaran sekali. Dan ini tali sepatu kenapa bisa lepas, dua-duanya lagi.." Ujar Kevin dalam hati.


"Kenapa Bik..?" Tanya Kevin,dia melihat Bik Marni seperti gemetar melihat kearah Lift.


Dia mencoba menengok kebelakang,tapi dicegah oleh Bik Marni.


"Udah ayo,katanya mau ketemu Maurice.." Kata Bik Marni sambil menarik tangan Kevin seraya menjauhi lift itu.


Kevin yang tak tahu apapun cuma bisa ikut saja, sementara itu didalam lift ada sosok makhluk gosong,hitam seperti terbakar. Bola matanya tidak ada,hanya menyisakan lubang cukup besar disana.


Sedari tadi memperhatikan Kevin saja,Bik Marni baru mengetahuinya setelah keluar didalam lift.


"Maurice..hihihi.. akhirnya aku menemukannya.. Tuanku pasti senang.." Kata Makhluk itu.


Sepertinya kabar Maurice adalah tawanan yang kabur dari Arion Gaharu telah menyebar dari seluruh para arwah gentayangan.


Mereka berlomba-lomba untuk menemukannya untuk ditawarkan dengan Arion Gaharu,berharap akan ada imbalan yang besar.


Makhluk itu mengikuti mereka sambil merayap didinding,Bik Marni bisa merasakan kehadirannya. Merasa diikuti,Bik Marni mempercepat langkahnya.


Kevin yang sedari tadi digandeng Bik Marni berjalan terseok-seok karena berusah mengimbangi langkah Bik Marni.


"Kenapa Bik,kok cepat banget jalannya..?" Kata Kevin sedikit kesal,kakinya sudah beberapa kali tersandung hampir jatuh.


"Sudah,diam saja.. ikuti aku." Katanya tegas.


Bik Marni membuka pintu dan menguncinya langsung,sambil melafalkan beberapa kata doa supaya rumah itu terlindungi dari gangguan makhluk Astral.


"Bik.." Terlihat Maurice keluar dari kamar.


"Nak Maurice,sudah bangun.." Kata Bik Marni berusaha tenang.


"Iya dari tadi Bik,tidak ada orang disini pada kemana Bik..?


Hai Vin,maaf aku ga terlalu memperhatikan kamu ada disini juga.." Kata Maurice sambil tersenyum.


Kevin sempat terkesima melihat wajah cantik alami Maurice tanpa Make up itu.


"Iya, sesuai perkataanku kemarin, hari ini kita mau main ke Time Square.. Tapi katanya kamu sakit..??" Kata Kevin.


"Ah.. iya,cuma pusing sedikit aja.." Kata Maurice,dia tidak mau bercerita dulu soal kejadian malam itu.


Diluar gedung,Maura masih berusaha untuk kuat melihat pemandangan begitu ramai seperti pasar itu.


Dia harus membiasakan diri,bukan hanya bisa melihatnya,dia juga harus bisa berkomunikasi dengan mereka.


"Aku capek Gerald,energiku sepertinya habis.istitahat dulu.." Katanya sambil duduk dibawah salah satu pohon di taman itu.


"Masa' segitu aja udah lelah,kamu hanya menatap mereka satu persatu,kenali wajah mereka,jika bertemu lagi kamu harus bisa menghadapi mereka.." Kata Gerald.


Maura berusaha mendengarkannya,tetapi dia nampak lelah sekali. Tidak mudah menjadi anak indigo,hanya sekedar berkomunikasi dengan mereka harus butuh energi yang banyak.


Tanpa sadar Maura, di pohon itu ada sesuatu yang sedang memperhatikannya ,menggeliat merayap menghampirinya.


Makhluk itu terlihat lapar sekali,dia melihat Maura seperti melihat makanan yang lezat.


Dia terus menghampirinya sambil berdesis...


......................


bersambung


Ilustrasi gambar



Kevin


Bagaimana menurut kalian,visual diatas cocok ga buat karakter Kevin..?


Tolong kasih sarannya di kolom komentar yah,jangan lupa like,coment juga vote dan hadiahnya.. terima kasih!