RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Fakta dibalik sihir itu


Rosario benar-benar bingung harus bagaimana, jika dia jujur pada Melanie kalau sudah ditaklukkan oleh Ardian, maka dia akan habis oleh Ardian karena secara tak langsung membocorkan rahasianya.


Jika dia diam saja, maka dia akan terus dalam ikatan itu. Tidak hanya dapat serangan dari Melanie, dia juga akan dapat serangan dari Maura.


"Masih lama bro?" tiba-tiba Julian sudah dibelakang Ardian, membuatnya kaget hampir terjatuh.


"Apa-apaan sih?! Bikin kaget saja, gimana kalau ketahuan" ujar Ardian setengah berbisik.


Dia mendelik tajam kearah Julian, di sana tak ada Joanna dia lebih memilih menunggu diluar.


Julian menyusul Ardian karena penasaran apa yang terjadi diatas, karena tak ada kabar apapun dari Ardian.


"Sorry-sorry... bagaimana Rosario, apakah dia berhasil menyelamatkan wanita asing yang kau ceritakan tadi?" tanya Julian penasaran.


"Belum sempat, keburu dipergoki oleh Maura. Dan parahnya Maura salah faham padanya.


Sekarang Maura mencoba menyelamatkan wanita itu, tapi kayaknya dia juga kesusahan.


Kamu bisa mendeteksi kalau di sekitaran sini ada seseorang atau makhluk yang mengendalikannya dari jauh?" Tanya Ardian masing mengintip dibalik pintu itu.


"Bukannya kamu juga bisa bro? Ish, dasar mentang-mentang bos nih seenaknya aja!" gerutu Julian.


Ardian tak menanggapinya, dia tahu Julian hanya bercanda dan memang begitulah sifatnya susah untuk serius.


Setelah sekian lama, akhirnya Julian menemukan titik temu awal dari hipnotis itu terjadi.


"Aku sudah menemukannya, dia berada diatas atap gedung yang paling tinggi yang ada di sana.


Coba kau deteksi sendiri, aku rasa kau mengenalnya" kata Julian, kali ini mukanya terlihat serius.


Ardian penasaran, siapa yang dimaksud oleh Julian? Apalagi melihatnya nampak serius begitu.


Saat dia memejamkan matanya, pandangan gaibnya menyelusuri setiap tempat di daerah itu, penglihatannya terhenti di suatu gedung pencakar langit.


Seorang pria tinggi berpenampilan rapi lengkap dengan jas tuksedonya, seolah dia mengerti dan tau apa yang terjadi, pria itu tersenyum dan melambai kearah mereka.


Apa dia penyebab ini semua? Kecelakaan Maurice? Dan kejadian aneh di apartemen ini?


"Kau tahu 'kan siapa dia? Marino de Paquillo, salah satu pengusaha muda tersukses di kota ini.


Dia juga pemilik rumah sakit tempat Maurice dirawat, kau ingat saat pertama kali menemukan Maura pingsan disalah satu koridor rumah sakit itu?


Apa kau tak curiga dengannya? Entahlah, aku curiga semua ini saling berkaitan dengannya. Ardian, apakah dia juga salah satu pengikut Arion Gaharu?" Tanya Julian.


Ardian dia diam saja, dia masih menyambungkan potongan-potongan puzzle ingatannya akan garis keturunan Arion Gaharu.


"Tidak mungkin dia hanya pengikutnya saja, untuk ukuran seorang pengikut ilmunya terlalu kuat.


Apa dia juga salah satu garis keturunan Arion Gaharu juga? Dari istrinya yang lain? kau tahu 'kan dia memiliki banyak istri untuk memperluas garis keturunannya.


Apa dia juga mengincar Maura? kalau begitu, ini sudah semakin berbahaya" ujar Ardian serius.


Dia jadi khawatir dan bingung harus bagaimana, Maura sudah semakin dekat dengan Arion Gaharu.


Mereka berdua masih larut dengan pikiran, masing-masing memikirkan bagaimana caranya mematahkan sihirnya.


Tanpa sadar pertarungan antara Maura dan Melanie sudah terjadi, sedangkan Rosario masih terjebak didalam ikatan selendang Dewi Srikandi.


Dia didudukan bersama wanita asing itu yang masih dalam pengaruh sihir yang dikirimkan oleh Mario.


Dia hanya bisa menonton pertarungan itu, untuk seorang pemula Melanie cukup tangguh juga.


Maura kewalahan menghadapi serangan-serangan dari Melanie


......................


Bersambung