
Di rumah sakit begitu ramai orang,ada dari pihak kepolisian, wartawan bahkan ada beberapa orang ber jas rapi disana.
Ternyata korban merupakan anak dan mantu konglomerat terkenal di new York,mereka menjadikan mereka prioritas utama. Para wartawan itu kesempatan mencari berita dari Kematian keluarga konglomerat ini.
"Singkirkan para wartawan itu,jangan sampai mereka meliput berita ini. Kapan perlu sita kamera mereka,siapa tahu mereka berhasil mengambil gambar." Ujar seorang pria berjas rapi,memakai stelan tuksedo.
Sepertinya orang itu cukup berpengaruh,dia mampu menggerakkan beberapa pegawainya untuk mengusir wartawan, juga orang-orang yang kebetulan melintas di sana.
Bernard de Paquillo dan Jovanka Rose adalah sepasang suami istri,mereka salah satu pewaris kekayaan dari pengusaha terkenal yaitu Adams de Paquillo.
Adam de Paquillo merupakan paman dari mendiang Bernard de Paquillo,dia mewariskan semua hartanya karena dia tidak memiliki anak atau keluarga yang lain. Hanya Bernard satu-satunya keluarganya.
Sekarang dia pun meninggal bersama keluarga kecilnya,istrinya Jovanka Rose, anak perempuan pertamanya Laurence de Paquillo, anak perempuan keduanya Nancy de Paquillo dan terakhir anak balitanya Jason de Paquillo.
Yang mirisnya lagi,mereka baru saja pulang dari pemakaman pamannya yaitu Adams de Paquillo.
"Permisi,apakah kalian yang bernama Kevin dan Maurice?" Tanya pria itu tadi.
"Iya benar,anda siapa?" Ucap Kevin.
" Perkenalkan saya Marino de Paquillo ,sepupu korban." Ujar pria itu sambil mengulurkan tangannya.
Kevin dan Maurice memperkenalkan diri kepada pria itu,mereka juga menceritakan semua kronologi kecelakaan itu terjadi.
"Iya,saya percaya kepada kalian. Saya akui mereka sepertinya sedang mengantuk,kami tengah sibuk mengurus pemakaman paman kami yang baru saja meninggal.
Hingga membuatnya kelelahan,padahal kami melarangnya menyetir sendiri tapi dia bersikeras ingin menyetir sendiri. Dan akhirnya kecelakaan itu terjadi." Kata Marino,pria itu.
"Kami turut berduka atas meninggalnya keluarga bapak,maaf kami tidak tahu anda mengalami banyak musibah.." Ucap Maurice bersimpati.
"Iya,terima kasih atas bela sungkawa nya. Jadi kalian tidak usah khawatir,ini tidak akan ditindak lanjut. Kami terutama saya sudah menjaminnya." Kata Marino sambil tersenyum.
Kevin dan Maurice agak aneh memandang pria itu,bagaimana tidak dia baru saja kehilangan keluarganya tapi dia nampak baik-baik saja. Tak ada tanda kesedihan diwajahnya.
"Kalian bingung kan,kami juga bingung.. Bagaimana seseorang bisa setenang itu setelah kehilangan anggota keluarganya,padahal yang meninggal bukan hanya satu orang tapi ada lima,bahkan enam jika ditambahkan pamannya." Kata salah seorang yang berdiri disamping mereka.
Kevin dan Maurice kaget, tiba-tiba saja ada orang disamping mereka.
"Hai perkenalkan nama aku Joanna,aku wartawan dari NYTv. Dan ini rekanku Julian." Katanya memperkenalkan diri.
"Kalian setan yah, tau-tau nongol begitu." Kevin kesal dibikin kaget oleh mereka.
"Santai boy, kita harus bersembunyi dari orang itu kalau tidak kita bisa diusir nanti." Kata Julian sambil menenteng kameranya.
"Kalian beneran wartawan? kalian tidak akan menyebarkan berita bohong kan? Aku yakin dia bersikap begitu karena takut wartawan membuat berita hoax lagi." Ujar Maurice.
"Beneran ni,kantor asli kan bukan kantor palsu?" Tanya Kevin lagi kurang yakin pada mereka.
"Sudah,sudah.. ga usah dibahas lagi kalau tidak percaya. Aku ingin tanya,kudengar kalian berada dilokasi kejadian bukan?" Tanya Joanna penuh selidik.
"Memang kenapa,kami kebetulan ada disana. Kalau tidak menghindar cepat mungkin kami juga mati kecelakaan." Ujar Kevin gusar ditanya begitu.
Maurice menyikut lengan Kevin,agar tidak terlalu banyak bicara, takutnya akan menjadi masalah kedepannya. Karena yang bertanya wartawan bisa runyam lagi.
"Kecelakaan? Tapi yang kami dengar dari juru bicara mereka,keluarga itu meninggal akibat overdosis obat tidur?" Ucap Joanna penuh selidik.
"A-aku tak tahu soal itu,kami hanya bicara soal kami lihat tadi. Mungkin saja mereka meninggal karena overdosis obat tidur,kami permisi." Kata Kevin berlalu pergi sambil menggandeng tangan Maurice.
"Aneh sekali ya Joan,kenapa keterangan mereka dengan polisi tadi berbeda? Sepertinya ada yang ditutupi,menurutmu mana yang benar..?" Tanya Julian kepada Joanna.
"Entahlah,tapi yang kulihat mereka cukup jujur. Mari kita hubungi dia." Kata Joanna.
"Halo,aku sudah selidiki. Ternyata apa yang kamu pikirkan benar adanya,kematian keluarga Bernard de Paquillo sama dengan pamannya.
Hanya yang membedakan lokasi dan kejadiannya saja,pamannya mati overdosis heroin disebabkan depresi. Dan Bernard bersama keluarganya mati akibat overdosis obat tidur.
Menurutku itu aneh,bagaimana Bernard bisa menyetir sendiri jika dia sedang mengkonsumsi obat tidur, terus kenapa istri dan anak-anaknya juga ikut minum obat itu?" Kata Joanna kepada seseorang ditelpon itu.
"Kau selidiki lagi,tapi hati-hati. Marino bukan orang biasa,dia bisa tahu kalau ada orang aneh disekelilingnya.
Aku yakin dia mengikutinya,sampai nekat keluarganya dijadikan korban untuk sesembahan." Kata orang ditelpon itu.
"Yah begitulah,kalau orang sudah dikuasai naf*su dunia. Keluarga pun tak ada artinya." Jawab Joanna.
"Btw,aku ketemu dengan orang-orang itu. Aku heran, kenapa bisa mereka terlibat dengan kasus ini?" Katanya lagi.
"Kau tahu Joan, Arion Gaharu akan terus memburu mereka. Jika Maura tak dapat dia miliki,maka orang-orang disekitarnya akan terus diteror,diburu sampai mati hingga dia puas." Kata orang ditelpon itu sambil menghela napas berat.
"Dan katanya,kau ditugaskan untuk menjaganya. Hemm,aku dengar dia cantik loh.." Kata Joanna mencoba menggoda orang itu.
"Aku hanya menjalankan tugas dan amanah joan,aku mencoba profesional." Kata orang itu tegas.
"Baiklah,jangan marah dong.. hehe.. Kami akan kembali,para penjaga Marino mulai curiga dengan kami. Kami harus pergi." Kata Joanna,lalu dia menutup telponnya.
Siapakah Joanna dan Julian ini,apakah mereka benar-benar wartawan asli? Dan siapakah orang yang ditelpon itu,apa hubungannya dengan Maura. Dan Apa maksudnya dia ditugaskan menjaga Maura? Siapa yang menyuruhnya?
......................
Bersambung