
Saat Maura masuk ke apartemennya, aura di sana berubah. Seperti cahaya terang menyelimuti apartemen tersebut.
" Apartemen ini sudah terlindungi Maura, kau tenang saja. Siapapun akan aman tinggal disini.
Para makhluk jahat itu takkan bisa lagi mengganggu kamu dan keluargamu " kata Dewi Srikandi, dia berbicara lewat telepati dengan Maura.
" Baik, aku mengerti. Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu.
Mengapa Gerald nampak berubah, apa ini ada hubungannya denganmu di sisiku? " tanya Maura.
Saat itu posisi Maura berada didalam lift, ada beberapa orang juga didalamnya.
" Jangan khawatir, dia tidak akan pergi selamanya. Dia bersikap seperti itu karena memang harus begitu.
Bagaimanapun juga kau itu majikannya, dia harus membiasakan diri berbicara lembut padamu " Dewi Srikandi menjawab.
" Tapi aku tak terbiasa dengan sikapnya sekarang, aku lebih suka dia yang dulu.
Aku tak mengapa dengan sikapnya begitu, dia terlihat begitu lucu dengan tingkahnya itu. " Kata Maura tersenyum.
Orang-orang didalam lift melihat Maura senyum-senyum sendiri, melihatnya dengan aneh.
Sadar dengan kelakuannya, dia berusaha tenang.
" Satu lagi Maura, saat ini Gerald mungkin tidak akan pulang dulu.
Mungkin agak lama, baru dia kembali " kata Dewi Srikandi.
" Kenapa " tanya Maura lagi.
" Saat ini kondisi Camelia tidak memungkinkan, dia sering sekali mengamuk.
Setelah dia membaik, mungkin Gerald baru bisa pulang. " Jawab Dewi Srikandi.
" Apa maksudmu Camelia sering mengamuk? ah, iya. Aku baru ingat sesuatu.
Saat aku datang pertama kali ke istana bayangan, aku bertemu dengannya. Tetapi sikapnya sangat berbeda.
Tiba-tiba saja dia menyerang ku, apakah mulai saat itu dia mengamuk?
Apakah aku penyebabnya? " cecar Maura penasaran.
" Bisa jadi begitu, kau ingat dengan kalung yang dipakai Gerald? kalung itu bernama kalung Giok Delima Sakti.
Kalung itu memiliki kesaktian luar biasa yang hampir sama dengan pemilik aslinya.
Kau tahu siapa pemiliknya yang sebenarnya? dia adalah Arion Gaharu, kalung itu pernah dicuri oleh salah satu punggawa yang tersihir olehnya " kata Dewi Srikandi menjelaskan.
" Iya, aku tahu. Balaputradewa sudah menceritakan semuanya padaku " kata Maura.
" Kalau begitu, kau juga tahu kan kalau kalung itu menghilang dan tidak diketahui keberadaannya?
Ternyata kalung itu sudah berada ditangan anak cucu keturunan punggawa yang tersihir itu.
Dan sampai juga ke tangan nenek Camelia, dia juga salah satu pengikut penyihir itu.
Kau tahu, penyihir itu selalu meminta tumbal pada pengikutnya?
Dia selalu meminta tumbal keluarga pengikutnya atau orang terdekatnya.
Sepertinya nenek Camelia tidak ingin keluarganya menjadi tumbal sesembahan untuk Arion Gaharu.
Makanya dia sengaja membiarkan mereka pindah dari negaranya, agar menjauh darinya.
Termasuk menyembunyikan Gerald dan kalung itu. " Dewi Srikandi menjelaskannya.
Saat sibuk berkomunikasi dengan Dewi Srikandi lewat telepati, tidak sadar perjalanan Maura ke unit apartemennya sudah sampai.
Maura membuka pintu apartemennya, suasana didalamnya begitu sepi.
Memang saat ini dia hanya berdua saja dengan bi Marni, tapi dia tak menemukan beliau dimana-mana.
" Aku harus menelponnya " gumam Maura.
" Halo bi, lagi dimana? " tanya Maura.
" Iya, bibi lagi di supermarket dekat apartemen. Mau belanja keperluan rumah lainnya.
Kan Angga sudah pulang lagi kesini, jadi bibi mau belanja yang pada habis semua. Sekalian beli makanan buat kita " kata bi Marni.
" Oh, iya bi. Aku sudah pulang, aku tunggu yah.. " kata Maura.
Maura masuk kedalam kamarnya, dia ingin membersihkan diri.
Dia sudah membuka baju olahraganya, baju yang dia pakai dari pagi sekali hingga sore ini.
Kulit putih mulus dengan kaki jenjangnya, rambut panjang lurus, dengan muka cukup kecil serasi dengan hidung mungilnya.
Dia terlihat imut, tetapi kalau dilihat di daerah kewanitaannya, dia memiliki size cukup besar untuk ukuran tubuhnya itu.
Diseberang apartemen Maura, ada gedung komersil lainnya. Gedung itu juga bagian dari kawasan apartemen tersebut.
Seseorang sedang mengamati Maura dari kejauhan melalui teropong miliknya.
Dia tersenyum melihat kecantikan Maura, dia salah satu pemilik saham gedung tersebut.
Saat dia lagi serius mengamati Maura, tiba-tiba ada yang mengejutkannya.
" Ardian, sampai kapan kau mengamatinya terus. Dia sudah pulang, berarti sudah aman. " Kata orang itu.
Seorang wanita paruh baya yang itu menghampirinya, dia mengambil alih teropong itu.
Lelaki yang dipanggil Ardian itu nampak gelagapan, dia buru-buru memindahkan teropongnya.
" Apa yang kau lakukan, aku ingin lihat apa yang kau lihat juga! " kata wanita paruh baya itu.
" Ti- tidak ada apa-apa bi, beneran?! " katanya Ardian.
Wanita tua itu tak percaya, dia tetap mau melihatnya.
Saat dia melihat kearah kamar Maura lewat teropong itu, dia terkejut karena Maura hampir melepas semua pakaiannya.
" Apa yang kau lakukan? ingin menjadi pria mesum?! " bentak wanita itu.
" Apa?! tidak, aku tidak tahu kalau dia lagi melepas bajunya.
Saat dia ingin membuka semuanya, aku langsung mengalihkan pandanganku.
Dan pas waktunya bibi datang " kata Ardian sambil cemberut.
Ternyata wanita paruh baya itu bibinya Ardian, dia tersenyum melihat keponakannya itu.
" Maaf yah, aku sudah membuatmu dalam pilihan sulit.
Aku tahu kamu tak ingin melakukan semua ini, tapi percayalah ini semua demi kebaikan kita semua.
Kamu sudah tahu semua cerita dan sejarah masa lalu termasuk dengan reinkarnasi yang ada didalam dirimu itu.
Aku harap kamu bisa menjalankan tugasmu dengan baik " kata bibi nya Ardian itu.
" Aku tahu bi, tapi aku pikir hanya ingatan dan kejadian masa lalu saja yang terekam didalam memori otakku.
Tetapi kekuatan diriku dimasa lalu juga muncul berlahan-lahan seiring waktu. Jadi aku bisa merasakan dan melihat ' mereka '.
Segitu besarnya kekuatan Arialoka hingga para mahluk itu juga takut padaku? jujur sampai sekarang aku tak mengerti " kata Ardian terlihat bingung.
" Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Nanti juga kau akan mengerti " kata bibi itu.
Tiba-tiba telpon bibi itu berdering, dia sumringah mengangkat telpon tersebut.
" Halo Maura, iya.. sebentar lagi bibi pulang yah, mau makan apa nak?
Apa nasi goreng seafood? baiklah, nanti pulang bibi bikinin kamu.
Oke, sampai jumpa di rumah " kata bibi itu.
" Aku juga mau nasi goreng seafood nya " Ardian terlihat cemburu dengan Maura mendapat perhatian lebih dari bibinya itu.
" Nanti bibi juga akan bikinin kamu yah, jangan cemberut begitu.
Gantengnya hilang nanti, hehe.. " kata bibi itu.
Dia pamitan untuk kembali ke Apartemen Maura, Ardian melihat punggung bibinya itu berlahan menghilang jauh.
Dia sangat menghormatinya, wanita itu sudah seperti orang tua kandungnya. Yang mencintainya setulus hati.
Satu-satunya keluarga yang dia miliki hanya bibinya itu, ketika kedua orangtuanya meninggal secara misterius, bibinya lah yang merawatnya sendirian penuh kasih sayang.
Dia tidak pernah sendirian, bibinya dengan penuh kesabaran dan telaten merawatnya sampai sukses hingga sekarang.
......................
Bersambung
Kok bibinya Ardian bisa kenal dengan Maura yah, sedekat itukah mereka?
Kira-kira siapa yah?
Dan, siapa sebenarnya Ardian ini?