
Sementara itu, di dunia gaib jauh dari dimensi manusia. Alam begitu mencekam, awan gelap menyelimuti dimensi itu.
Peperangan terus berlanjut tanpa henti, tak tahu sampai kapan ini terus berlanjut. Tak ada kata lelah didiri mereka, perang tidak akan berhenti sampai salah satu dari pihak mereka kalah ataupun menyerah.
Sedangkan pertarungan antara Gerald dan Zea terus berlanjut, kedua sosok makhluk itu begitu mengerikan dan sama-sama kuat. Dimana Zea terus berusaha melalap hutan Pinus dengan apinya, sedangkan Gerald berusaha memadamkan api melalui hembusan angin di mulutnya.
"Sampai kapan kita terjebak disini?!" tanya Maurice sudah tak tahan harus menyaksikan pertarungan itu.
"Tenanglah, aku yakin pihak maharaja Balaputradewa pasti akan menang. Ngomong-ngomong dimana Dewi Srikandi, kenapa dari tadi dia tak muncul. Sedangkan panglima Arialoka sedang berperang bersama prajurit yang lainnya" ujar Julian penasaran.
Saat ini mereka semuanya sedang bersembunyi didalam goa dihutan Angkara, goa didalam pohon besar. Dimana goa itu dulu pernah dihuni oleh Kamaru yang berubah jadi jin hitam, sedangkan saat ini Kamaru sudah kembali seperti dulu.
Meskipun dia berubah menjadi sosok jin, tetapi dia tidak dalam pengaruh Arion Gaharu. Dia bisa memilih jalan hidup yang dia tempuh, dan saat ini dia bergabung dengan panglima Arialoka berperang melawan semua prajurit Arion Gaharu.
Saat ini Ardian dalam keadaan terluka parah ketika mencoba melawan salah satu panglima perangnya Arion Gaharu, saat Ardian terluka panglima Arialoka melepaskan diri dari raga Ardian dan melawan mereka tanpa Ardian.
Saat ini panglima Arialoka, Kamaru dan Rosario melawan para panglima perang itu, sedangkan para prajurit kerajaan bayangan melawan prajurit iblis.
"Maura, kau tidak apa-apa?" tanya Joanna sedari tadi memperhatikan dirinya.
"Aku tak apa..." jawab Maura pelan.
"Kenapa dia?" tanya Kevin.
"Sudah, jangan ganggu dia. Saat ini hati dan pikirannya sedang kalut, mungkin dia bingung dengan kepergian Dewi Srikandi dan juga sedih melihat Ardian terluka" jawab Joanna.
"Aku hanya heran saja, kemana Dewi Srikandi itu? Bukankah ini saat yang tepat untuk menyerang para iblis ini, kenapa dia pergi?" gumam Julian.
Sementara maharaja Balaputradewa sedang bersemedi di singgasananya, sedangkan ratu Kenanga Ungu mengambil alih kerajaan. Dengan sikapnya yang tegas dan anggun, dia terus merencanakan strategi peperangan. Dia terus mengerahkan bala bantuan kepada para prajurit bayangan yang lainnya.
Sedangkan dari jauh ditengah taman bunga kematian itu, Arion Gaharu juga sedang mengamati mereka semuanya. Dia sadar sudah kehabisan waktu, dia harus menjalankan rencana yang lain.
Apalagi saat ini Zea sudah diserang habis-habisan oleh Gerald tanpa ampun, sedangkan para prajuritnya sudah banyak yang tumbang dan para panglimanya sudah sekarat semuanya.
Jarak antara hutan Angkara dengan hutan Pinus lumayan jauh, akibat pengaruh sihir Arion Gaharu mereka semuanya bisa melihat peperangan itu secara langsung. Dan ketakutan merajai mereka, membuat mereka semuanya mulai berhalusinasi.
Sedangkan Gerald hilang fokus karena pikirannya terganggu oleh sihir Arion Gaharu, entah mengapa tiba-tiba saja pikirannya melayang dan teringat kembali dengan kenangan indah bersama Camelia.
Camelia yang kekuatannya sudah kembali, memanfaatkan momen itu dan menyerang Maura dan teman-temannya. Melihat itu Gerald kembali tersadar dan berusaha menyelamatkan Maura dan lainnya.
Tapi dia ditarik oleh Zea melalui ekornya, Gerald menjauh dari Maura dan kawannya. Mereka semuanya tidak menyadari kalau sedang dalam bahaya, pikiran mereka sedang dikuasai oleh Arion Gaharu.
Semuanya berpikir kalau perang telah berakhir dan mereka semua telah kembali pulang, padahal kenyataannya sebaliknya. Melihat itu Gerald yang kalut dan murka, tanpa ampun menggunakan kekuatan sucinya, cahaya dari kalung dipakainya berpendar memancarkan sinar merah darah menerpa Zea, sang ular licik pun tidak tahu akan mendapatkan perlawanan dan penyerangan sekuat itu.
Seketika tubuhnya menghitam, sisik-sisik ditubuhnya mulai rontok, tubuhnya pun mulai menciut dan mengecil. Zea berubah menjadi ular kecil tanpa bisa dan tidak memiliki kekuatan apapun.
Kakung yang dipakai Gerald mengeluarkan kekuatan sesuai dengan karakter si pemakai, Gerald yang merupakan seekor binatang biasa, tiba-tiba saja memiliki kekuatan dan hatinya yang begitu baik dan polos, ketika menggunakan kekuatan yang paling besar, kekuatannya itu berpungsi menjadi apa yang dia inginkan.
Seperti saat ini, Gerald lebih memilih menghukum Zea menjadi ular kecil biasa dan tinggal di dunia manusia.
Tetapi berbeda dengan ketika dia menghadapi Camelia, aura pemusnahan terlihat dimatanya. Dia tak ingin Maura dan lainnya menjadi korban Camelia.
Pssseettt!
Secepat kilat Gerald mengalihkan tempat mereka lumayan jauh dari jangkauan Camelia, tapi malangnya dia kena sabetan kuku panjang Camelia seperti pedang tajam itu.
"Apa yang kau lakukan, dasar kucing jelek!" ujar Camelia yang sepenuhnya menjadi ratu hitam, ratunya para penyihir.
Melihat Gerald kena sabetan Camelia, Maura menjerit dia ingin menyelamatkannya tapi ditahan oleh yang lainnya.
......................
Bersambung