RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Season 2 : (PNS) Bukan Manusia Biasa


Putri iblis tampak tak sadarkan diri di atas petir berbentuk kuda itu, raja iblis sepenuhnya mengendalikan kekuatannya untuk melakukan perlawanan dan penyerangan terhadap semua makhluk yang ada di sana.


Liu Wei Yan nampak sudah kelelahan, dari wujudnya berbentuk naga sampai berwujud manusia dia masih belum bisa membalas perlawanannya terhadap raja iblis itu, karena mustahil baginya untuk bisa menundukkan raja iblis, karena dia sendiri diciptakan oleh iblis itu sendiri.


"Liu Wei Yan... Apa yang kau lakukan, Nak? Kau tau ini semua mustahil bagimu untuk membalasku seperti ini, untuk menyentuh sedikit saja tubuh ini kau tak bisa, bagaimana bisa kau akan mengalahkanku?! Hahaha!!" ujar raja iblis itu pongah.


"Aku tau apa yang aku lakukan ini mustahil akan terjadi, setidaknya aku harus mencoba! Ingat, aku ini sejatinya hanyalah manusia ciptaan Tuhan bukan budak darimu! Kau yang mengubahku seperti ini dengan memanfaatkan kelemahanku, sehingga aku terpedaya oleh semua janji-janjimu, dan akhirnya aku menyakiti istriku dan membuat anakku menderita dan menjadi seperti itu!" teriak Liu Wei Yan murka.


"Apa salahku, bukankah memang tugasku menyesatkan umat manusia?! Hah, hahaha! Kau saja yang bo.doh mau percaya dengan semua itu!" balas raja iblis itu merendahkannya.


Tapi satu hal yang tak diketahui oleh raja iblis, bahwa saat ini Liu Wei Yan sedang mengalihkan perhatiannya dari pandangannya kearah lain, saat ini Maura sedang menuju kearah mereka, tepatnya berada dibelakang raja iblis itu.


"Mendekatlah pelan-pelan, Aurora.. Jangan sampai iblis itu mendengar suara kepakan sayapmu ataupun merasakan hembusan angin dari pergerakan kita ini," ujar Maura berbisik pelan kearah Aurora.


Kuda Unicorn putih itu hanya mengangguk dan bergerak perlahan mendekat raja iblis itu, sedikit lagi Maura menjangkau putri iblis yang dalam keadaan tak sadarkan diri itu, sadar mereka dalam batas tameng perlindungan yang dibuat raja iblis, dia tidak mau gegabah.


"Jika dia hanya berdiam diri seperti ini, dia pasti bisa merasakan ada sesuatu yang bergerak dibelakangnya, tapi jika konsentrasinya terpecah oleh pertarungan maka dia tidak akan pernah merasakan ada pergesekan diantara mantra pelindungnya ini!" gumam Maura dalam hati.


Seolah memahami kesulitan Maura, Liu Wei Yan tanpa rencana apapun langsung menyerang raja iblis itu dengan berubah kembali menjadi naga putih yang begitu besar dan mengerikan.


Liu Wei Yan berusaha merusak mantra pelindung itu dengan melilitkan badannya ketubuh raja iblis itu, dan tentu saja itu menimbulkan beberapa percikkan api yang mengerikan, karena mantra pelindung itu mulai retak dan membuat Maura semakin mudah mendekati raja iblis itu.


"Dasar bo.doh kamu! Apa kau tau akibat yang kau ambil ini akan menjadi masalah bagimu sendiri, manusia siluman bo.doh?! Seluruh kekuatanmu akan menghilang dan kau akan menjadi makhluk paling lemah, lebih lemah daripada manusia sekalipun!" teriak raja iblis itu.


Dia meremehkan dan merendahkan Liu Wei Yan, dia diam saja dengan apa yang dilakukan oleh mantan muridnya itu, dia ingin Liu Wei Yan menghancurkan dirinya sendiri, tapi dia juga tak sadar juga kehilangan suatu yang sama berharganya baginya.


"Hentikan Liu Wei Yan! Semuanya sudah selesai, cepatlah kembali ke tempatmu, jangan sampai kau kehilangan seluruh tenagamu dan menghilang begitu saja tanpa memeluk putrimu itu!" tiba-tiba saja Maura menyela pembicaraan mereka.


Mendengar suara Maura, Liu Wei Yan langsung melepaskan cengkeramannya ditubuh raja iblis itu, samar-samar dia juga melihat Fa Wei Xian terbang melesat dengan tinggi menjauhi mereka, dia juga bisa melihat dengan jelas kalau istrinya itu sedang menggendong seseorang di pelukannya.


"Terima kasih, Maura... Terima kasih," ucap Liu Wei Yan.


Pelan-pelan naga putih itu berubah wujud menjadi ular kecil berwarna putih, membuat raja iblis tertawa terbahak-bahak merendahkannya, dia mengira bahwa kekuatan Liu Wei Yan hampir menghilang sepenuhnya, dia hendak menginjak ular kecil itu, tapi dengan sigap Maura menghentikan langkah iblis itu dengan menahan kakinya dengan cambuk emas ditangannya.


Ctaaarr!


Suara kencang memekikkan telinga keluar dari suara cambukan itu, mengalahkan suara petir alam ataupun suara petir buatan iblis itu. Tentu saja itu mengagetkan sang iblis, dia pikir Maura tak lebih hanya manusia biasa yang kebetulan memiliki kekuatan istimewa seperti itu.


Hal itu digunakan dengan baik oleh Liu Wei Yan untuk melarikan diri, pergi ke kediamannya di hutan larangan, menyusul istri dan putrinya itu. Sebaliknya, raja iblis nampak terkejut baru mengetahui jika putri iblis ciptaannya itu tidak ada lagi disisinya.


"Dasar licik, ternyata kau sengaja bekerja sama dengan makhluk hina itu tadi untuk memperdayakan aku rupanya!" teriak raja iblis murka.


Saat dia menoleh kearah ular kecil tadi, tapi dia tak melihat makhluk itu lagi, hilang begitu saja bersama putri kecil dan siluman wanita dibawah tadi, sadar dirinya telah ditipu membuat raja iblis itu meraung keras.


"Gggraaaarrr!!"


Suara auman dan geramannya mampu menggetarkan bumi, tapi takkan bisa membuat bumi itu hancur karena sejatinya bumi ini milik Tuhan pemilik alam semesta sesungguhnya.


"Dengar manusia, kau telah salah dalam mengambil keputusan! Kau berurusan dengan sesuatu yang akan kau sesali seumur hidupmu! Dan mungkin itu tidak akan pernah terjadi jika kau mati sekarang juga, huaaaa!" murka raja iblis.


Maka, tarik menarik pun tak bisa dielakkan. Dengan sekuat tenaga Maura mempertahankan cambuknya, dia tau jika cambuknya bisa beralih ditangan sang iblis, maka dunia ini bisa lebih cepat hancur ditangan raja kegelapan itu.


"Tuhan, bantu aku.." gumamnya sambil memejamkan matanya.


Tiba-tiba saja tanduknya Aurora bersinar terang memancarkan cahaya keemasan, mata kuda itu seketika berwarna putih sempurna, dengan gagah dan anggunnya dirinya berlari menuju raja iblis bersama Maura di punggungnya.


"Hahaha, dasar bo.doh! Kalian sengaja menghampiriku untuk mengantarkan nyawamu sendiri!" ucap raja iblis itu tertawa kencang dan sudah merasa menang sendiri.


Tapi dia juga tanpa sadar melakukan sebuah kesalahan, karena Maura bergerak maju kearahnya otomatis pegangannya pada cambuk mengendur. Dengan begitu Maura langsung menarik cambuknya dengan kuat, dalam sekejap cambuknya ada ditangannya kembali.


"Bede.bah!" teriak raja iblis itu murka.


Maura sadar jika dia harus melakukan permainan tarik ulur dengannya, melakukan perlawanan secara membabi-buta akan membuat raja iblis itu semakin kuat, karena dia bisa saja menyerap semua energi miliknya, jika diam saja bisa jadi dia akan begitu mudah ditipu daya dan dikalahkan begitu saja oleh raja iblis.


"Iblis itu memiliki hawa naf.su yang tinggi, dia tak bisa mengontrol emosinya, dan begitu mudah jumawa dan menyombongkan dirinya, aku akan memanfaatkan kelemahannya itu untuk mengalahkannya.." ucap Maura kepada Aurora.


"Bagaimana bisa kau mengalahkannya dengan cara seperti itu, Maura?" tanya Aurora tak mengerti.


Maura hanya tersenyum simpul kearahnya, lalu menatap lekat Aurora sambil menaikan alisnya dan tersenyum penuh arti.


"Dasar iblis rendahan, kau itu bukan apa-apa tanpa anak kecil itu! Jika bukan karena kebodohan ayahnya dulu, kau mana bisa keluar dari neraka begitu saja dan memperdayakan anak kecil itu tadi!" ujar Maura memprovokasi raja iblis itu.


"Kau tau apa manusia bo.doh! Kau bukan tandinganku, tanpa mereka aku juga bisa menaklukkan dunia ini!" sahut raja iblis mulai terpancing emosinya.


"O ya? Dengan memanfaatkan para makhluk lemah lainnya dengan iming-iming janji palsumu itu?! Hahaha,, mana bisa! Apa kau tak melihat di bawah sana, tidak ada satupun makhluk rendahan lainnya yang setia menemanimu ataupun anak kecil itu tadi!" ujar Maura lagi sambil tersenyum meremehkannya.


"Diam kau!" teriak raja iblis itu murka.


Dia tak bisa berdiam diri, dia langsung menggerakkan tangannya yang besar kearah Maura, seperti kaki gajah yang akan menginjak semut, begitulah keadaan sekarang ini.


Dengan instruksi Maura, Aurora setengah berdiri dengan kedua kaki depannya, sambil mengarahkan tanduk depannya yang begitu besar dan lancip itu kearah tangan raja iblis, yang akan mendaratkan pukulannya kearah Maura.


Jleeep!


"Graaaarrr!!"


Raja iblis itu meraung kencang ketika tanduk Aurora menancap pada tangannya sampai tembus begitu saja, tanduk itu bukan tanduk biasa ataupun hanya aksesoris di kepalanya Aurora, tapi bisa juga menjadi senjata mematikan bagi setiap makhluk yang memiliki hati dan niat jahat kepadanya ataupun kepada tuannya, yaitu pada Dewi Srikandi atau Maura itu sendiri.


"Kau yang salah menilai tentang diriku, wahai makhluk hina!" geram Maura menatap tajam kepada raja iblis.


Meskipun badannya sangat kecil dibandingkan raja iblis itu, tapi dia memiliki aura dan energi yang begitu besar hampir menyamai dengan tenaga raja iblis, dan mungkin lebih besar daripada itu.


pandangan tajam penuh intimidasi dari tatapan Maura mampu membuat raja iblis ketar-ketir, apalagi tanduk Aurora mampu melumpuhkan tangannya sebelah, dia yakin ramalan yang pernah dia rasakan waktu itu benar adanya, jika akan ada seorang anak manusia datang untuk menghancurkannya.


......................


Bersambung