RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Pertemuan pertama


Maura saat ini lagi sibuk belajar dengan Dewi srikandi, dia banyak mempelajari hal-hal baru darinya. Terutama ilmu-ilmu kebatinan, sesuatu hal yang tak pernah terbayangkan olehnya.


Hari-harinya dipenuhi oleh belajar ilmu bela diri, ilmu kebatinan hingga harus belajar menaklukkan para arwah gentayangan.


Dia harus mempelajari itu semua demi bertahan hidup, kalau tidak dia akan sepeti orang gila karena tak tahan oleh gangguan dan godaan para arwah atau jin rendahan lainnya.


Sementara itu, Gerald dan Camelia harus dijauhkan dulu dari Maura. karena Camelia masih belum tenang, dan Gerald harus menjaganya. Kalau tidak Camelia akan dimusnahkan oleh Dewi Srikandi, karena dianggap akan membahayakan Maura.


Jadi tinggallah dia sendirian, Pak Irwan lagi sibuk dengan pekerjaannya. Angga kembali ke California, memulai bisnisnya di cabang perusahaan milik Papanya.


Kini Maura tinggal bersama Bik Marni, Pak Irwan kadang jarang pulang karena pekerjaannya itu. Bahkan perusahaannya Di Indonesia mengalami penurunan label omzetnya. Dia sempat berpikir ingin kembali ke Indonesia sementara, tapi harus memikirkan Maura juga disini.


Sepertinya usaha Pak Wisnu sedikit berhasil, sehingga membuat Pak Irwan kelimpungan dengan bisnisnya itu. Akankah Pak Irwan akan kembali lagi ke Indonesia? Entahlah, lihat saja nanti.


Kevin lagi ikut liburan bersama keluarganya ke pantai Miami yang sangat terkenal itu, mereka mengajak Maura dan Maurice ikut juga. Tapi mereka berdua tak bisa karena kesibukan masing-masing, Maurice harus menemani Mamanya di rumah karena sakit.


Sedangkan Maura, yah.. disinilah dia saat ini, sedang berolahraga pagi, olahraga sekarang menjadi kegiatan rutinitasnya. Kegiatan yang paling dia benci, paling ga suka mengeluarkan keringat. Tipikal anak ga mau capek, tapi anehnya dia suka kegiatan menanam? Memang hobinya itu turun dari Mamanya.


Saat ini dia sedang berolahraga di pagi hari, seorang diri mengelilingi taman kompleks apartemennya.


" Akh, capek.. Kenapa sih harus ada kegiatan olahraga juga? Kan kemarin-kemarin aku sudah banyak mengeluarkan keringat dari belajar ilmu bela dirinya, lebih baik aku disuruh menanam seribu pohon dari pada berlari ga ada tujuan ini!' Katanya mengedumel sendirian.


Dia melihat ada kaleng minuman kosong dipinggir jalan, lalu memungutnya untuk dibuang ketempat sampah di tong sampah besar disisi jalan itu.


Pletak..!!


" Awhh, sakit..! Siapa sih yang melempar sampah sembarangan, ga liat apa ada orang disini. Aduh, sakitnya..!" Kata seseorang dibalik tong sampah itu.


" Aduh, mati aku.. ini siapa sih pake ngumpet dibelakang tong sampah sebesar itu? kan mana aku tahu ada orang, lagian aku ga sengaja." Gumam Maura bersungut-sungut.


Dia hendak pergi dan membalikkan badannya, tetapi orang itu menghentikannya.


" Hei, mau kemana kamu. Mau kabur yah?! Awas jangan kabur ya kamu!" Kata orang itu.


Maura kesal sekali dengan orang ini, dia membalikkan badannya dan melihat orang itu.


Seseorang pria memiliki postur tubuh tinggi tegap, dia memakai setelan baju olahraga training dan Hoodie yang menutup kepalanya. Dia juga memakai masker yang menutup mulut dan hidungnya, hanya bagian matanya terlihat.


Pandangan tajam pria itu sedikit membuatnya gentar, mata tajam seperti menusuk itu menatapnya tanpa berkedip.


" Aku tak kabur, lagian aku ga sengaja. Mana kutahu ada orang disamping tong sampah itu. Lagian kamu juga aneh, tempat duduk kosong disini banyak kenapa memilih tempat bau dan kotor itu." Kata Maura mencoba membela diri.


"Itu bukan urusanmu, tidak usah mengelak kamu yah. Kamu harus tanggung jawab, kepalaku sakit sekali. Ini sepertinya bengkak." Kata Pria itu sambil mengelus kepalanya meringis kesakitan.


" Alah lebay, aku hanya melempar kaleng kosong bukan batu!" Maura mencoba mempertahankan diri.


"Aku tak mau tahu, mulai besok kau harus menemuiku disini. Tempat dan waktunya sama persis, jangan lewat atau terlambat aku akan menagih hutang berobat padamu. Apalagi mencoba kabur, aku akan menuntut mu!" Pria itu berlalu pergi sambil melaju dengan langkah cepat.


"Hei, mau kemana kamu? Kau ingin uang berobat, katakan saja no rekeningmu?! Hei, hei..!!" Teriak Maura, tapi pria itu tak menggubrisnya dia langsung pergi dengan sedikit berlari.


Disisi lain, ditempat itu.


Pria tadi melangkah begitu cepat menghindari Maura, setelah cukup jauh darinya. Dia langsung menghela nafas lega.


Dia membuka maskernya, dia menghirup udara segar di pagi hari ini, seolah baru saja melepaskan atau melewati beban yang berat.


" Bagaimana, sudah bertemu langsung. Cantik kan?" Tanya seseorang yang berdiri disampingnya.


"Apanya, kepalaku kena timpuk tau?! Sakit banget..!" Katanya meringis kesakitan.


" Haha.. Lagian sih ngapain kamu duduk didekat tong sampah itu? kayak ga ada tempat lain saja." Kata temannya itu.


"Aku menunggumu dan Joanna, kalian lama banget sih. Sampai aku harus bertemu dengannya disana, aku terpaksa bersembunyi darinya." Kata pria tadi membela diri.


"Bisa dikatakan, kamu nervous kan? Karena tak ada tempat lain, makanya kamu sembunyi didekat tong sampah itu. Hayo ngaku, iya kan?!" Katanya terus menggoda pria itu.


" Sudahlah Julian, jangan ganggu dia. Kalau dia marah beneran, kamu bisa terluka." Seorang wanita cantik menghampiri mereka.


Ya, mereka adalah Julian dan Joanna. Dua jurnalis yang bertemu dengan Kevin dan Maurice waktu itu.


"Ayo, kita harus cepat mengikutinya, sebelum dia pergi jauh." Kata pria tadi sambil berlalu.


"Hei, ini sebenarnya tugasmu. Lakukan sendiri, kami masih punya pekerjaan yang belum selesai.!" Teriak Joanna.


" Ga apa untuk kali ini ya bro, tapi untuk seterusnya kamu harus berani. Jadilah Gentleman." Julian masih saja bercanda padanya.


" Aku ini mencoba profesional, dan ini hanya tugas dan kewajibanku. Tidak kurang dan lebih. Dan aku tekankan, aku tak suka dia!" Terdengar ada penekanan dikata terakhirnya. Menandakan betapa seriusnya dia.


Sementara itu, disudut taman itu. Dewi Srikandi tersenyum melihat tingkah mereka.


" Aku tahu kau sangat profesional, Panglima Adipati Arialoka. Di kehidupanmu yang lalu kau salah satu punggawa yang kuat dan sakti, kesetiaanmu pada Kerajaan dan Kesultanan Sriwijaya tak pernah diragukan." Katanya lagi sambil tersenyum kagum pada pria itu.


" Aku tak suka kau memujinya sedangkan ada aku disampingmu." Ternyata dia juga bersama Maharaja Balaputradewa.


" Aku tak bermaksud begitu kanda." Katanya kepada kekasih hati yang dilanda cemburu itu.


......................


Bersambung


Siapakah Panglima Adipati Arialoka, dan apakah pria tadi akan membantu Maura atau tidak?


Jangan lupa bab selanjutnya kita akan bahas siapa mereka yah.


Tolong tinggalkan Jejak dan komentar kalian yah. Hadiah dan vote nya boleh kakak. Terima kasih.