
Sementara itu didalam apartemen..
Bik Marni dan Gerald sekuat tenaga memperkuat tenaga mereka untuk melindungi apartemennya. Mereka hanya berharap Kevin dan Maurice keluar dengan selamat,tanpa diketahui oleh para pasukan arwah itu.
"Gawat,perisaimu sudah mulai retak..!" Kata Gerald.
"Aku hampir kehabisan tenaga,coba kau pakai kekuatanmu itu untuk melindungi apartemen ini." Ucap Bik Marni.
"Aku tak bisa,ini bukan wilayah kekuasaanku. Sedari dulu kau yang melindungi mereka,aku hanya bisa menjaga Maura dan orang-orangnya diluar saja." Kata Gerald.
Di lobby, Maura naik keatas lift bersama Camelia. Camelia diminta Gerald untuk menjaganya,tanpa tahu dia sempat berpapasan dengan Kevin dan Maurice.
Didalam lift ada lima orang termasuk dengan Maura, suasana didalam sana sangat sepi dan sunyi. Semua orang sibuk dengan gadget mereka,dan salah satu diantara mereka bergumam.
"Sebaiknya kau jangan naik,diatas sana sangat bahaya." Katanya.
"Eh,apa..?" Maura bingung orang ini bicara dengannya atau bukan.
Wanita kulit putih, gadis Amerika ini memakai kacamata dan ransel dibahunya. Sepertinya dia seorang siswa. Menoleh kearah Maura dengan senyuman aneh.
Disusul dengan ketiga orang didalam lift itu,seorang lelaki berkulit hitam kepala plontos,wanita memakai rok hitam dan blazer dengan warna senada dan seorang kakek-kakek tua.
Semuanya memandangi Maura dengan senyuman aneh,tapi raut wajah mereka terlihat kaku.
Pandangan mereka terhenti setelah suara lift terbuka,semuanya kembali tersadar seolah-olah tak terjadi apapun.
Maura heran,kenapa orang-orang itu,dan apa maksud dari kata gadis tadi.
"Aku merasakan ada energi yang besar tadi,tapi aku tak tahu darimana asalnya. Mereka semua tadi seperti terhipnotis oleh sesuatu yang menarik mereka kearah kamu.." Kata Camelia menjelaskan.
"Seperti ada yang memberi perintah." Ujar Maura menyahuti.
Camelia tersenyum, sepertinya dia sudah ada kemajuan,dan mulai mengerti keadaan. Batin Camelia.
Maura dan Camelia sudah sampai di lantai apartemen mereka.
"Kok aku merinding yah..?" Kata Maura.
Sepanjang koridor lantai tersebut nampak begitu sunyi dan gelap. Hanya ada beberapa cahaya dari lampu disana.
Terlihat dibeberapa titik sudut disana,ada banyak bayangan hitam berkumpul. Mereka memandangi Maura,seolah ada magnet yang menarik dari dirinya.
Maura menyadari hal itu, mempercepat langkahnya. Setelah hampir sampai didepan pintu unitnya,dia melihat gumpalan-gumpalan asap hitam disana.
"Maura,lari.. Lari cepat..!" Teriak Camelia.
"Ada apa ini,mereka semua itu apa. Kenapa wujud mereka seperti itu dan tak sama apa yang kulihat selama ini..?!" Tanya Maura penasaran.
"Nanti saja aku jelaskan, sebaiknya kau sekarang pergi..!" Pinta Camelia.
"Tidak,aku tidak akan pergi. Aku takkan biarkan kau menghadapi mereka sendirian.." Kata Maura.
"Mereka berbeda Maura,bukan arwah penasaran yang biasa kau temui.." Kata Camelia.
"Sebaiknya kau turun lewat tangga saja.." Kata Camelia,dia melihat pintu exit tidak terlalu jauh darinya.
"Sudah kukatakan,aku takkan pergi. Didalam sana ada keluarga dan sahabatku juga..!" Teriak Maura tak mau kalah.
"Tapi prioritasku menjaga keselamatanmu,kalau kau terluka bagaimana..?" Camelia mulai panik dengan tingkah Maura.
"Hei kalian semua disini,jangan ganggu kami dan pergilah. Ini bukan dunia kalian,jangan sampai Tuhan murka..!" Maura memberanikan diri untuk berbicara dengan para arwah itu. Sebenarnya dia takut,tapi terpaksa dia lakukan demi orang-orang yang dia sayangi terkurung didalam sana.
"Kami kesini bukan untuk mengganggumu atau yang lainnya,kami diutus kesini untuk membawanya.." Kata salah satu arwah gumpalan asap hitam itu.
"Apa maksud kalian,mau menangkap siapa dan siapa yang mengutusmu kesini..?!" Tanya Maura.
"Soal itu kau tak perlu tahu,tapi siapapun yang menghalangi akan kami musnahkan.." Kata makhluk itu mulai menggeram.
"Bunuh dia.." perintahnya kepada yang lainnya.
Semuanya mengepung Maura dan Camelia,mereka terpojok.
"Seharusnya kau tak memprovokasi mereka,lihatlah.. Jumlah mereka banyak sekali,takkan sanggup aku sendiri melawannya.." Kata Camelia mulai panik
Semua gumpalan asap hitam itu menyerang mereka dari segala penjuru,Maura dan Camelia terpecah dua kewalahan menghadapi mereka semua.
Camelia agak kaget melihat Maura begitu mahir dalam ilmu bela dirinya,siapa tahu gadis mungil itu ternyata jago bela diri.
Sejak kecil Maura dan kakak-kakaknya sudah dibekali ilmu bela diri dari Papanya, untuk berjaga kalau ada masalah seperti saat ini.
Mereka tidak tahu,bahwa musuh mereka merupakan bagian dari keluarga Papanya. Pak Irwan tidak menyangka Ilmu bela dirinya akan digunakan untuk melawan saudara-saudaranya sendiri kelak.
Meskipun begitu,yang dihadapi Maura adalah makhluk tak kasat mata,tidak akan mempan tendangan dan pukulan Maura bagi mereka.
Maura tertekan,dia terpojok dikerumuni oleh para arwah berbentuk gumpalan asap hitam itu.
Lehernya seperti tercekik,sulit bernapas kesadarannya hampir hilang. Samar-samar dia melihat Camelia masih bertarung melawan para arwah jahat yang tak ada habisnya.
Terdengar juga suara Camelia berteriak agar Maura tetap bertahan,pandangannya gelap dan tubuhnya lunglai.
Badan Maura seperti terangkat, tiba-tiba saja matanya terbelalak lebar berwarna putih sempurna,angin kencang entah datang darimana membuat para arwah itu gaduh.
Tubuh Maura melayang dalam posisi tegak, dengan tatapan tajam bola matanya putih sempurna,tiupan angin kencang membuat rambut panjang ikalnya melayang-layang.
Dengan sedikit hentakan,tubuhnya memancarkan sinar kuning keemasan. Dia berputar-putar diudara menciptakan angin ****** beliung menghempaskan semua arwah disana.
"Aku Srikandi Sriwijaya,telah kembali.." Kata Maura dengan suara yang lembut penuh wibawa dan tegas.
Camelia melihat Maura seperti itu tercengang tidak percaya,apa ini..? Apakah Maura titisan seorang dewi..?
Melihat itu,para arwah gumpalan asap hitam itu melayang melesat dengan cepat, mereka ketakutan.
"Cepat pergi, Srikandi itu telah kembali..!" Kata salah satu pimpinan mereka.
Semua arwah di sana kabur seketika. Bersembunyi dan mengadu pada tuannya.
......................
Bersambung
untuk para readers mohon maaf jika ceritanya lambat dan suka maju mundur alurnya. Karena saya harus berpikir lagi bagaimana cerita ini lebih menarik lagi tanpa harus memaksakan kesan seram dan sama dengan cerita misteri lainnya.
Saya ingin menekankan lebih dalam tentang karakter dalam cerita,kisah misteri ini sengaja dibuat teka teki agar pembaca bisa tebak menebak siapa dibalik tragedi ini dan penyebabnya.
Karena ini kisah misteri,akan banyak plot twist didalamnya.
Yuk, simak dan tungguin lagi bab-bab berikutnya yah.. jangan lupa kasih jempolnya dan komentar juga,kasih vote dan hadiah juga boleh banget..!! makasih ya,bagi yang masih setia sama author.. 😘😘🙏