RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Season 2 : (PNS) Pertarungan Rosario Dengan Jin Hutan.


Sebelumnya, Maura jadi tak nyaman membiarkan Ardian pulang sendirian sore itu. Dia meminta pamannya untuk mengantar Ardian pulang ke asramanya.


"Ini sudah senja, Maura.. Kenapa gak dia saja yang menginap disini saja?" tawar pak Herman.


"Jangan!" tolak Maura, dia tak mau jika Ardian berada disampingnya. Takutnya mereka tak bisa menahan diri.


Apalagi di rumah itu ada banyak orang, dan beberapa sepupu perempuannya yang cukup dewasa seperti dirinya, dia tak mau Ardian sampai melakukan kesalahan.


"Kenapa?" tanya pak Herman mengernyitkan keningnya heran melihat respon Maura.


"maksud saya, jika dia menginap disini tidak enak dengan yang lain, Mang.. Nanti nenek bisa marah" alasan Maura bisa dimasuk akal oleh pamannya itu.


"Baiklah, dia akan Mamang antar pulang. Kebetulan nanti malam Mamang mau keluar sebentar ke kota sama Mang Nurdin.." ujar pak Herman mengiyakan permintaan Maura.


Maura senang ketika pamannya itu mau membantunya, benar kata orang pada dasarnya manusia itu berakal dan baik, kadang lingkunganlah yang merubah sifat dan prilakunya.


Seperti pamannya ini, dia baik tapi sayang dia terjebak lingkaran setan yang diciptakan oleh orang tuanya sendiri. Kasihan sekali, Maura buru-buru menelpon Ardian mumpung anak itu belum pergi terlalu jauh.


"Halo, May?" tanyanya.


"Kamu sudah sampai mana?" tanya Maura balik.


"Masih deket sini kok, isi bensin dulu" ujarnya.


"Emm, sebentar lagi magrib. Gak enak pergi berkendara diluar pada saat magrib-magrib begini, bahaya..


Kalau kamu mau, kamu bisa menunggu sebentar di rumah nenek. Nanti malam pulangnya sama pamanku, kebetulan dia juga mau keluar" ujar Maura hati-hati menjelaskan semuanya agar Ardian tidak salah faham.


"Terus, pamanmu pulang dengan apa? Kalau pergi denganku?" tanya Ardian bingung dengan situasinya sekarang.


"Dia akan membawa mobil bersama pamanku yang lain, dia akan mengawalmu sampai masuk ke kota. Aku harap kamu mengerti maksudku.." ucap Maura.


"Iya, aku faham kok.. Emm, maaf yang tadi" ujar Ardian lagi.


"Sudah, tak usah dibahas lagi" ujar Maura malu.


Seandainya Ardian ada didepannya pasti dia bisa melihat rona merah diwajahnya karena rasa malu itu, ketika Ardian ingin menuju rumah nenek Maura, dia dikagetkan dengan kedatangan Rosario yang tiba-tiba.


"Astaghfirullah,,, Kau mengagetkanku saja! Ada apa kemari?" tanya Ardian pelan, dia tak ingin orang lain melihatnya berbicara sendiri, meskipun bagi dirinya tidak karena Rosario berbentuk wujud aslinya yang tentu saja manusia biasa takkan bisa melihatnya.


"Aku dan lainnya mengkhawatirkanmu, kenapa sudah sore kau belum pulang?? Jadi aku mencoba mendeteksi keberadaanmu, dan ternyata berada disini.." ujar Rosario bersungut-sungut kesal karena habis kena tampol Ardian.


"Aku tidak apa-apa, ini habis mengantar Maura pulang dulu.." ujar Ardian menjelaskan.


"Ya udah, yuk pulang..." ujar Rosario melihat Ardian aneh.


"kenapa kau melihatku seperti itu? Ada yang aneh?!" tanya Ardian risih dengan pandangan Rosario seperti sedang menyelidikinya.


"Kauu,, Apakah libidomu sedang naik? Pengen aku carikan perempuan??" tanya Rosario menggodanya.


"Pffftth, byurr!" Ardian yang pada saat itu lagi minum air mineral di botolnya, tidak sengaja menyemburkan air didalam mulutnya, karena kaget dengan ucapan Rosario yang tiba-tiba itu.


"Bosss! Basah nih!" protes Rosario kesal.


"Kau juga aneh banget, kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu?!" delik Ardian kesal.


"Ayolah, kau tak perlu berpura-pura di depanku. Percuma! Apakah kau terkena ajian bira.hi jin dekat hutan itu?" tanya Rosario.


"Bagaimana kau tahu??" tanya Ardian penasaran.


"Sebelum sampai sini, aku sempat melihat ada sosok makhluk tinggi besar yang wujudnya sedikit banyaknya sepertiku, tapi aku yakin kami dari jenis yang berbeda, sedang menabur bubuk itu ke beberapa pengendara yang berpasangan lewat depan hutan itu tadi.


Makanya aku bisa melihat dan menebaknya dengan baik" ujar Rosario sumringah karena merasa tebakannya benar.


"Kau benar, sebelumnya kami ditipu oleh makhluk itu. Sehingga kami tak sadar apa yang terjadi, sehingga serbuk itu tiba-tiba sudah didepan kami" ujar Ardian akhirnya bercerita juga tentang itu.


"Kalian hebat, jika manusia lain sudah pasti telah melakukan perbuatan zina itu!" ujar Rosario berdecak kagum dengannya.


Sejenak Ardian terdiam sambil memikirkan sesuatu, akhirnya terlintas ide gila di kepalanya. Dia memikirkan sesuatu yang dapat membalas perbuatan makhluk itu.


"Apa maksudmu?? Jangan memintaku berbuat yang tidak-tidak!" ujar Rosario menatapnya curiga.


"Kok tahu?!" tanya Ardian kaget melihat makhluk didepannya, jangan-jangan dia bisa membaca pikiranku? pikir Ardian.


"Loh, beneran?! Aku hanya menebak saja loh! Wah, kau jahat bos!" ujarnya bersungut-sungut.


"Tenang saja, ini tidaklah berbahaya dan tidak akan menyakitimu. Syukur-syukur kau mendapatkan jodohmu di sana, hehe!" ujar Ardian tertawa senang.


"Emang apa itu, kok aku jadi penasaran dan bersemangat yah kalau mendengar jodoh? Haha!" tawa Rosario menggelegar.


"Nanti, setelah sampai di rumah nenek Maura. Kau bawa motorku untuk menyamar menjadi diriku, dan kita jebak makhluk itu bersama tuan manusianya itu" ujar Ardian.


Setelah menyusun rencana penjebakan itu, Ardian langsung meluncur ke rumah nenek Maura diatas bukit itu. Di berhenti dipinggir jalan dibawah bukit itu, dia tak ingin siapapun melihat motornya bergerak sendiri digondol jin.


Maka terjadilah penjebakan itu dengan sukses, makhluk itu terlihat marah dan murka karena dirinya telah ditipu oleh makhluk rendahan seperti Rosario, menurutnya.


"Dasar makhluk hina, berani-beraninya kau bermain-main denganku!" teriak makhluk bertubuh besar itu.


"Hei, monyet jelek! Seharusnya kau ngaca dulu sebelum menghinaku! Kau itu yang hina dan menjijikan telah menipu dan menjebak manusia dengan tipu muslihatmu itu!


Banyak manusia yang kena tipu olehmu, menjadi korban budak naf.su setan biadab sepertimu itu!" teriak Rosario emosi melihat makhluk itu.


Dirinya masih memegangi tangan wanita yang dia jebak tadi, entah mengapa wanita itu seperti terhipnotis dengan ucapan-ucapannya. Dia merasa hatinya tertusuk tombak mendengar setiap perkataan Rosario.


"Dan kau wanita, manusia seperti apa kau ini?! Bisa bersekutu dengan jin untuk mencelakai manusia?! Apa kau tidak malu, untuk mempercantik diri dan awet muda kau tega melakukan hal hina ini!" ujar Rosario memandanginya jijik.


Wanita itu merasa hina didepan makhluk itu, jin hina buruk rupa bisa-bisanya dia menilaiku seperti itu! pikir wanita itu marah.


"Lepaskan kau, jin rendahan! Aku pikir kau beneran baik, setelah berkata seperti itu tadi, ternyata penilaianku salah! Kau juga menghinaku buruk seperti itu!" teriak wanita itu tidak terima.


"Memangnya aku salah?! Mungkin dipandangan manusia biasa kau ini begitu muda, cantik, putih dan seksi.


Tapi dimataku ini, kau hanyalah wanita tua berkulit kusam keriput dan badan penuh burik semua! Aku yakin aslinya kau lebih parah!" ujar Rosario memprovokasi wanita itu.


"Sialan kau!" teriak wanita itu marah.


Bagaikan belut, badannya licin meloloskan diri dari cengkraman Rosario dan dia langsung terbang duduk diatas pundak makhluk tinggi besar peliharaannya.


"Kau memang cari mati, makhluk rendah! Jangan salahkan aku jika akhirnya kau berakhir didalam panciku, haha!" ujar makhluk tadi.


Mereka saling serang bergumul satu sama lain, berguling-guling dihutan itu memperebutkan kekuasaan dan kekuatannya, meskipun wujud asli Rosario tak sebesar tubuh makhluk itu, tapi kekuatannya tak sebanding dengan makhluk tadi, dia terlalu kuat bagi makhluk dan manusia sekutunya itu.


"Si-siapa kau?!" tanya makhluk itu sambil terengah-engah karena energinya terkuras habis melawan Rosario, sedangkan wanita tadi sudah pingsan tergeletak di tengah hutan itu.


"Kau tau perlu tahu siapa aku, yang jelas ada seseorang yang telah mengutusku untuk memperingatimu, agar kau berhenti melakukan hal hina ini lagi" ujar Rosario berasa keren sekali.


"Siapa dia? Apakah pemuda dan pemudi sebelumnya??" makhluk itu berusaha menebak jawabannya.


Rosario berpikir, siapa yang dimaksud oleh makhluk aneh ini? Kalau dia bertanya tentang pemuda dan pemudi, bukankah manusia-manusia yang dia jebak itu semuanya pemuda dan pemudi??


Jadi yang mana tebakannya? Dia tak terlalu menghiraukan pertanyaan makhluk hina itu, dia fokus saja ke tujuan utamanya.


"Bisa jadi, bisa saja bukan.." ujarnya bermain teka-teki.


Makhluk tinggi besar itu merasa gusar dan dia tiba-tiba menghilang ditengah hutan itu sambil menggendong wanita tadi, pergi dari tempat itu.


"Ingat pesanku, jangan kau dan wanita itu sekali-kali melakukan hal itu lagi di manapun kalian berada! Jika kami mengetahuinya, kami akan mengejarmu di manapun kau bersembunyi, jin jelek!!" teriak Rosario menggema.


Suaranya menggelegar sampai kepenjuru perbatasan desa dan bukit hutan itu, sampai-sampai semua makhluk yang ada di sana bersembunyi ketakutan mendengar suaranya itu.


"Rosariooo, dilawan.." senyumnya mengejek.


"Astaghfirullah.. tobat, tobat! Gak boleh sombong!" ujarnya menyadarkan dirinya sendiri.


......................


Bersambung