
Arion Gaharu,sang pemilik ilmu hitam. Pemimpin sekte sesat pemuja Iblis,dengan kekuatannya dia bisa melakukan apa saja,termasuk keluar masuk dunia fana ke dunia ghaib.
Dengan begitu,bukan hal sulit baginya untuk berpindah tempat maupun waktu,seperti saat ini. Dia berada di dimensi alam ghaib,tempat dia berburu.
"Arion Gaharu,kau salah mengambil buruanmu. Meskipun kau berhasil membawaku kesini,tapi kau takkan bisa menyentuhku ataupun menjadikanku budak seperti yang lain.." Kata gadis kecil diseberang danau.
Ceylin Margodova adalah nama gadis itu,usia nya baru 8 tahun saat kecelakaan itu. Dia gadis manis dan periang,orang tuanya berasal dari Ukraina dan Rusia.
Mempunyai seorang kakak perempuan berusia 11 tahun,kakak yang selalu menemaninya hingga akhir hayatnya.
"Gadis sombong,itu adalah kesalahan anak buahku. Seharusnya bukan kau yang dia bawa..!" geram Si tua itu.
"Dengar,siapapun yang tersesat di hutan ini takkan aku biarkan dia menjadi milikmu..!" kata gadis itu.
"Haha.. Semua yang ada disini milikku,bahkan hutan itu dan seisinya termasuk kau..!" Bentak Arion mulai murka.
"Dasar penyihir,kau takkan bisa mencapai keinginanmu itu. Tetaplah menua dan mati kekal abadi di neraka...!" Gadis itu berteriak lalu berlari kearah hutan.
Arion Gaharu,nampak kesal dan marah sekali. Kenapa bisa buruannya, yaitu Maurice bisa muncul di hutan itu. Seharusnya dia tiba ditaman bunga buatannya itu,pasti ada yang salah.
"Zaraakk...!!" Teriak Arion Gaharu memanggil salah satu prajuritnya.
"Iya Tuanku.." Sang prajurit datang menghadap tuannya,entah datang darimana ketika dipanggil dia sudah muncul begitu saja.
"Kenapa,gadis itu bisa ada di hutan itu.,seharusnya dia ada disini.."!" Teriak Arion Gaharu.
"Ma.. Maaf tuanku,hamba salah tuanku..." Kata prajurit itu,dia tau tuannya bisa membunuhnya kalau sudah murka.
Zarak, adalah salah satu prajurit terbaik milik Arion Gaharu. Dia bukan Prajurit biasa,dia salah satu Panglima tertinggi Arion Gaharu, Zarak adalah salah satu Jin murtad mengabdi pada Iblis dan sekarang menjadi pengikut Arion Gaharu.
"Mohon maaf tuanku atas kelalaian kami.." Tiba-tiba saja datang Panglima yang lainnya.
Zhuka, Jin yang lebih suka memiliki wujud manusia. Agar bisa bergaul dan mempelajari kehidupan manusia,supaya dia lebih mudah menyesatkannya.
Zhuka dibanding Zarak dia lebih tenang menghadapi Arion,dia bisa membuat Tuannya senang dan pandai mengambil hati Arion Gaharu.
Karena itu Arion Gaharu menyukainya,dan tentu saja itu membuat Zarak cemburu dan tidak terlalu suka pada Zhuka.
"Hoho.. Zhuka,panglimaku yang bijak.. Bisa kau jelaskan, bagaimana bisa dia ada disana..?" Kata Arion Gaharu mulai sedikit tenang.
"Sepertinya gadis itu memiliki qodam yang hebat,bisa mengarahkannya untuk dekat dengan Tuhannya.." Kata Zhuka berhati-hati menjelaskannya.
"Bagaimana kau bisa menyimpulkan itu,apa kau melihatnya..?" Tanya Arion Gaharu mulai gelisah,dia tidak suka kalau buruannya itu kuat dan dekat dengan Tuhannya.
"Saya menyambutnya pertama kali di dimensi ini tuan,saat saya tarik dia dan kubuat dunia buatanku,untuk mengelabui matanya aku berikan hadiah pertamaku dengan badai pasir,lalu dia loncat ke demensi lain di gunung salju lalu mulai lagi perburuannya.
Disaat dia mulai terpojok dan putus asa,dia berdoa kepada Tuhannya untuk minta perlindungan.
Biasanya manusia lain akan terus berlari,dia lebih memilih pasrah dan berdoa,suatu hal aneh bagi manusia menghadapi bahaya macam itu. Memilih sembunyi yang sudah diketahui keberadaannya daripada lari,pemilihan yang bodoh sekali,tapi itu justru membuatnya selamat.." Zhuka dengan panjang lebar menjelaskannya.
"Kenapa kalian tidak menyeretnya kesini..?!" Arion Gaharu sangat murka mendengar penjelasan dari Zhuka.
"Maaf tuanku,kami sudah mencobanya tapi tak bisa. Aku sudah berulang kali mencoba untuk masuk,tapi dinding itu begitu kuat,dan sayapku hampir patah.." Ujar Zarak mencoba membela diri,sedikit mengeluh.
Arion,Gaharu menginjak tubuh Zarak dengan satu kaki dengan tongkat ditangannya,injakkan satu kaki itu cukup menghentakkan tubuhnya ketanah.
"Jangan beralasan apapun padaku,berusahalah sebaik mungkin hancurkan perisai hutan itu! Dan bawa juga gadis kecil menyebalkan itu..!' Jawab Arion Gaharu murka.
Zhuka menyeret tubuh Zarak untuk pergi,sekilas terlihat bekas tapak kaki Arion Gaharu menempel dibahu kanan Zarak. Begitu kuatnya dia.
Padahal Zarak merupakan panglima jin murtad terkuat dan juga sangat keji,begitu ketakutan jika menghadap tuannya itu,Arion Gaharu.
Arion Gaharu pun pergi ke demensi dunia manusia,mulai mencari buruannya yang lepas.
Sementara taman bunga cantik nan indah tempat mereka tadi berubah menjadi hutan berduri,berkabut tebal sangat sunyi dan sepi,tidak kupu-kupu melayang melintasi bunga-bunga atau kicauan burung.
Tapi yang ada suara jeritan dan teriakan minta ampun,dan berteriak tolong.
Sementara itu di demensi manusia,tempat Maura tinggal.
Maura mulai serius belajar dengan Bik Marni dibantu Gerald,dia harus belajar agar bisa bertahan menghadapi makhluk halus atau arwah-arwah penasaran lainnya.
"Pertama kau harus bisa menghadapi Camelia dulu,kamu tenang saja dia sangat baik. Tidak akan mencelakai kamu.." Kata Gerald.
Kali ini mereka belajar di halaman taman samping Apartemennya,didekat air mancur. Bik Marni mengawasinya dari jauh,Maura harus kuat dan berani.
Dia tidak ada waktu lagi,mata yang selama ini tertutup mulai terbuka. Dan bahaya sudah mulai dekat dan mengintainya,dia harus belajar banyak untuk menghindari atau mungkin menghadapi bahaya tersebut.
"Baiklah,aku siap. Ayo Camelia keluarlah..." Kata Maura bersemangat,dia pikir saat siang hari setan-setan pada pergi.
Tapi dia salah,mau siang atau malam setan mah tetap ada. Malah mereka sedang mengintip dibalik pepohonan dan pagar tanaman bonsai melihat Maura dari kejauhan
Mereka takut mendekat,ada si kucing penjaga yang super galak disana.
Camelia akhirnya dia keluar dari tubuh Gerald,bayangan Maura camelia wujudnya pasti mengerikan seperti hantu-hantu wanita lainnya.
Sebelumnya,dia tidak terlalu memperhatikan Camelia. Maura terlalu takut memandangnya.
"OMG.. Who are you..?!"
Maura terbelalak melihat penampakan Camelia,gadis cantik berkulit putih tinggi semampai,badan langsing dengan rambut hitam bergelombang,lengkap dengan gaun hitam dan high heels merahnya.
Camelia sengaja merubah penampilannya,agar Maura tidak takut padanya. Sebenarnya itu bukan wujud aslinya,rambutnya asli berwarna kuning keemasan dan lurus,dia merubah bentuk rambutnya agar sedikit sama dengan Maura agar bisa lebih dekat dengannya.
"Dia Camelia,pemilikku terdahulu.." Ucap Gerald.
"Kok kamu cantik banget sih,kemarin2 biasa aja.." Kata Maura sedikit insecure melihat kecantikan Camelia.
"Kenapa, cemburu yah..." Kata Gerald dengan nada sedikit mengejek.
"Enggak kok,aku kaget aja ga seperti aku bayangkan. Kirain dia bakal sama kayak hantu lainnya.." Ujar Maura berusaha cuek.
"Oh maaf kalau begitu,aku akan berubah menjadi seperti mereka jika itu yang kau inginkan.." Ucap Camelia polos,dia begitu menyukai Maura.
"Apaa..?! No,no.. tidak,jangan sekali-kali kamu muncul dengan wujud sama seperti mereka.." Kata Maura tegas.
"Dengan begini saja sudah cukup,jangan salah faham.. Aku tadi sedikit memujimu,karena kamu itu cantik.." Kata Maura sambil tersenyum.
"Ah,ini hanya ilusi saja.wujud asliku tidak seperti ini.." Katanya merendah sambil menunduk malu dipuji Maura.
"Oke, Maura kurasa cukup perkenalannya.. Aku lihat kau sudah tidak canggung lagi dengan aku dan Camelia.." Kata Gerald.
"Yah itu karena penampakkan kalian tidak mengerikan.. Coba kalau wujud kalian seperti yang dirumah sakit kemarin,iiihhh... takut.!' Maura bergidik ngeri.
Disaat Mereka berlatih,ada seseorang sedang memperhatikannya.
......................
bersambung
ilustrasi gambar
Camelia
Kira-kira siapa yah yang memperhatikan mereka..? yang jelas bukan Bik Marni.
Yuk jangan lupa dukung terus ya author nya biar semangat nulisnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kasih tanda suka dan komentarnya,vote dan hadiahnya juga boleh... !