RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Makhluk babi itu...


Maura dan Dewi Srikandi melaju kencang membelah hutan, mereka memacu kuda lebih cepat lagi. Dua bayangan hitam pun melesat kencang menyusul mereka.


"Maura, tetap fokus ke depan, aku akan mencoba menghalangi mereka" ujar Dewi Srikandi sambil terbang melesat tinggi menghadang kedua bayangan hitam itu.


"Ta-tapi Dewi..." Dia tidak sempat melanjutkan kata-katanya Dewi sudah pergi meninggalkannya bersama kuda itu.


Dewi bertarung sengit melawan kedua bayangan itu, awalnya dia kewalahan karena melawan dua makhluk jahat secara bersamaan. Tapi lama-kelamaan dia bisa menyeimbangkan pertarungan itu.


Dengan mudahnya dia menumbangkan mereka.


Sementara itu, Maura masih melesat bersama kuda itu dan didepannya sudah terlihat kabut hitam menghadangnya. Awalnya dia kira itu kabut pintu keluarnya.


Tapi dia melihat gelagat aneh kuda yang selalu meringkih itu, kuda itu berusaha memberhentikan laju larinya tapi seakan dihisap oleh kabut itu dia tak bisa berhenti.


Angin kencang berasal dari kabut hitam itu menerpa mereka, dan tiba-tiba menghisap mereka masuk kedalam lubang itu.


Asap hitam tebal itu lama-kelamaan membentuk black hole besar dan menghisapnya, seketika dia masuk kedalam lubang itu dan kudanya terpental jatuh keluar. Kabut itu hanya mengincar Maura saja.


Samar-samar Maura mendengar suara Dewi Srikandi, meskipun kecil tapi dia masih mendengar suaranya.


"Dengar, Maura... Jangan panik, kamu harus diam dan jangan bergerak. Anggap saja kamu hanya benda mati, jika kamu tak bergerak dan kapan perlu tahan nafasmu sebentar, kamu akan selamat" ujar suaranya terdengar kecil ditelinga Maura.


"Apa maksudmu, Dewi? Aku tidak mengerti" jawab Maura.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, turuti saja perintahku" ujarnya, setelah itu tidak terdengar lagi suaranya.


Maura mengikuti petunjuk dan perintahnya tadi, dia melayang-layang didalam lubang hitam itu. Sangat gelap dan tidak terlihat apapun di sana, hanya beberapa benda, tanaman dan juga dirinya yang melayang tanpa arah didalam lubang itu.


Entah ada apa didalam lubang itu, yang jelas tidak ada apa-apa. Tiba-tiba ada angin kencang meniupnya dan beberapa benda yang ada didalam lubang itu.


"Yang mana duluan yah, emm... Semuanya mati, tidak ada yang bisa dimakan" terdengar suara berat, tapi nada bicaranya seperti anak kecil.


Maura bingung, suara siapa itu? Dia memejamkan matanya dan berusaha diam membisu, berpura-pura mati didalam itu sesuai aturan yang diberikan oleh Dewi tadi.


"Apa ini, sudah matikah?" Terdengar kembali suara itu, kali ini semakin dekat.


Hembusan angin hangat menerpa tubuhnya, Maura merasakan tubuhnya seperti disentuh oleh benda licin dan basah. Dia merasa badannya terasa lengket dan bau.


"Apa ini? Bau banget, Sepertinya sesuatu yang mengerikan yang ada disini sedang bersamaku" gumam Maura dalam hati.


"Emm, rasanya enak tapi dia tak bergerak. Apa dia baru mati yah?" ujar Makhluk itu.


"Lebih baik aku keluarkan saja dulu, setelah itu aku bisa melihatnya. Apakah dia benar-benar sudah mati atau masih hidup" ujar makhluk itu.


Maura merasa badannya dilempar sangat jauh, hingga dia merasa badannya terhempas ketanah. Rasanya sangat sakit sekali, pelan tapi pasti dia membuka matanya dan merangkak maju kearah sisi pohon besar didepannya itu.


"Akh! Sakit sekali, apa-apaan ini?! Kenapa aku merasa aneh dan takut sekali, makhluk apa yang bersamaku saat ini?!" batin Maura.


Dia mulai merasa badannya digerayangi oleh sesuatu, Maura berhenti bergerak dan mencoba menahan nafasnya.


Makhluk itu pelan-pelan muncul didepan Maura, berlahan wujudnya terlihat oleh Maura. Badannya besar, kepalanya pun lebih besar daripada badannya.


Hidungnya mirip dengan babi, lengkap dengan taring depannya terlihat mengerikan. Dengan wajah dan seluruh tubuhnya berwarna merah


......................


Bersambung