
Camelia gadis keturunan Turki,dari keluarga biasa saja.Orang tuanya Hijrah ke AS saat Camelia masih kecil.
Sebelum pindah,neneknya memberikan kucing kesayangannya diberi nama Gerald. Neneknya sempat berpesan kepadanya.
"Camelia sayang,cucu nenek yang cantik.. Kemarilah,dengarkan pesan nenek sebelum kamu pergi" Kata neneknya.
Nenek Camelia sudah sepuh sekali,beliau saat itu dirawat di panti jompo.
"Nenek titipkan Gerald kepadamu,rawat dia dengan baik. Anggap saja dia seperti adikmu." Kata neneknya lagi.
"Iya nek,nanti aku akan terus mengajaknya bermain." Jawab Camelia kecil.
"Dengar,kucing ini sangat spesial. Kau rawat dan jaga dia dengan baik." Sambung neneknya sambil mengalungkan sesuatu dileher Gerald.
"Nenek,kalung apa itu? punyaku mana ?" Tanya Camelia polos.
"Dengar sayang,kucing dan kalung ini milikmu.Jaga,rawat dan simpan dengan baik." Pesan neneknya.
"Jangan biarkan kalung ini lepas,karena suatu hari nanti kucing dan kalung ini akan menjagamu." Imbuhnya.
Saat itu Camelia masih kecil dan polos,belum mengerti sepenuhnya pesan neneknya.
Ketika dewasa dan sudah tak ada lagi di dunia ini,baru dia mengetahui maksud neneknya.
"Gerald,seandainya dulu aku sudah bisa berkomunikasi denganmu.Mungkin aku takkan berakhir dengan kematian ini.." Kata Camelia.
"Takdir tak bisa dirubah,tapi kau masih bisa mengubah nasibmu meskipun kau sudah mati.." Sahut Gerald.
"Bagaimana caranya aku mengubah nasibku sedangkan aku sudah mati..?" Tanya Camelia.
"Berusahalah tenang,kau selalu bersamaku. Jadi aku dan kamu hampir menyatu. Kekuatan kalung ini juga akan jadi milikmu.." Gerald menjelaskan.
"Dengan kekuatan kalung ini,kau bisa membalaskan dendammu dan melindungi Maura dari ancaman atau bahaya apapun.." Imbuhnya.
Mendengar hal itu, Camelia bersemangat ingin membalaskan dendamnya. Tapi Gerald menjelaskan kalau kekuatannya belum cukup untuk melawan roh jahat tersebut.
Camelia sedih,dia jadi teringat dengan tunangannya Max.
Saat itu Camelia sedang berada di apartemen,dia sudah ada janji dengan Max bersama Manajer marketing apartemen tersebut untuk melihat-lihat apartemen itu.
Sore itu Camelia masih menunggu Max sendirian didalam apartemen,dan tiba-tiba mendapat telepon kalau Max berada di kantor polisi
Dia bergegas ingin pergi sambil membawa mobil Max,dia ingin mengetahui kenapa kekasihnya bisa ada disana.
Diparkiran mobil itulah dia sempat bertemu Kevin Dan Maurice,hingga membuat Maurice salah faham tentangnya.
Sebagaimana kita ketahui,Max adalah pelaku tunggal tabrak lari waktu kecelakaan didepan sekolah Maura yang korbannya anak kecil.
Tapi malangnya Camelia juga menjadi korban tabrakan beruntun. Saat detik-detik terakhir dia meninggal,samar-samar dia melihat dan mendengar seseorang.
"kasihan sekali kau,harus mati seperti itu. Jangan mendendam padaku,kau harus berkorban untukku. Aku butuh jiwa manusia untuk meningkatkan kekuatanku,saat kau benar-benar mati..datanglah padaku,dan ikut denganku.." Kata suara mahkluk itu.
Kecelakaan itu,kematian Camelia merupakan bagian kecil ulah mahkluk itu.
Dia sengaja mencari korban disekeliling Maura,untuk menjatuhkannya. Bahkan mahkluk tersebut mulai mengincar dirinya dan para sahabatnya.
Tapi mahkluk tersebut selalu meninggalkan tanda setiap kali dia mendapatkan korbannya,dari anak kecil melihat bunga aneh berwarna merah, Maurice melihat sosok mirip Camelia dan ternyata benar Camelia menjadi korban juga.
Bahkan terakhir kalinya dia menyerang Maura dan teman temannya dengan sekumpulan burung gagak.
"Aku harus berjaga,sudah beberapa hari ini mahkluk itu tidak muncul lagi. Dia sudah meninggalkan tandanya,tinggal menunggu waktunya dia beraksi lagi.." Ujar Camelia.
Rumah idaman dan pernikahan impiannya hancur sudah.
Dia sudah bertekad ingin membalas perbuatan mahkluk si kabut hitam..
......................
bersambung
ilustrasi gambar
Maura