
" Mau bergabung denganku, hihi.. " kata makhluk itu.
Seketika tante Anne pingsan, saat itu juga ada suaminya di sana. Waktu itu saat dia selesai berolahraga, dia tak menemukan istrinya.
Saat itu juga dia melihat Jason keluar dari kamarnya, menuju meja makan.
" Jason, mana kakakmu? dia tak bersamamu yah? " tanya om Jhon.
" Tidak kak, tadi aku sendirian. Ada apa? " tanyanya balik.
" Ah tidak apa, aku kira dia sedang menjemputmu. Baiklah, kamu duluan saja sarapannya.
Aku akan mencari kakakmu dulu, kamu tahu sendirilah.. kalau aku tak bisa makan tanpanya. " Kata om Jhon sambil tersenyum.
Jason juga ikut tersenyum melihat kakak iparnya itu, terkadang dia iri melihat keharmonisan rumah tangga kakaknya itu.
Sedangkan dia hanya peduli pada diri sendiri.
Seketika dia teringat pembicaraannya dengan pria yang di kamarnya malam itu.
" Jangan-jangan kakak.. tidak, itu tidak boleh. Aku juga harus mencarinya. " Katanya sambil mendorong kursi rodanya kearah gudang.
Ternyata firasatnya benar, kakaknya ada disitu. Melihat gelagat kakaknya terlihat ketakutan sambil mengintip kearah gudang, dia tahu apa yang dia lihat.
" Kakak, apa yang kau lakukan disini? "
Tante Anne terlihat pucat, sambil mengarahkan telunjuk jarinya kearah gudang, setelah itu dia pingsan.
Pas saat itu juga om Jhon ada di sana, saat mencari istrinya dia melihat Jason kearah gudang dan dia mengikuti juga.
***
Saat tante Anne sadar, dia langsung menangis dan memeluk suaminya. Om Jhon berusaha menenangkan istrinya.
Sedangkan Jason hanya diam di atas kursinya itu. Dia sedang berpikir, apa yang harus aku lakukan?
" Jason, coba kau ceritakan sejujurnya pada kami, apa yang terjadi dengan kau dan rumah ini?
Jangan berusaha berbohong, kau tahu betul aku sangat mengenalmu. setelah beberapa tahun, kau baru menghubungi kami dan mengatakan sedang sakit.
Selama ini kemana saja kau, kemana istrimu, kenapa kalian bercerai? " cecar tante Anne.
Jason masih terdiam membisu, percuma saja dia berdalih pasti kakaknya itu akan tahu.
Om Jhon yang dari tadi diam tak mengerti, lalu mencoba menengahi.
" Sabar, apa yang kau bicarakan. Tenanglah, kita kesini karena ingin melihatnya.
Apa kau tak rindu padanya, kasihan dia " kata Om Jhon.
" Dia menghubungi kita karena ada maunya saja, sudahlah mari kita pulang saja. " Kata tante Anne kesal dengan adiknya itu.
" Kamu kenapa Honey? " tanya om Jhon.
" Rumah ini ada setannya! " teriak tante Anne seraya berlalu menaiki tangga menuju kamar mereka dilantai dua.
" Apa? haha, kamu ini lucu sekali. Honey, tunggu. Mari kita bicarakan dulu.. " om Jhon masih berusaha membujuk istrinya itu.
Setelah om Jhon dan tante Anne berkemas, mereka turun dan melihat Jason sedang menunggu mereka di bawah.
" Maafkan aku kak, sampai detik ini aku selalu menyusahkan " katanya sambil menundukkan kepalanya karena malu.
" Sudahlah, Jason. Lebih baik kamu cari pelayan yang bisa membantumu di rumah.
Lihatlah rumah besar ini, seperti rumah hantu.
Kotor, bau dan berdebu banyak sarang laba-labanya. Paling tidak ada yang mengurus mu, kami tak bisa lama disini Maurice pasti merindukan kami. " Ujar tante Anne.
Tante Anne berlalu pergi meninggalkan Jason di teras rumahnya itu, dia mengantar mereka hanya sampai di sana.
Om Jhon melihat itu merasa kasihan, dia menghampiri Jason dan memberinya semangat.
" Kau tak perlu memikirkan omongan kakakmu itu, kau tahu sendiri sifatnya memang begitu.
Dia sangat menyayangimu, setiap saat selalu merindukanmu. Kamu yang sabar yah.. " om Jhon memberikan tepukan semangat di bahunya dengan pelukan juga.
Setelah kepergian mereka, ada seseorang yang keluar dari pintu rumah itu dan berbicara pada Jason.
" Sayang sekali, itu adalah hari terakhir kalian bertemu dan juga pelukan terakhirnya untukmu.
Sungguh perpisahan yang sempurna, hahaha.. " kata pria itu tertawa terbahak-bahak.
" Kau pikir kami tak tahu niatmu, Jason. Kau berusaha mengakhiri ini semua, sengaja menghubungi mereka untuk perpisahan terakhir dengan mereka.
Kau ingin bertobat dengan mengorbankan darahmu sebagai ganti tumbal berikutnya.
Tidak bisa Jason, Arion Gaharu takkan membiarkan itu. Jika kau tak memberinya tumbal baru, maka dari itu nyawamu sebagai gantinya.
Jika tidak, mereka yang akan menjadi tumbal berikutnya " kata pria itu lagi.
" Tidak bisa, jangan ganggu mereka aku mohon. " Katanya sambil memelas.
" Baiklah, dengan syarat aku meminta kau tanda tangani surat akhir kontrak ini dengan cap jarimu dengan tinta darahmu sendiri " ucap pria itu sambil menyodorkan sebuah kertas dari kulit kayu.
Terlihat tulisan aksara kuno yang tak dimengerti olehnya, setelah menggigit jari jempolnya sampai berdarah, dia membubuhkannya di kertas tersebut.
Tiba-tiba pria itu diselimuti asap hitam dan berubah menjadi monster mengerikan.
Kepalanya bertanduk dengan gigi-gigi taring yang mencuat keluar, mata merah dengan seluruh tubuhnya warna hitam pekat.
Ekornya panjang dengan runcing di ujungnya, sedangkan kakinya berbentuk kuda.
" Haha.. Sayang sekali, siapapun yang mengetahui rahasia ini, maka dia akan menjadi bagian dari perjanjian dengan Arion Gaharu.
Kakakmu itu sedikit banyaknya sudah tahu, maka dia dan suaminya harus menjadi tumbal untuk Arion Gaharu.
Dan kau, seorang pengkhianat. Akan dihukum atas pengkhianatan mu ini. " Katanya sambil tertawa puas.
" Tidak! bukankah aku sudah menandatangani surat itu, seharusnya ini tidak terjadi?! " teriak Jason.
" Apa kau tak membacanya dulu, bahwa isi surat itu mengatakan apa yang kukatakan tadi. Aku hanya mengutipnya saja, haha.. " jawab Iblis itu.
Ternyata Jason sudah termakan tipu daya dan muslihat Jin dan Iblis pengikut Arion Gaharu.
"Itulah jika kau bersekutu dengan Iblis, tak ada yang menguntungkan dirimu. Yang ada kau menyerahkan semua hidup jiwa ragamu padanya.. " ucap iblis itu tertawa seraya berlalu pergi dengan terbang melayang entah kemana.
Lalu terdengar suara bergema di telinganya.
" Tunggu aku, aku akan mengurus mereka. Setelah mereka selesai aku baru menjemputmu. Hihi.. " Ternyata itu suara Iblis tadi.
Dan Jason hanya terdiam membisu, dia menangis menyesali perbuatannya. Hanya harta tak seberapa dia harus menghilangkan nyawa-nyawa orang yang dia sayangi.
Sampai dia matipun penderitaan itu tetap menyiksanya.
***
Sekilas cerita tentang om Jhon, tante Anne dan adiknya Jason.
Mereka menceritakan apa yang terjadi kepada Maura, setelah itu kejadian kecelakaan naas itu terjadi.
" Kasihan sekali dia, setelah Iblis itu membunuh kami dan menjebak Maurice atas kematian kami ini.
Iblis itupun kembali menjemput Jason dengan kematian tak kalah tragisnya. Dan sekarang jiwanya terkurung didalam neraka Iblis itu " kata tante Anne.
Lalu tante Anne menunjuk kearah seberang danau itu. Sekilas tempat itu seperti taman bunga biasa, tetapi didalamnya lagi adalah penjara yang paling kejam.
Neraka buatan Arion Gaharu, dimana dia mengumpulkan jiwa-jiwa tersesat yang menjadi tumbal atau penyembahnya yang berusaha berkhianat padanya.
" Apa kalian ingin mengintip para tawanan itu, tidak penasaran apa yang dia lakukan pada adikmu itu? " kata Ceylin yang dari tadi diam mendengarkan mereka bercerita.
" Bagaimana caranya? " tanya tante Anne.
" Kita minta tolong pada Zea saja " kata Ceylin optimis.
" Tidak, kalian tidak boleh melakukannya " terdengar suara dari balik kabut yang datang tiba-tiba.
Ternyata itu Khodam Maharaja Balaputradewa beserta para pengawalnya.
Tiba-tiba Maura merasa terhempas kebelakang, dia dikejutkan dengan sosok didepannya.
Seorang wanita memakai pakaian tradisional jaman dulu. Rambut panjang hitam bergelombang, dengan memakai kain songket warna merah keemasan, kemben warna keemasan dilengkapi tali pinggang terbuat dari emas.
Selendang merah dengan mahkota indah di kepalanya, dia menoleh kearah Maura lalu tersenyum.
" Halo Maura, senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu.. " katanya dengan senyuman manis sama persis dengannya.
......................
Bersambung