
Maura mengejar Gerald,kucing itu sudah tidak terlihat lagi. Gerakkan begitu cepat,dia sudah dilantai tempat Maura tinggal.
"Selamat datang tuan Gerald,kucing yang begitu terkenal dikalangan para makhluk. Konon katanya,dia bisa menghancurkan makhluk hanya dengan sorotan matanya saja. Hehehe..
Tapi tentu saja itu hanya rumor,kau hanya kucing kecil memiliki nyali besar saja,tapi kau tak ada apapun untuk ditakuti. Hehe.." Ujar makhluk gosong itu.
Seluruh lantai itu,hawanya begitu panas dan bau busuk menyebar dilantai itu. Disebabkan oleh kehadiran makhluk gosong itu. Salah satu penghuni unit disana keluar rumahnya,dia mengibaskan hidungnya.
"Ugh,bau banget sih kayak bau daging busuk terbakar.. apa ni,tetangga mana ini yang bikin ulah.ugh.. aku tak tahan,mending turun saja.." Kata orang tersebut.
Makhluk itu mendengar ucapan itu dia terlihat marah,dia ingin mengejar orang itu tapi dicegat oleh Gerald.
"Mau kemana kau makhluk bau busuk,baumu itu sampai kecium sama manusia biasa itu. Kenapa,kau tersinggung..." Gerald mencoba memprovokasi makhluk gosong itu.
"Diam kau..! Pergilah,aku tak ada urusannya denganmu.." Kata makhluk gosong itu.
"Aku takkan pergi,ini rumahku tempat aku tinggal,takkan kubiarkan makhluk bau busuk macam kau mengotorinya..!" Jawab Gerald tegas.
"Hahaha.. Kau tau kan,kalau gedung ini sudah terkepung. Aku sudah menghubungi panglima Zarak,dia telah mengirim pasukkannya. Kau takkan mampu menghadapinya.." Kata makhluk itu.
"Ternyata kau pengecut,meminta bala bantuan untuk hal kecil ini. Tapi sebelumnya kau akan mati dulu ditanganku..!" Kata Gerald.
Dia langsung melompat kearah makhluk gosong itu, menggigitnya tanpa ampun,entah ada apa dengan gigitannya,tapi makhluk itu nampak begitu kesakitan,dia mencoba menarik Gerald,tapi Gerald tak bergeming dia menempel pada makhluk itu seperti lem perekat yang tak bisa lepas.
Makhluk itu sekuat tenaga berusaha lepas dari Gerald,dia berguling-guling sampai memanjat dinding untuk menghindari gigitan itu,tapi kalau sudah tergigit dari Gerald maka takkan lepas sampai makhluk itu menyerah.
Gerald menggigit makhluk itu sampai pada akhirnya dia menggigitnya sekuat tenaga sampai kulit makhluk itu sobek tercabik oleh Gerald.
"Aakhh..! Tubuhku,tidak...! Sakiit.." Teriak makhluk itu.
Bau busuk dan hawa dilantai itu berlahan menghilang,searah dengan menghilangnya makhluk gosong itu. Dia hancurkan oleh Gerald.
Sementara itu, didalam unit tempat Maura tinggal Bik Marni berusaha menghalau kedatangan para prajurit panglima Zarak.
Dia kewalahan, prajurit itu berusaha menyerbu untuk masuk,tapi terhalang oleh perisai pelindung nya Bik Marni.
"Bibik kenapa,kok pucat banget..?" Tanya Maurice.
Dia dan Kevin tak tahu ada apa sebenarnya,tapi mereka bisa merasakan sesuatu. suatu hal yang tak beres disana.
"Ya udah,kamu makan aja dulu. Setelah itu kau boleh pulang.." Kata Bik Marni pada Maurice.
Maurice agak terkejut dengan pernyataan Bik Marni, merasa tiba-tiba diusir.
"Iya Bik,yuk Maurice kamu siap-siap yah. Aku antar pulang.." Kata Kevin.
"Vin,kenapa perasaanku tak enak yah dengan ucapan Bik Marni,aku merasa..." Maurice melihat Bik Marni nampak gelisah sekali.
Setelah Maurice sudah bersiap mau pulang, mereka mendengar suara kucing diluar. Bik Marni terlihat sumringah,dia tahu keadaan diluar sudah tenang.
"Bik,kami pamit pulang dulu yah.. itu suara kucing diluar yah,Gerald bukan yah..?" Kata Kevin.
Setelah pintu terbuka,mereka melihat Gerald disana. Kevin merasa heran, bagaimana Gerald bisa berada diatas sana. Bukannya dia bersama Maura dibawah..?
Bik Marni langsung menggendong Gerald masuk,sedangkan mereka berjalan menuju lift.
"Kamu kenapa vin,kok terlihat memikirkan sesuatu..?" Tanya Maurice.
"Emm,aku tadi dibawah tepat di taman sebelah apartemen ini melihat Gerald sedang bermain dengan Maura. Tapi kenapa dia bisa disini..?" Kevin terlihat bingung.
"Mungkin dia ikut naik ketika lift ini terbuka,ada orang masuk kedalam lift jadi dia ikutan.." Ujar Maurice mencoba realistis.
"Tapi dia seperti tau saja tempatnya tinggal,lantainya,unit tempat dia tinggal..." Kevin masih saja berpikir.
"Sudahlah,mungkin saja orang yang didalam lift itu juga tinggal disini. Kucing itu punya intuisi Vin, seperti kita memberinya makan jadi dia akan mengikuti terus kemana kita pergi.
Jadi ,dia juga tahu kemana arah dia pulang.." Kata Maurice. Sebenarnya dia juga merasa heran,tapi berusaha menepis keanehan tersebut.
"Ada yang tak beres dengan gedung ini.." Kevin dan Maurice secara bersamaan berguman.
Mereka saling pandang,ada perasaan yang aneh disana.
"Apa kau merasa juga Vin.. Bahwa apartemen ini aneh..?" Tanya Maurice.
"Iya, setiap kali kesini aku merinding terus, tapi baru beberapa minggu ini aku merasa seperti itu.." Kata kevin.
"Iya,selama ini kita main ketempat ini tidak pernah merasakan hal aneh dengan gedung ini.
Lift berhenti di lobby,mereka keluar dari lift bersamaan dengan Maura masuk kedalam lift juga.
Di apartemen ini dilengkapi dengan dua lift untuk penghuni,saat itu kedua lift ini turun bersamaan,Satunya hanya ada Kevin dan Maurice,dan lift satunya lumayan rame isinya.
Jadi Maura masuk kedalam lift satunya,pandangan mereka terhalang oleh orang-orang yang keluar dari lift.
Camelia sempat melihat Kevin dan Maurice keluar dari lift satunya,ingatannya tentang masa itu terulang lagi.
Dimana mereka pernah bertemu di tempat parkir waktu itu,ada yang aneh dari tatapan Camelia pada pandangannya..
......................
Bersambung