
Dari sudut ruangan Pak Wisnu sedang menelpon,dia sengaja menjauh dari orang orang agar tidak mengganggu.
"Aku sudah memperingatkan Irwan Hartawijaya,semoga dengan peringatan dariku ini bisa membuatnya sadar,dan lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan.." Kata Pak Wisnu dengan seseorang ditelpon.
"Aku akan berusaha membujuknya agar kembali ke Indonesia,dia harus menyelesaikan masalahnya yang sempat dia tinggalkan" Sambung Pak Wisnu.
"Terlebih lagi aku masih marah dengannya, karena dia Laura harus mati secara tragis seperti itu. Seharusnya dia tidak pergi begitu saja,dasar pengecut..!" Pak Wisnu sedikit menggeram.
Tanpa sadar dia tidak tahu ada Angga disampingnya,ketika menoleh begitu kagetnya dia melihat Angga memperhatikannya.
Pak Wisnu langsung memutuskan telponnya,dan berusaha tenang dihadapan Angga.
"Maaf Om mengganggu,aku hanya ingin mengatakan kalau sekarang sudah mulai sore. Om dan Tante sama Dhania pulang saja,biar aku menjaga mereka malam ini.." Kata Angga dengan sopannya.
"O ya,wahh ga sadar waktu cepat juga berlalu.." Kata Pak Wisnu tertawa dia berusaha mencairkan suasana.
Ada perasaan tak enak dihatinya,dia tidak menyukai Pak Irwan. Tapi dia menyukai anak anaknya,terlebih Angga.. Dia anaknya sopan berwibawa,pintar mengendalikan diri tak pernah terpengaruh oleh orang lain.
Sikap bijak inilah yang disukai Pak Wisnu kepada Angga,hingga dia merestui hubungan anaknya dengan Angga.
"Baiklah,Om akan mengajak Tante dan Dhania pulang.Titip Kevin yah..." Kata Pak Wisnu kepada Angga.
Angga mengangguk seraya pergi meninggalkan Pak Wisnu sendirian.
Pak Wisnu terdiam sesaat,kadang dia merasa takut juga dengan anak ini. Sikap tenangnya itu sewaktu-waktu bisa juga meledak. Biasanya orang seperti ini tenang diluar,liar didalam.
Pak Wisnu,Bu Ella juga Dhania berpamitan untuk pulang. Sementara itu Pak Irwan dan Bik Marni kembali lagi kedalam ruangan.
"Angga,Papa pulang dulu ya sebentar. Nanti malam Papa kembali lagi,mau ganti baju dulu.." Kata Pak Irwan.
"Baiklah,Bik Marni juga pulang yah.. Kaki Bibi juga belum sembuh total.." Kata Angga.
"Baiklah kalau begitu.." Jawab Bik Marni.
"Maura,Bibi pamit dulu yah.. Kevin, Maurice cepat sembuh yah.." Kata Bik Marni kepada tiga sekawan itu.
"Nanti Bibi titipkan ke Papa baju ganti buat kalian berdua.." Sambung Bik Marni ke Maura dan Maurice.
Sekarang,ketiga sahabat itu dipindahkan ketempat rawat inap untuk tiga bangsal,jadi mereka terus bersama.
Tinggal Angga sendirian disana,dia terus melamun memikirkan pertengkaran Papanya dengan Pak Wisnu,belum lagi percakapan Pak Wisnu dengan seseorang ditelpon tadi.
Kenangan buruk tersebut terus menghantuinya,tapi dia memilih untuk menghadapinya.Sehingga membuatnya menjadi pribadi yang kuat.
"Angga,kenapa kamu duduk sendirian disini..?" Tiba tiba saja ada Dhania datang menghampirinya.
"Dhania,kenapa kamu disini? bukannya kamu dirumah saja.." Kata Angga heran bercampur senang. Setidaknya dia tidak sendirian menemani para bocah itu.
"Aku datang membawa baju ganti Kevin sekalian bawain kamu makanan,kamu pasti belum makan kan..?" Tanya Dhania sedikit khawatir.
Dia tau betul tentang Angga,jika fokus dengan sesuatu maka dia akan terus melakukannya tanpa memikirkan dirinya lagi.
"Tadi aku sempat mampir ke apartemenmu,sekalian mau bawain baju ganti Maura dan temannya.O ya,Bik Marni juga nitipin makanan buat kamu dan lainnya.." Kata Dhania sambil menunjukan tas makanannya dengan ceria.
"Jadi,Papa ga jadi kesini..?" Tanya Angga.
"Ga jadi,gantinya kita yang bergadang.." Sahut Dhania tertawa ceria.
Sementara itu diruangan kamar, Maura tidur berbaring sambil meringkuk ketakutan, seluruh tubuhnya dia tutupin dengan selimut.
Kevin dan Maurice sudah tidur. Sedangkan Angga dan Dhania masih mengobrol diluar.
Disudut ruangan yang gelap,ada sosok roh yang menatapnya dengan tajam.
"Sekarang kau sendirian,tidak ada yang menjagamu.." Kata roh itu.
Roh itu adalah roh leher patah yang mengikutinya sampai pindah kamar,dia tau Gerald tak ada disana. Jadi dia bisa mendekati Maura.
Sosok itu mulai berlahan mendekati Maura,tiba-tiba Camelia muncul menghadangnya.
"Kucing menggemaskan itu emang tak ada,tapi ada aku sebagai gantinya.." Jawab Camelia.
"Huhh, hantu kemaren sore jangan sok sok'an membantu. Kau tak memiliki kekuatan apapun.." Kata hantu leher patah meremehkan Camelia.
Merasa dia diremehkan Camelia langsung menghentakkan kakinya,suara bergemuruh menggetarkan seluruh ruangan, hantu leher patah ketakutan dia tak menyangka roh cantik ini memiliki kekuatan cukup dahsyat.
Dia langsung menghilang sambil mengingatkan Maura dan Camelia bahwa dia akan kembali lagi..
......................
bersambung