RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Kecelakaan Satu Keluarga


Gerald kaget melihat ekspresi Camelia itu,dia tidak menyangka majikannya yang dulu itu begitu agresif. Apalagi ini dihadapan sang dewi.


"Maafkan dia dewi,dia tidak tahu apa yang diucapkannya." Kata Gerald mencoba membujuk sang dewi.


"Aku tahu,ini sangat berat. Tenanglah,masalah dendammu itu urusan kami disini,masalah keluargamu sudah ada orang yang baik hati membantunya." Ujar sang dewi.


"Ampun dewi,urusan Camelia biar hamba yang mengaturnya. Biarkan dia tetap disisi hamba,biar hamba yang melatihnya.." Pinta Gerald dengan hormat.


"Baiklah,aku menghormati keputusanmu,karena kau kucing penjaga kalung ini. Separuh kekuatan itu sudah melekat ditubuhmu,dan tak bisa dipisahkan lagi.


Aku percayakan dia padamu,jangan sampai aku melihatnya. Entah mengapa aku tak suka kelakuannya itu,begitu lancang padaku." Sahut sang dewi.


"Baik dewi,terima kasih atas kemurahan hatimu." Kata Gerald bersujud tanda terima kasih.


Sementara itu.


Maurice pulang diantar Kevin naik mobilnya,sepanjang jalan mereka hanya terdiam memikirkan perasaan masing-masing.


Kevin menyadari gelang yang ingin dia berikan pada Maurice sudah ada ditangan Maurice,sempat bingung kenapa gelang itu sudah ada ditangannya.


"Emm,gelangnya baru. Beli dimana?" Tanya Kevin memulai percakapan.


"Kenapa,bagus nggak?" Tanya Maurice balik.


"Iya,tentu saja bagus. Makanya aku bertanya,aku lihat nampak cantik ditanganmu." Kevin mulai berbasa-basi.


"Apa kau baru menyadari aku memakai gelang ini? padahal udah lama loh,ada ukiran namaku disini. Aku ingin ucapkan terima kasih pada orang itu." Kata Maurice.


Kevin merasa tertohok,dia kena sindiran Maurice tepat dihatinya.


Saat mereka melaju dijalanan, tiba-tiba saja ada mobil dari arah samping mau menabrak mereka


Maurice menyadarinya,lalu berteriak.


"Awas Kevin,ada mobil..!" Katanya sambil berteriak.


Bagaimana tidak,mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi,sehingga tabrakan itu tak terelakan.


Kevin dan Maurice berhenti dibahu jalan, untuk melihat keadaan para penumpang di mobil itu. Betapa mirisnya mereka setelah melihat keadaan korban.


Mereka adalah satu keluarga,terdiri ayah,ibu anak perempuan berusia 8 tahun,anak lelaki berusia 5 tahun beserta balita usia 3 tahun.


Semuanya mati mengenaskan,kasihan sekali mereka. Ada perasaan bersalah dihati Kevin dan Maurice,seandainya mereka tak menghindar mungkin mereka takkan mati.


Tapi sebagai gantinya mereka mungkin akan mati.


"Aku sudah menelpon ambulans dan 911,kamu ga perlu takut nanti kita jelaskan kronologi kejadian kecelakaan itu terjadi." Ujar Maurice menenangkannya.


Mereka ikut mengantar para korban ke rumah sakit,mereka penasaran apa yang terjadi. Apakah ini murni kecelakaan biasa atau ada masalah lain.


"Halo,saya detektif Robert. Saya yang bertanggung jawab atas kasus kecelakaan ini." Kata salah seorang detektif kepolisian.


"Iya Pak,halo.." Kata Kevin dan Maurice.


"Satu-satunya saksi di TKP adalah kalian,bisa dijelaskan kronologi kecelakaan itu bisa terjadi?" Tanya polisi itu.


"Sebenarnya kami juga tidak tahu,mereka datang dari arah jalan berbeda dari kami. Dan mereka hampir menabrak kami,untungnya saya langsung menghindar,kalau tidak mungkin kami sudah menjadi korban juga." Kata Kevin menjelaskannya.


"Cctv dijalan itu rusak,apa kami bisa melihat kamera dasboard kalian?" Kata detektif itu lagi


"oh,silakan pak." Kata Kevin dan Maurice bersamaan.


Sementara itu di rumah sakit sangat sibuk,para dokter forensik berdatangan mau memeriksa keadaan jenazah apakah benar korban tabrak lari tunggal atau ada penyebab lainnya.


......................


bersambung