
Dunia mereka nampak begitu berbeda, langit hitam makin pekat tiba-tiba cuaca gelap seperti malam. Suara guntur bersahutan seiring dengan kilatan cahaya membelah langit.
Angin kencang menerpa semua yang ada di sana, air danau beriak-riak membentuk gelombang. Pohon-pohon yang ada di sana bagaikan mainan tertiup angin, semua prajurit Arion Gaharu melayang tinggi tertiup angin.
"Aaakhh!" mereka menjerit kesakitan.
Karena bagi mereka angin itu bukan hanya bisa menerbangkan apapun, tapi bisa menimbulkan rasa sakit yang teramat dalam. Karena angin itu bukan angin biasa, kekuatan Dewi Srikandi membentuk angin untuk melawan para musuh-musuhnya.
Termasuk Camelia dan Zharak juga para kawanan Arion Gaharu, melihat mereka nampak kewalahan menghadapi angin kencang itu, Ardian tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang Zharak.
Zlepp!
"Aakh!"
Sekali dia menghunuskan pedangnya, Zharak tak bisa berkutik. Karena pedang itu menghunus tepat di jantung iblis itu, hingga membuatnya musnah seketika. Darah hitam mengalir dari tubuhnya mengenai pedang itu.
"Aku takkan mati begitu saja, tunggu saja kelahiranku kembali! Aakhh!" ujarnya sebelum menghilang.
Memang iblis takkan mudah dimusnahkan, karena sesuai janjinya kepada Tuhan bahwa dia akan terus menggoda manusia agar bisa masuk neraka bersamanya, karena itu dia takkan mudah disingkirkan, dia hanya pergi sementara untuk memulihkan tenaganya.
Sedangkan Camelia atau ratu sihir ilmu hitam, Pramudya. Dia dalam genggaman sang ratu keadilan, Ratu Kenanga Ungu.
"Aku tak bisa memaafkanmu, dengan menghukum mu sampai menyiksa dirimu takkan membuatmu bertobat ataupun menyadari kesalahanmu sendiri.
Satu-satunya yang bisa menghukummu adalah seseorang yang pernah hidup denganmu dan juga korban pertamamu.
Kemarilah Yang Mulia, hadapi iblis ini! Iblis yang menghancurkan hidupmu!" ujar Ratu Kenanga Ungu.
Setelah itu datanglah Maharaja Balaputradewa dengan beberapa pasukannya lagi, dia nampak begitu gagah dan berwibawa dengan menaiki Griffin, hewan legenda yang tersohor di pelosok negeri. Perpaduan antara singa dan burung elang, bertubuh singa tapi kepala dan sayapnya berbentuk burung elang.
"Ti-tidak! Jangan dia!" teriak Camelia ketakutan.
Dia tahu, salah satu letak kelemahannya yaitu Arion Gaharu sebagai tuannya, dan tentu saja Balaputradewa sebagai suami manusianya yang juga korbannya.
"Apa kabar Ratu Pramitha, ah! Aku salah, maksudku Ratu Pramudya" sapa sang raja setelah turun dari Griffin.
"Apa yang kau lakukan disini?! Pergi sana, pergi! Jangan mendekat, aku bilang jangan mendekat! Aakh!" Camelia berteriak ketakutan.
Sedangkan Ratu Kenanga Ungu semakin kencang memegangi tubuhnya melalui ikatan cambuknya itu, dia takkan pernah melepaskan tawanan itu lagi.
"Kenapa kau takut? Seharusnya kau senang bertemu dengan suamimu ini! Ah, aku lupa lagi. Suamimu yang sebenarnya ada di sana bukan" ujar sang Raja Balaputradewa sambil menunjuk kearah Arion Gaharu.
"Maafkan aku, jangan sakiti aku! Ratuku, cepat hukum aku, bunuh aku!" Camelia lebih memilih dibunuh oleh Ratu Kenanga Ungu daripada ditangan Raja Balaputradewa.
"Apa?! Tidak!" jerit Camelia.
Tanpa basa-basi lagi, Maharaja Balaputradewa langsung melempar Camelia kearah Griffin, dan hewan itu begitu senang melihat Camelia didepannya.
Dia terus-menerus mematuki tubuh Camelia sesekali dia gigit melalui paruhnya dan dia goyang-goyangkan tubuh Camelia bagaikan anjing memainkan mainan barunya.
Maka, akan terus berlangsung seperti itu selamanya sampai energi Camelia habis terkuras oleh Griffin. Dan akhirnya akan lenyap begitu saja.
Semua kawanan begitu ngeri melihat hewan besar itu memainkan tubuh Camelia, apalagi jerit suara lengkingan memekakkan telinga manusia awam seperti mereka.
"Aku kasihan melihat Camelia" gumam Joanna.
"Dia bukan Camelia, dia itu ratu sihir ilmu hitam!" ujar Julian.
"Tapi dia pasti masih ada di sana, aku yakin dia juga merasakan kesakitannya" timpal Maurice, bagaimanapun juga mereka pernah bertemu.
"Aku yakin Camelia yang sebenarnya sudah pergi ke Nirwana, itu sepenuhnya ratu sihir memakai wujud Camelia untuk mengecoh pandangan kita" Rosario pun menimpalinya juga.
"Semua anak buah Arion Gaharu sudah kalah semua, bahkan para prajurit iblis itu habis tersapu angin dan hancur di udara. Tinggal dia seorang, sekarang kita lihat apa yang akan dilakukan oleh Maura sekarang" ucap Joanna.
"Dan Dewi Srikandi" timpal juga Kevin yang sedari tadi hanya diam.
Sekarang ini semua orang ataupun makhluk yang ada di sana fokus ke Maura aka Dewi Srikandi yang sedang berhadapan dengan Arion Gaharu didalam kubah ciptaannya sendiri.
Kubah pelindung ciptaan Arion Gaharu tadi sudah hancur diterjang angin ciptaan Dewi Srikandi, sekarang Dewi Srikandi membuat Kubah pelindung yang baru ciptaannya sendiri.
Jangkauan kubah itu lebih luas dan lebih besar lagi, sehingga mereka semua tak bisa mendekati ataupun mencoba melakukan sesuatu.
Dia lakukan itu semua demi melindungi mereka semua, karena dia tahu Arion Gaharu bukan iblis biasa, dia yang menciptakan dunia itu, dunia penuh tipu daya.
Jangan sampai mereka terlalu dekat, bisa-bisa para kawanan atau makhluk lainnya bisa jadi korban Arion Gaharu selanjutnya.
"Apa maumu, Dewi?" tanya Arion Gaharu.
"Pertanyaan yang salah, seharusnya kau tanya begini. Apa selanjutnya, Dewi?" ujar sang Dewi menyeringai kearahnya.
......................
Bersambung