Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#86


Ruan Zu benar-benar kesal, sikap Lin Yuhua jauh berubah padanya sekarang. Lin Yuhua yang dulu begitu mencintai dan memanjakan dirinya sudah pergi dan berganti dengan Lin Yuhua yang bersikap masa bodoh dibalik topeng peduli.


"Aku akan membunuh wanita," teriak Ruan Zu marah.


Ruan Zu ingin melampiaskan kemarahannya tapi tidak ada pelayan yang bisa ia pukuli sampai matang di ruang ini. Terakhir kali ia membuat seorang pelayan mati akibat pelayan itu langsung masuk ke kamar dan melihat perbuatannya dengan laki-laki misterius, Ruan Zu membunuhnya di tempat dengan alasan mencuri barang miliknya.


Ruan Zu kesal karena pelayan itu hanya akan berdiri di luar halaman rumah, pelayan hanya akan masuk ke dalam untuk membersihkan kamar setelah Ruan Zu berada di kolam pemandian atau di tempat lain.


"Kalau kau marah dan butuh pelampiasan aku bisa menghilangkan amarahmu di mana saja." Suara laki-laki itu kembali terdengar.


Pakaian yang dikenakan lelaki itu adalah pakaian hitam dengan hawa dingin yang menyesatkan. Kali ini, baju yang ia kenakan memakai lambang yang menakutkan. Lambang itu adalah lambang sekte hitam yang melukai Liu Zixia.


"Kemarilah! Aku memang butuh dirimu?" perintah Ruan Zu tanpa mau berpindah.


Lelaki itu dengan patuh berjalan menuju Ruan Zu dan memeluk tubuh Ruan Zu erat penuh cinta.


"Tidak di sini, aku mendapatkan banyak gadis cantik yang bisa kau serap kehidupan mereka agar kecantikan milikmu semakin awet." Pria itu meraih tubuh Ruan Zu dan menghilang dari dalam ruangan.


Dalam sekejap mata mereka sudah sampai di sebuah gua yang diselimuti aura kegelapan. Di dalam gua terdengar teriakan dan tangisan kesedihan beberapa orang gadis. Ruan Zu terlihat senang, terbukti dari lebarnya senyuman di wajahnya sekarang.


Mereka masuk ke dalam ruangan secara bebas, di sudut gua ada beberapa gadis cantik penuh vitalitas kehidupan sedang diikat dengan mata tertutup. Ruan Zu turun dari dekapan pria itu dan berjalan ke arah para gadis, ia mengambil gadis paling cantik dan langsung menghisap vitalitas kehidupan milik gadis itu dari mulut ke mulut.


"Bai Ling, kau memang yang terbaik! Aku tidak akan kembali ke tempat Lin Yuhua sampai semua vitalitas kehidupan semua gadis ini menjadi milikku. Kau juga harus mencarikan aku gadis-gadis cantik semakin banyak, aku akan memikirkan untuk hamil anakmu. Lagipula Lin Yuhua sekarang tidak pernah menemui diriku lagi." Ruan Zu tampak penuh semangat saat ia berhasil menyerap kehidupan gadis malang itu.


Pria yang bernama Bai Ling itu mengangguk senang, ia puas karena telah berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan. Saat Ruan Zu akan menghisap kehidupan gadis kedua, suara gaduh datang dari luar.


"Yang Mulia," sapaan di luar membuat Bai Ling tidak suka.


Bai Ling meninggalkan Ruan Zu di dalam, ia melangkah ke luar dengan ringan takut menganggu Ruan Zu.


"Ada apa?" tanya Bai Ling tidak suka.


Bai Ling mengibaskan jubahnya dengan kesal saat melihat pria yang melapor masih menunduk, ia terlihat enggan berbicara meluapkan apa yang ingin ia katakan semenjak tadi.


"Nona Ruan dia, indentitas miliknya sudah terungkap. Sekte Hitam juga sedang diburu oleh kerajaan Yuhuan, mereka mengatakan kalau Nona Ruan Zu bersekutu dengan Sekte Hitam untuk menyerap energi kehidupan gadis-gadis muda yang kita culik."