Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#169


Lin Yuhua mendengarkan penuturan Ru Ansan sepertinya di dunia Ru Ansan banyak anak yang tidak menghargai ibu mereka.


"Di duniaku yang dulu, banyak anak-anak berbuat jahat pada ibu mereka. Ada yang memasukkan ibu atau ayahnya ke penjara hanya karena harta warisan. Ada yang memasukkan ibunya ke penjara karena mengambil kayu di tanah yang telah diberikan ibunya padanya. Dan bahkan ada anak yang membunuh orangtua mereka dengan alasan keinginan mereka tidak diberikan." Ru Ansan tahu apa yang ada dipikiran Lin Yuhua lalu mengatakan apa yang ia lihat dan ia dengar dari media sosial.


"Ada anak yang membawa ibunya ke panti jompo menitipkan mereka dengan alasan suami tidak suka, tidak bisa merawat mereka dan bahkan tidak suka dengan tingkah orangtua mereka yang sudah tua dan mulai pikun." Ru Ansan menceritakan pengalaman yang ia lalui.


Lin Yuhua di sisi lain mencoba mendengar dengan cermat, ia merasa tidak suka dengan zaman yang dilalui Ru Ansan.


"Kenapa bisa ada anak seperti itu? Apa mereka tidak memikirkan hal yang sudah dilewati orangtua mereka, orangtua mereka dulu juga bekerja, pernah tidak tidur jika mereka sakit." Lin Yuhua bertanya dengan rasa ingin tahu serta ada kekesalan dalam suaranya.


"Mana kutahu!" jawab Ru Ansan mengangkat bahu.


Ru Ansan mulai membuka kaki Liu Zixia melihat apakah kepala bayi sudah terlihat atau belum. Liu Zixia yang kesakitan bahkan tidak tahu kalau suami yang ia cari sudah berada di sisinya, menemani ia di saat genting.


Liu Zixia memegang tangan Lin Yuhua erat, kukunya bahkan menancap kulit Lin Yuhua hingga darah merah menetes. Liu Zixia berjuang melahirkan anaknya, saat dorongan rasa sakit datang Liu Zixia mulai mengejan sesuai arahan yang diberikan oleh Ru Ansan.


Segera suara tangisan bayi yang kuat terdengar, "laki-laki, matanya cantik. Eh ... kok berubah merah." Ru Ansan terkejut bukan main saat melihat warna mata anak Liu Zixia berubah di depannya.


"Dia sama seperti diriku," bisik Lin Yuhua senang.


Lin Yuhua mengambil anak yang ada di tangan Ru Ansan, meski tidak berpengalaman tapi dia dapat belajar dengan mudah. Sesuai dengan instruksi Ru Ansan, Lin Yuhua membalut bayi itu dengan kain yang telah disediakan oleh Ru Ansan sejak tadi.


Lin Yuhua menggendong anaknya, membuai bayi itu agar diam. Lin Yuhua memandang wajah tampan anaknya, senyum tidak pernah hilang dari bibirnya saat melihat bayi itu seperti mencari susu.


Suara tangisan lain terdengar, "aku memiliki teman," sorak Ru Ansan dengan wajah gembira.


"Bersihkan tubuh istrimu lalu bawa dia ke kamar utama. Selebihnya biar aku yang menyelesaikan," suruh Ru Ansan.


Ru Ansan meletakkan bayi itu di tempat yang ia persiapkan, di sisi lain Lin Yuhua membawa Liu Zixia ke kamar utama setelah dibersihkan. Tidak lama, Ru Ansan muncul membawa bayi kembar itu menyerahkan satu-persatu pada Lin Yuhua untuk dijaga.


"Anakmu tampak berbeda dari anak-anak yang pernah kulihat di duniaku dulu ya?" Ru Ansan memperhatikan dengan saksama wajah dan sikap anak-anak Lin Yuhua.


Mereka hanya menangis sebentar saja seolah menandakan kalau mereka benar-benar ada. Lalu mereka diam tanpa peduli lingkungan sekitar, Lin Yuhua yang mendengar ucapan Ru Ansan juga melirik anak-anaknya yang sejak tadi dia abaikan.


"Bayi dengan darah iblis memang berbeda, mereka tidak membutuhkan pengasuh ataupun ibunya untuk mendapatkan nutrisi seorang ibu. Cukup memberikan mereka susu binatang abadi ataupun binatang biasa." Lin Yuhua mengabaikan ke-duanya lalu kembali melihat Liu Zixia yang masih tertidur dengan nyenyak.


"Apa maksudmu?" Ru Ansan tampak terkejut.


"Ibuku meninggal karena bersikeras menyusui kami, merawat kami sendiri dengan tangannya. Kami para bayi yang memiliki kekuatan setengah iblis bisa menyerap sari kehidupan dengan sendirinya tanpa banyak upaya termasuk dengan cara yang tidak diketahui orang lain." Lin Yuhua menjelaskan, mendengar itu Ru Ansan mengerti.


Dengan lambaian tangannya, seekor binatang yang baru melahirkan muncul di depan mereka. Ru Ansan membuat binatang itu tidak bisa bergerak, lalu membawa anak laki-laki Liu Zixia untuk mendapatkan minuman pertamanya.


Ru Ansan memeras binatang itu agar mengeluarkan apa yang dibutuhkan bayi Liu Zixia.


"Tidak perlu seperti itu, kau ingin lihat seperti apa kami para bayi setengah iblis menyerap sari kehidupan kan? Langsung memberinya makan dari binatang itu saja," ujar Lin Yuhua tanpa peduli.


"Hah ... mana ada seperti itu? Aku merasa itu bukan pilihan terbaik tampaknya, lebih baik aku memberi makan anakmu seperti ini saja," tolak Ru Ansan cepat.