Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#98


Teruntuk hati, dia akan tetap tersenyum meski disakiti.


Tetap diam meski dilukai, tapi dia tidak akan tega melihat kau menyakiti hati lain.


####


Liu Zhong hanya diam, dia sendiri tidak tahu mengenai racun. Hanya satu hal yang dia ketahui adalah lukanya tidak bisa berhenti berdarah. Biasanya setelah ia dilukai maka luka itu akan berhenti setelah sedikit lama, nanti akan ada pelayan yang membersihkan luka dan memberinya obat.


Akan tetapi pagi ini, adik tirinya laki-lakinya yang datang memberi luka. Pria muda itu datang bersama dua penjaga, ia melukai tubuh Liu Zhong marah karena Liu Zhong bisa masuk ke perguruan Lembah Cahaya.


"Racun? Apakah itu berbahaya?" tanya Liu Zhong ketakutan.


Liu Zhong meraba bagian tubuhnya yang terluka, saat jarinya menyentuh luka itu Liu Zhong meringis kesakitan. Darah segar kembali ke luar dari luka yang tersentuh tangannya, Liu Zixia menusuk bagian tertentu dari tubuh Liu Zhong menggunakan jarum yang ia keluarkan dari ruang miliknya.


Berkat jarum itu darah Liu Zhong berhenti mengalir ke luar, Liu Zixia mendorong Liu Zhong hingga terduduk. Setelah berhasil memaksa Liu Zhong duduk, Liu Zixia mengeluarkan satu set jarum lengkap.


Liu Zixia menusuk titik-titik penting di tubuh Liu Zhong, melukai bagian ujung jari Liu Zhong sebelah kanan, menuntun racun di dalam tubuh Liu Zhong ke luar.


Liu Zhong merasakan hawa dingin menyebar dari tubuh Liu Zixia, hawa itu membuat ruangan menjadi terasa aneh hingga bulu kuduk Liu Zhong berdiri.


"Kau tenang saja, Kak! Besok kita akan menonton sebuah drama bagus, hari ini biarkan mereka berpesta dalam kesenangan semu." Liu Zixia yang telah selesai mengobati Liu Zhong memberikan baju baru dari dalam ruangnya.


Liu Zhong memakai baju itu tanpa kecurigaan sama sekali, setelah semua selesai Liu Zixia mengajak Liu Zhong ke luar. Dengan bantuan Liu Zixia, mereka ke luar dengan selamat. Liu Zixia membawa Liu Zhong ke sebuah penginapan mewah, tujuannya adalah untuk melihat keributan keluarganya.


Setelah memesan kamar, Liu Zixia kembali ke luar, ia berjalan menuju kediaman ayahnya kembali. Tujuannya kali ini adalah menyerang anak bungsu ibu tirinya, Liu Zixia akan membuat mereka merasakan buah dari kejahatan mereka selama ini.


"Kalian sangat suka menggunakan racun bukan? Kali ini aku akan memberikan rasa tangan kalian sendiri, tapi aku tidak yakin apakah racun ini memiliki obatnya. Guru saja tidak bisa menyembuhkan dirinya dari racunku apalagi kalian yang bodoh," ejek Liu Zixia.


Liu Zixia terbang secara sembunyi-sembunyi mencari keberadaan adik bungsunya itu. Dia menemukan remaja itu di taman dengan pakaian berantakan, di bawahnya ada pelayan wanita yang seumuran dengannya sedang disiksa.


"Kau takut sekarang bukan? Salahkan dirimu menjadi miskin hingga dijual menjadi budak, jadilah orang kaya agar kau bisa bertindak sesuka hatimu. Kau tidak perlu memikirkan apapun dan bekerja. Yang perlu kau lakukan hanyalah menjual nama orangtuamu." Remaja nakal itu tampaknya menuruni sifat biadab ibunya.


Liu Zixia terkekeh geli, jarum kecil miliknya melayang ke arah remaja itu hingga menyebabkan remaja itu pingsan.