
Ru Ansan dengan sabar memberi makan anak-anak Liu Zixia meski mereka tampak tidak pernah kenyang. Sudah beberapa binatang dibawa Ru Ansan namun anak laki-laki Liu Zixia tampak belum puas, setelah mendapatkan makan pertama ia terus membuka mulut untuk meminta lebih.
Lin Yuhua yang melihat itu ingin sekali menertawakan Ru Ansan namun ia takut Ru Ansan akan mengadu pada Liu Zixia. Bayi perempuan Lin Yuhua tampak lebih tenang, mata merahnya memindai ruangan itu sebelum ia menutup mata seolah tertidur.
"Aku lelah!" Ru Ansan mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
Mendengar itu bayi laki-laki Lin Yuhua langsung menangis dengan keras, suara keributan yang ia ciptakan membuat Lin Yuhua mendelik marah.
"Hei bocah nakal, jika kau haus cari sendiri makananmu! Jangan sampai ibumu bangun akibat ulahmu itu," ancam Lin Yuhua kesal sembari menatap tajam pada bayi lucu manis itu.
Bayi itu tampak menggemaskan, dia masih menangis namun tidak segarang tadi. Hal itu membuat Ru Ansan tampak iba, Ru Ansan mengambil binatang lain menggunakan kekuatannya. Dengan sabar Ru Ansan memberi makan anak lucu itu, sedangkan bayi perempuan Liu Zixia masih tidur nyenyak mengikuti ibunya.
Ru Ansan gembira melihat tingkah menggemaskan itu, dia dengan sabar memberikan perawatan pada bayi Liu Zixia. Saat bayi itu kenyang matanya berubah kembali seperti biasa, warna merah menyala tadi menghilang dengan sendirinya.
Ru Ansan meletakkan bayi itu di samping Liu Zixia setelah agak lama matanya terpejam dengan sendirinya. Melihat itu kegembiraan seorang ibu dirasakan oleh Ru Ansan, dia dengan gembira berdiri di samping memperhatikan tingkah ke-duanya yang jauh berbeda.
"Kapan Zixia akan bangun?" tanya Lin Yuhua pada Ru Ansan.
Ru Ansan mengangkat bahu, dia tidak tahu kapan Zixia akan bangun. Itu tergantung dengan kemampuan penyembuhan Zixia sendiri. Zixia bangun di sore hari, meski masih pucat tapi dia terlihat lebih baik daripada tadi saat ia baru saja melahirkan.
Bayi Liu Zixia jauh berbeda, dia tampak seperti anak yang sudah berumur lima tahun tampak tenang dan tidak terganggu oleh sikap kembaran laki-lakinya yang manja. Bayi itu hanya bermain dengan tenang lalu diambil oleh Lin Yuhua.
"Kau sama seperti Ibumu ya, tenang damai dan tidak banyak maunya!" Lin Yuhua menyentuh wajah bayi perempuannya.
"Itu bayiku?" tanya Liu Zixia dengan suara serak.
Lin Yuhua yang mendengar suara Zixia langsung menoleh, dia tersenyum meletakkan bayi mereka lalu mengecup kening Liu Zixia penuh kasih sayang.
"Ya, itu bayi kita. Satu anak perempuan dan satu anak laki-laki, terima kasih banyak!" Lin Yuhua menggenggam tangan Zixia sembari meneteskan air mata.
Liu Zixia tertawa melihat itu, dia menghapus air mata yang jatuh di pipi Lin Yuhua. "Sama-sama, aku senang bisa melahirkan anak untukmu. Mana yang satu lagi?" Liu Zixia bertanya dengan rasa penasaran.
Sejak tadi dia hanya melihat satu anak saja, rasa penasaran akan kedua wajah anaknya membuat Liu Zixia ingin melihat langsung.
"Dia bersama Ru Ansan, sejak tadi dia terus mengerjai Ru Ansan. Anak itu baru lahir sudah sangat meresahkan apalagi ketika dewasa nanti. Sekarang saja dia sudah pandai mencuri hati wanita," tutur Lin Yuhua dengan helaan napas terdengar berat.
Mendengar itu Liu Zixia tertawa, Zixia merasa Lin Yuhua cemburu terhadap anaknya sendiri.