Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#32


Kapal merapat di sebuah dermaga. Ye Lian dan Yu Zixia yang pergi tanpa pengawalan dari prajurit istana dan hanya membawa beberapa prajurit bayangan turun mengikuti langkah kaki Yu Zixia yang nampak begitu antusias.


"Kau tidak apa-apa meninggalkan istana lama dan membiarkan ayahmu sendirian?" tanya Yu Zixia lembut pada Ye Lian.


Tidak menjawab ucapan Yu Zixia, Ye Lian malah memberikan senyuman terbaiknya sembari terus mengandeng tangan Yu Zixia penuh cinta.


"Jawablah! Apakah ayahmu tidak kecewa dengan keputusan yang kau ambil?" desak Yu Zixia sembari menarik tangan Ye Lian yang sedari tadi memegangnya erat seperti anak kecil yang dibawa ke tempat keramaian.


"Tidak akan, Ayah pernah mengatakan kalau laki-laki kerajaan kami jatuh cinta maka apapun yang dia miliki akan dia berikan tanpa memikirkan kehilangan dan kerugian sedikitpun." Ye Lian terus tersenyum.


"Kau nampak senang setelah mendapat jatah," ledek Yu Zixia dengan cemoohan di bibirnya.


"Tentu saja! Aku sudah lama menantikan ini terjadi dan setelah mendapatkannya aku serasa ingin dan ingin lagi," angguk Ye Lian tanpa malu yang sukses membuat Yu Zixia merona malu.


Perbedaan perlakuan yang dia terima dari dua orang pria ini membuat Yu Zixia merasa nyaman berada di sisi Ye Lian.


Ye Lian lembut dan selalu memperlakukannya dengan penuh cinta berbeda dengan Lin Yuhua yang memperlakukan dirinya sebagai mainan atau hanya pajangan yang digunakan untuk memuaskan nafsu dan dahaga.


Mereka mencari penginapan sementara sekaligus mengisi bahan makanan kapal sebelum kembali berlayar menjauh dari sini esok.


"Mau makan apa kita hari ini?" tanya Yu Zixia ketika mereka sampai di sebuah penginapan yang langsung menyediakan makanan bagi para tamu yang datang.


Di depan kamar mereka sudah ada pelayan yang menunggu pesanan apa yang akan diminta oleh Yu Zixia dan Ye Lian.


"Aku ingin memakan dirimu saja," jawab Ye Lian cepat. Dia mengerakkan lidahnya memutari bibir seolah sedang menikmati makanan yang lezat.


"Ish, jawablah yang serius!" kesal, Yu Zixia memukul bahu Ye Lian pelan tapi tidak menyakiti sedikitpun.


"Aku serius!" jawab Ye Lian lagi.


Melihat wajah masam Yu Zixia yang dengan cepat mengalihkan pandangannya Ye Lian buru-buru berpindah duduk.


"Makan iga bakar dan bebek panggang," jawabnya dengan terburu-buru.


"Nah, begitu kan bagus!" seloroh Yu Zixia senang sembari memesan makanan pada pelayan yang masih setia berdiri di depan kamar mereka.


Pelayan itu pergi setelah semua makanan yang diinginkan Yu Zixia dan Ye Lian dicatatnya.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Ye Lian sembari memeluk Yu Zixia erat dari belakang.


Setelah berhasil memesan makanan tadi Ye Lian langsung mengunci pintu dan berpindah posisi memeluk Yu Zixia dari belakang.


"Nanti malam beri aku jatah lagi ya kalau bisa aku ingin sampai pagi!" bujuk Ye Lian dengan senyuman menggoda.


Yu Zixia menggelengkan kepalanya tidak percaya sungguh, dia tidak mengerti kenapa laki-laki suka sekali dengan hal itu sama seperti Lin Yuhua yang seperti tidak pernah kenyang.


"Aku tidak mengerti, kenapa kalian laki-laki suka sekali dengan hal itu?" tanya Yu Zixia semakin penasaran.


"Karena rasanya enak dan menambah tenaga," jawab Ye Lian dengan seringaian yang membuat Yu Zixia bergidik.


Tok tok tok


Ketukan di pintu menganggu kemesraan Yu Zixia dan Ye Lian.