Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#92


Maafkan author yang lupa memberikan pengingat, wkwkwk panas dingin ya 🤣🤣🤣🤣. Untung yang puasa enggak batal puasanya, untuk part ini bacanya pas malam hari ya, pas udah buka 🤣🤣🤣 adegan ehem-ehemnya masih berlanjut.


Dosa tanggung berdua, eh sendiri maksudnya 🤭🤭🤭🤭.


###


Lin Yuhua ingin memakan habis Liu Zixia namun di tengah jalan ia berhenti ketika mengingat Liu Zixia memiliki calon anak mereka di dalam perutnya. Liu Zixia juga sudah terlihat lelah hingga membuat Lin Yuhua menyerah dan membiarkan Liu Zixia istirahat.


Liu Zixia bersandar di dada Lin Yuhua dengan tubuh masih belum mengenakan apapun. Keduanya masih mencoba mengatur nafas menghilangkan lelah yang merasuki tubuh akibat kegiatan intim mereka.


"Maafkan aku, Sayang! Aku ditipu oleh Ruan Zu menggunakan aroma parfum yang sering kau gunakan, dia menjebak diriku dengan kenangan masa lalu kita." Lin Yuhua memeluk erat tubuh Liu Zixia enggan untuk melepaskan.


Aroma tubuh Liu Zixia menenangkan Lin Yuhua membuat ia merasa damai kembali ke masa mereka bersama tanpa banyak bicara hanya menggunakan tindakan untuk menyatakan cinta. Liu Zixia memilih diam, satu tangan Liu Zixia memegang dada Lin Yuhua dengan kepala bersandar di jantungnya.


Detak jantung Lin Yuhua terdengar merdu di telinga Liu Zixia membuat ia merasa nyaman hingga matanya terpejam. Lin Yuhua mencium kepala Liu Zixia dengan penuh kasih sayang, cinta yang ia miliki begitu besar hingga tidak mampu untuk diubah sama sekali.


"Aku berjanji akan menjaga dirimu, bayi kita dan semua hubungan ini dengan baik. Aku akan menjadi suami pertama sekaligus kakak bagi mereka. Apa kau mau memaafkan diriku!" pinta Lin Yuhua lemah.


"Hem, kau harus bersikap baik dan menghilangkan semua kekejaman yang kau miliki dulu." Lin Yuhua dipaksa oleh Liu Zixia menerima nasib tragis.


"Apa kau masih punya tenaga?" tanya Lin Yuhua ambigu.


Satu tangannya bergerak acak menyentuh Liu Zixia di mana saja, bulu kuduk Liu Zixia berdiri akibat tindakan nakal Lin Yuhua. Liu Zixia merasa malu saat kedua tangan itu berhenti di area perbukitan subur miliknya yang tidak memiliki satu pohon pun sebagai perlindungan.


Tempat itu basah akibat kegiatan tadi membuat jari Lin Yuhua bebas di sana melakukan apa saja. Suara lemah Liu Zixia sebagai tanggapan dari kesenangan yang mereka lakukan membuat Lin Yuhua semakin bersemangat.


Lin Yuhua kembali menaiki tubuh Liu Zixia bergerak secara acak mencapai keinginan yang masih belum terpuaskan.


"Aku memiliki energi masa lalu," bisik Liu Zixia pada akhirnya saat melihat Lin Yuhua masih menahan diri takut menyakitinya.


Lin Yuhua yang mendapat persetujuan akhirnya bergerak dengan ritme teratur. Meksi ia merasa Liu Zixia kuat, Lin Yuhua masih tidak menggunakan semua keinginan yang ia miliki. Lin Yuhua menahan diri agar bayi di dalam rahim Liu Zixia baik-baik saja.


Di luar, Long Ze, Ling Zhi dan Ye Lian kebingungan mencari keberadaan Liu Zixia. Mereka mencari keberadaan Ru Ansan agar bisa menemukan Liu Zixia.


"Aku tidak tahu, dulu sebelum ia menguasai tempat ini aku memang bisa menemukan di mana ia berada. Sekarang ia memiliki kuas khusus hingga mematahkan kemampuan milikku untuk mendeteksi." Ru Ansan cemberut.


Ru Ansan memang tidak berbohong, ia merasakan aura Liu Zixia tetapi tidak dengan lokasi pasti dirinya.