Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#22


Ketika bunga jatuh dan layu


Tak ada cinta lagi untuknya


Tak ada lagi keindahan yang dulu membuat ia dipuja


Tak ada lagi rona yang bisa membuat ia bangga


Hari pernikahan yang ditunggu-tunggu oleh Lin Yuhua akhirnya datang, semua orang yang dirasanya menganggu sudah ia sekap dan sembunyikan sejauh mungkin.


Ye Lian juga tak luput dari kekejamannya, ia menyuruh anak buahnya memberi racun yang membuat Ye Lian tidak akan bangun sampai dua haru ke depan.


Gaun pengantin merah meriah melekat indah di tubuh Yu Zixia yang sedang dihiasi secantik mungkin. Setelah ia dirias dan didandani Yu Zixia dipakaikan tudung untuk menutupi wajahnya.


Tak lama iringan pengantin pria datang menjemputnya, membawanya ke atas tandu untuk di iring ke arah tempat pesta pernikahan dilaksanakan.


"Akhirnya semua proses terlaksanakan dengan sempurna," bisik Lin Yuhua di telinga Yu Zixia saat ia telah sampai di kamar pengantin.


Dia atas ranjang ada berbagai macam biji-bijian serta hal-hal untuk mendoakan pasangan pengantin baru.


Yu Zixia yang masih berada di bawah pengaruh mantra sedari tadi hanya duduk manis ditepi tempat tidur menunggu kedatangan Lin Yuhua.


"Apakah istriku sudah siap untuk mengulangi malam pertama kita?" tanyanya dengan bisikan lembut dan penuh rayuan.


Yu Zixia mengangguk dengan patuh, Lin Yuhua mengangkat tudung yang menutupi kepala Yu Zixia selepas tudung dibuka wajah cantik Yu Zixia langsung membuat senyum lebar makin terbit di bibir Lin Yuhua.


Segera Lin Yuhua menjatuhkan tirai tempat tidur dan merebahkan tubuh Yu Zixia dengan pelan.


"Sebut namaku nanti mengerti!" pesannya pada Yu Zixia yang diam menerima semua perlakuannya.


Lin Yuhua mengambil posisi siap tempur dan mencium Yu Zixia lagi dan lagi berulang-ulang kali.


"Kau siap?" tanya Lin Yuhua yang sudah berada di posisi siaga.


Yu Zixia mengangguk matanya menatap ke arah wajah tampan Lin Yuhua yang juga menatapnya dengan penuh pemujaan.


"Ini akan sedikit sakit, kau boleh mengigit diriku jika tak sanggup untuk menahannya." Lin Yuhua berbisik dengan hembusan nafas panasnya di telinga Yu Zixia.


Lagi, Yu Zixia hanya mengangguk mengikuti perkataan Lin Yuhua.


"Akkhhh ...." teriak Yu Zixia yang dengan cepat dibungkam oleh Lin Yuhua dengan ciuman.


Setelah itu entah mantra apa yang kembali dibacanya mata Yu Zixia bersinar terang sebelum ia kembali sadar dan bingung dengan rasa sakit yang diterimanya.


"Kau," terkejut, Yu Zixia melotot tajam pada Lin Yuhua yang sedang berada di atas tubuhnya tanpa pakaian sedikitpun.


"Ya, ada apa denganku?" tanya Lin Yuhua dengan seringaian kecil di bibirnya. Lin Yuhua mengerakkan tubuhnya ketika melihat raut kebingungan masih jelas di mata Yu Zixia.


"Apa yang kau lak--" Ucapan Yu Zixia terpotong akibat gerakan dan hentakan kuat yang dilakukan oleh Lin Yuhua padanya.


"Diamlah sayang, ini adalah malam pernikahan kita. Aku sengaja meninggalkan para tamu hanya untuk menemanimu di sini." Lin Yuhua mendesak dengan cepat sembari membenamkan wajahnya di leher Yu Zixia sembari mendesis tertahan.


"Pernikahan apa?" tanya Yu Zixia bingung, dia hanya mengingat kejadian yang terjadi di kamarnya. Selebihnya ia tak mengingat apapun lagi.


"Tentu saja pernikahan kita, sekarang kau kembali menjadi Permaisuri Yuhuan yang akan kembali dipuja dan dipuji oleh semua orang." Lin Yuhua berbisik sembari mempercepat gerakannya.