
Orang yang ditanyai Long Ze tidak berniat untuk menjawab, mata merahnya menyala penuh kebencian. Ia memandang Long Ze dengan ekspresi menghina memperlihatkan kebanggaan dirinya meski akan menghadapi kematian.
Long Ze yang sudah tahu tidak akan mendapatkan jawaban memanggil makhluk kontrak miliknya, makhluk kontrak Long Ze bukan makhluk bertarung tetapi makhluk yang bekerja untuk pengobatan. Makhluk berbentuk kucing tapi dengan ukuran besar itu memiliki permata merah delima di keningnya, ia melangkah mendekati murid Sekte Hitam meletakkan satu kakinya di kening murid itu lalu memejamkan mata.
"Ruan Zu berada di desa Rawajati, dia memiliki rumah di sana tetapi berada di paling ujung Dea hingga penduduk desa tidak mengetahui apa yang mereka lakukan di rumah itu. Pagar rumah itu juga sangat tinggi hingga tidak ada yang bisa mendekati rumah itu untuk mencari informasi." Makhluk itu mengangkat kakinya lalu menghilang di udara seolah dia tidak pernah ada sama sekali.
Ling Zhi dan Ye Lian yang tidak memiliki makhluk kontrak merasa sedikit iri dengan Long Ze. Meski tidak bertarung tetapi makhluk miliknya tampak pintar dalam mengendalikan pikiran orang lain.
"Ayo kembali ke kereta!" ajak Long Ze setelah menghabisi murid Sekte Hitam yang masih hidup.
Ye Lian melihat pada tahanan yang telah ditangkap Sekte Hitam, ia mengeluarkan sekantong uang dari dalam lengan bajunya melempar uang itu ke depan para tahanan sebelum pergi mengikuti langkah kaki Long Ze yang telah berjalan pergi duluan.
Para gadis muda yang ditinggalkan begitu saja kembali menangis histeris, satu-persatu dari mereka mencoba mengejar langkah Long Ze dan yang lainnya namun mereka tidak bisa menyamai mereka sama sekali. Meski Ling Zhi meninggalkan jejak bagi mereka untuk ke luar dari hutan dengan selamat mereka hanya menemukan bekas pertempuran saja di tempat kereta Liu Zixia tadi terparkir.
Mereka hanya bisa mengikuti arah jalan untuk bisa pergi ke desa terdekat agar bisa pulang ke kampung halaman masing-masing. Liu Zixia yang tadinya tertidur nyenyak terbangun oleh aroma darah yang begitu kuat, rasa mual bergejolak di dalam perut Liu Zixia menyebabkan dia merasa ingin muntah.
Saat ke luar dari kereta Liu Zixia masih bisa mencium aroma darah yang begitu kental hingga rasa mual yang ia rasakan meningkat. Liu Zixia berjalan menjauh dari kereta mencari jarak aman agar tidak mencium aroma darah lagi.
"Apa yang terjadi pada kalian? Kenapa bau darah begitu kental dari tubuh kalian?" tanya Liu Zixia dengan nada suara tidak senang.
Setelah memuntahkan begitu banyak cairan wajah Liu Zixia tampak pucat, kedua tangannya diletakkan di pinggang dengan mata melotot pada tiga suaminya yang duduk di luar kereta. Ketiganya ingin mendekati Liu Zixia tapi melihat tatapan tajam Liu Zixia ketiganya langsung menyerah dengan enggan.
"Sebenarnya kami ingin mengganti pakaian tapi kami takut membangunkan dirimu itu sebabnya kami memilih bertahan di luar kereta. Kami akan segera mengganti baju, kau berdiri saja di sana dengan tenang sebentar saja." Kompak ketiganya langsung masuk ke dalam kereta untuk mengambil pakaian bersih.
Melihat Ru Ansan yang duduk manis di dalam kereta sambil memakan buah, Long Ze melotot tajam. Mau tidak mau Liu Zixia terpaksa mengalah berjalan ke luar kereta.
Melihat Ru Ansan muncul dari dalam keretanya mata Liu Zixia bersinar, ia ingin berjalan mendekat namun masih takut dengan aroma darah. Sekuat tenaga Liu Zixia mencoba bersabar menunggu ketiganya membersihkan diri, ia terus melihat Ru Ansan dengan mata berbinar namun malah diabaikan oleh Ru Ansan yang sibuk memakan buah.