Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#178


Bai Ling yang mendengar suara desahan Ruan Zu hanya mampu tersenyum, hasrat Ruan Zu untuk selalu berada di puncak kekuasaan mengalahkan Liu Zixia memang sudah melewati batas kewajaran. Apa yang telah dilakukan Ruan Zu bahkan sudah tidak bisa ditolerir lagi tapi bagi Bai Ling apa yang Ruan Zu lakukan adalah hal yang wajar.


Bai Ling meraih Ruan Zu ke dalam dekapannya, menanamkan kecupan lembut di kening Ruan Zu. "Kita akan mencari cara agar kekuatanmu meningkat lebih tinggi yang terpenting saat ini adalah menjauh dari kejaran Lin Yuhua serta yang lainnya."


Mereka berdua berjalan ke luar tenda, pemandangan di depan mata mereka terlihat sangat memilukan. Wanita yang ditangkap hanya tersisa beberapa potong tubuh saja dan itu masih dilahap oleh para murid Sekte Iblis yang telah berubah menjadi setengah iblis.


Mereka menyantap daging itu dengan terburu-buru takut diambil oleh yang lain. Ada juga Du Zi yang belum sepenuhnya dimakan habis, bagian atas tubuhnya masih tersisa dengan mata terbuka lebar, jelas kalau dia tidak rela mati dalam keadaan seperti itu.


Ruan Zu hanya melihat kegiatan itu sekilas sebelum dengan cepat berjalan menuju tendanya untuk membersihkan diri.


Lin Yuhua melihat putrinya yang tidak mau masuk ke ruang milik Liu Zixia, sejak tadi dia terus menangis jika dijauhkan dari Ye Lian. Hal ini membuat Lin Yuhua merasakan kepalanya berdenyut, Long Ze dan Ling Zhi hanya mampu tertawa melihat tingkah putri kecil mereka.


Yizu sejak tadi terus menarik rambut Ye Lian, dia tampak tenang dengan kekacauan yang akan dia buat selama perjalanan mereka ke benua atas.


"Yizu tidak lapar, Sayang?" tanya Ye Lian penuh kelembutan.


Ye Lian membelai pipi gembul Yizu berusaha menarik perhatiannya. Yizu tampak tidak peduli, dia masih sibuk bermain dengan rambut Ye Lian.


Burung peliharaannya baru saja membawa kabar kalau kaum iblis sudah bergerak menuju benua atas. Lin Yuhua mengangguk, mereka dengan terburu-buru masuk ke dalam kereta meninggalkan tenda darurat yang dibuatnya kemarin.


Liu Zixia di dalam ruangan sudah mulai pulih, wajahnya tidak lagi pucat seperti dia melahirkan tadi. Sedangkan bayi laki-lakinya entah dibawa kemana oleh Ru Ansan, Liu Zixia memakan buah-buahan yang disiapkan Ru Ansan lalu memakan bubur yang ada di meja tepat sebelah tempat dia beristirahat.


Setelah selesai makan, Liu Zixia merasa kekuatannya sedikit lebih baik dari tadi. Rasa sakit ditubuh Liu Zixia juga terasa jauh berkurang sebab ia mengedarkan energi spiritual di tubuhnya ke seluruh tubuh.


Suara tawa Ru Ansan terdengar dari luar kamar, ia tampak bahagia dengan kehadiran anak Liu Zixia.


"Yiza benar-benar anak yang baik," puji Ru Ansan pada anak pertama Liu Zixia.


Seolah mengerti, Yiza tertawa dengan mata menyipit menyerupai mata Lin Yuhua. Yiza menggenggam tangan Ru Ansan bertindak seperti membujuk, hal ini membuat Ru Ansan semakin memuji Yiza karena telah berkelakuan baik.


"Anak pintar, sampai kau bisa mengolah energi kau akan terkurung di sini bersamaku." Ru Ansan mencubit pipi gembul Yiza terkadang akan menarik kulit wajah Yiza membuat Yiza menampilkan wajah unik.