
Melihat aula pertemuan yang hancur, rasa asam memenuhi relung hati He Yidu, ia melihat pada kepala Kasim yang langsung mengangguk tanda paham lalu berjalan menuju ke gudang tempat barang-barang berharga di simpan. Rumah He Yidu memiliki dua gudang, satu gudang untuk bahan makanan satu lagi gudang berisi kaligrafi, emas, serta barang-barang berharga yang dikirim oleh istana maupun hadiah lain dengan nilai yang tidak terhingga.
"Katakan pada kepala Kasim untuk memberikan kunci satunya lagi pada Zixia nanti, aku ingin dia memegang kendali penuh atas kediaman ini." He Yidu memberi pesan pada tangan kanannya lalu ia berjalan pergi menuju arah yang sama dengan Liu Zixia.
Ye Lian saat ini tengah menimang Yizu, bayi kecil Liu Zixia ini tampak begitu manja. Dia tidak mau dipisahkan dari He Yidu sedikitpun, bahkan dia akan menangis ketika diletakkan oleh Ye Lian di tempat tidur khusus bayi miliknya. Lin Yuhua yang diperlakukan bak ayah tiri hanya mampu menghela napas menghadapi sikap putrinya
"Ikat saja dia ke pinggangmu! Kalau kau ke tempat pembuangan bawa juga dia," ejek Lin Yuhua dengan nada masam yang begitu kentara ketika Yizu tidak mau digendong olehnya.
Ling Zhi dan Long Ze hanya mampu tertawa, mereka juga ingin menggendong Yizu tapi bayi kecil itu akan menangis saat tangan mereka bergerak ke arahnya. Suasana terasa aneh saya He Yidu sampai didekat Liu Zixia.
o0o
Liu Zhong membawa orang-orang perguruan Lembah Cahaya menuju kekaisaran Yuhuan, mereka pergi dalam keadaan terburu-buru setelah menerima surat dari Lin Yuhua tentang penyerangan kaum iblis terhadap kaum manusia. Semua anggota perguruan Lembah Cahaya dipindahkan menyisakan kekosongan di Lembah Cahaya, sebelum pergi dari Lembah Cahaya Mu Huang sempat memberi mantra perguruan itu agar tidak mengalami rusak parah nantinya.
"Guru! Sebentar lagi kita akan sampai di Kekaisaran Yuhuan, Lin Yuhua telah memberikan kita tempat di gunung tepat di belakang istana Kekaisaran Yuhuan." Liu Zhong memberi hormat pada Mu Huang saat mereka telah sampai di gerbang Kekaisaran Yuhuan.
Pintu gerbang dibuka dari dalam, keramaian terlihat jelas di dalam sana. Tampak hidup dari biasanya karena orang-orang dari berbagai wilayah ikut pindah ke Yuhuan, mereka melihat kedatangan murid Lembah Cahaya dengan ekspresi bingung sebab sudah lama gerbang tidak dibuka lagi.
"Kenapa mereka bisa masuk ke sini? Bukankah Kaisar sudah melarang penjaga gerbang untuk membukakan gerbang?" Beberapa orang berbisik satu sama lain saat melihat kedatangan murid-murid Lembah Cahaya yang berbondong-bondong.
Pakaian putih yang mereka kenakan terlihat begitu mencolok sehingga menarik perhatian mereka yang ikut mengungsi ke Yuhuan. Liu Zhong yang berjalan di depan mendengus mendengar bisikan itu, saat dia akan terbang membawa murid Lembah Cahaya menuju gunung Lin Yunzia datang menyambut dirinya.
"Selamat datang di Yuhuan! Maaf membuat kalian berjalan sendirian," ujar Lin Yunzia membungkuk.
Ia menyapa Liu Zhong lalu membungkuk pada Mu Huang yang dibalas oleh Mu Huang dengan wajah datar. Mu Huang tahu orang yang membuka identitas Liu Zixia pada Lin Yuhua adalah Lin Yunzia.
"Jangan marah-marah terus pria tua! Sekarang kau sudah memiliki cucu, apa kau tidak ingin bertemu mereka suatu hari nanti. Zixia melahirkan anak kembar, satu perempuan dan satu lagi laki-laki, saat ini mereka berada di Benua Atas." Lin Yunzia tersenyum menggoda sembari membocorkan informasi soal kelahiran kedua kembar itu.
Benar saja, wajah Mu Huang langsung berubah saat mendengar kabar terbaru tentang Liu Zixia. Matanya langsung menunjukkan keingintahuan, membuat Lin Yunzia terkekeh senang.