Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#34


"Ayo pergi melihat-lihat," ajak Ye Lian dengan cepat.


Ye Lian tidak suka dengan cara pria di depannya menatap dan bertanya pada Yu Zixia.


"Ayo!" angguk Yu Zixia yang langsung mengikuti langkah kaki Ye Lian menyusuri jalanan di depannya.


Tidak menyerah, si pria terus mengikuti kemanapun Yu Zixia dan Ye Lian pergi. Hal itu sukses membuat Ye Lian merasa kesal dna terganggu.


Ye Lian masih ingin bersama istrinya dan memainkan peranannya sebagai suami yang baik agar bisa selalu dicintai sang istri.


Namun lalat pengganggu ini terus mengikuti mereka kemanapun Ye Lian dan Yu Zixia pergi.


"Kau mau apa mengikuti kami terus?" tanya Yu Zixia sembari berbalik ke belakang.


Dia melipat tangannya dan menatap jengah ke arah pria yang sedari tadi berjalan di belakangnya seperti seorang anak yang mengikuti orangtuanya.


"Hanya ingin mengikuti kalian dan menunggu jawaban dari pertanyaan yang aku katakan tadi." Pria itu menjawab dengan santai dan sukses membuat Ye Lian merasa kesal dan marah.


"Aku dari kerajaan yang jauh. Kami datang ke sini hanya untuk melihat-lihat dan suamiku tidak suka kau mengikuti langkah kami!" Yu Zixia mengatakan apa yang tidak bisa disampaikan oleh Ye Lian.


Mendengar ucapan Yu Zixia yang terkesan membelanya Ye Lian menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.


"Aku tahu dia suamimu tapi aku tetap ingin mengikutimu!" selorohnya bersikap tidak peduli.


Pria itu bahkan tidak peduli dengan senyuman dan cibiran yang diberikan oleh Ye Lian padanya.


Yu Zixia yang tidak mau banyak bicara lagi menarik tangan Ye Lian kali ini untuk melangkah mengikutinya.


Ia merasa menang karena Yu Zixia mengerti apa yang dirasakannya. Ye Lian merasa senang mendapatkan istri yang begitu cantik dan juga sangat pengertian.


"Kalian ingin menemui orang itu?" Pria yang sedari tadi terus mengekor itu pun bertanya sembari mencoba menghadang langkah kaki Yu Zixia dan Ye Lian.


"Ya tentu saja. Tujuan kami ke sini memang untuk menemuinya dan mengajaknya pergi bersama kami," jawab Ye Lian sembari memegang Yu Zixia erat.


Ye Lian tidak ingin masa-masa indahnya bersama Yu Zixia terganggu oleh pria ini. Dia belum sanggup untuk melihat Yu Zixia menikah lagi sekarang.


"Aku akan mencarikan kau orang lain bagaimana? Aku akan menemukan orang yang lebih hebat dari pria itu dan juga lebih berpengalaman." Pria itu nampak tidak suka saat mendengar Yu Zixia ingin belajar dari guru itu.


"Tidak perlu! Kami hanya ingin bertemu dengan guru itu, terima kasih atas tawaran yang kau berikan tapi kami permisi dulu!" Ye Lian membungkuk dan mengajak Yu Zixia pergi sesuai arahan yang diberikan oleh pria berpakaian hitam sebelum mereka pergi dari kerajaan Yuhuan.


"Kau akan menyesal menolak tawaranku!" Tidak terima pria itu ingin menghentikan langkah kaki Yu Zixia dan Ye Lian.


"Aku lebih menyesal lagi jika menerima tawaranmu!" tukas Ye Lian.


Yu Zixia memerhatikan tingkah Ye Lian yang terkesan lucu dan menggemaskan. Sekuat tenaga Yu Zixia menahan tawa agar tidak membuat malu Ye Lian.


Mereka telah melangkah jauh dari pria tadi dan tiba-tiba saja Ye Lian menghentikan langkahnya.


"Istriku jika kau ingin tertawa maka sebaiknya tertawalah jangan menahan-nahannya seperti itu, kau sungguh tidak cocok!" Ye Lian memutar matanya malas melihat senyuman di bibir Yu Zixia.


"Tidak aku tidak!" geleng Yu Zixia dengan cepat berusaha menolak apa yang dikatakan oleh Ye Lian.