
Lin Yuhua yang mendengar ucapan Lin Yunzia merasa sangat marah dan kesal sekaligus.
Dia tahu hukum itu dan dia masih membiarkan Liu Zixia menjalani kehidupan seperti itu.
Semua memang salahnya dan juga karena keegoisannya. Sekarang dia Sekarang dia harus mau menahan konsekuensi kesalahannya sendiri.
"Aku akan merebut seluruh cinta Liu Zixia, tidak peduli berapa banyak selir dan penghangat ranjangnya hanya aku yang akan dia cintai. Biar bagaimanapun aku adalah seorang Kaisar dengan jabatan tinggi dan lebih hebat." Lin Yuhua menepuk dadanya bangga.
Membuat Lin Yunzia memutar matanya malas. "Bagaimana jika kekasih hatimu mencari keberadaan pujaan hatinya?" ejek Lin Yunzia dengan senyuman saat mengatakan tentang Ruan Zu di depan Lin Yuhua.
"Dia tidak akan datang ke istana untuk sementara waktu karena dia sudah berada di tempat yang jauh. Dan aku juga sudah mengatakan padanya tidak akan menemui dirinya dalam waktu dekat ini." Lin Yuhua bertingkah seolah tidak peduli dengan ejekan Lin Yunzia.
"Kau yakin ka masih bisa dianggap penting olehnya, kembaran?" tanya Lin Yunzia sinis pada Lin Yuhua.
"Dua kali, kau sudah menyakitinya dua kali. Apa kau pikir dia masih bisa percaya padamu? Apa kau pikir dia akan memberikan dirimu kesempatan lagi?" tanya Lin Yunzia sembari berdiri ke arah jendela yang sedikit terbuka.
Dari sana bisa dilihat dengan jelas taman dan kolam ikan yang diinginkan Liu Zixia dulu. Taman itu nampak asri dengan pemandangan indah yang menyegarkan mata.
Sayang, ikan lama yang menjadi penghuni di dalamnya sudah dibunuh oleh Liu Zixia.
"Apa kau pikir rasa sakit yang ia rasakan bisa hilang begitu saja dengan kedatanganmu dan kata maaf yang kau ucapkan? Jangan bermimpi! Bangunlah secepatnya dan jangan berharap terlalu banyak." Lin Yunzia mengatakan apa yang ada dipikirannya tanpa memikirkan perasaan Lin Yuhua.
Sebelah tangannya mengepal menahan kemarahan yang sebentar lagi meletus di otaknya.
"Entahlah, mungkin sebelum kehidupan ini dia pernah berbuat baik padaku sehingga menyebabkan aku menjadi luluh dan ingin berbuat baik padanya." Lin Yunzia mengangkat bahu tidak peduli.
"Pergilah! Aku takut jika kau terlambat dia akan menambah suami baru lagi," ejek Lin Yunzia dengan wajah tidak peduli.
Lin Yuhua segera menghilang dari depan Lin Yunzia seperti angin yang berhembus. Dia menghilang begitu saja ketika mendengar ucapan Lin Yunzia.
Hari pernikahan yang ditentukan oleh Ye Lian untuk Liu Zixia dan Ling Zhi telah datang. Suasana meriah di kediaman mereka dan juga ramainya tamu yang datang dengan hiasan merah sudah menjadi pertanda bahwa ada acara bahagia di sana.
Ye Lian menyambut para tamu dengan senyuman lebar sembari menyuguhkan makanan dan minuman terbaik milik kediaman
Ketika tamu undangan sedang berbicara, tiba-tiba saja Ye Lian terbatuk-batuk dengan keras. Wajah tampannya langsung memucat serta ada darah segar ke luar dari bibirnya.
"Aku akan ke belakang dulu," pamit Ye Lian saat para tamu mulai memperhatikannya. Padahal sebentar lagi pengantin lelaki akan segera muncul dan prosesi pernikahan akan segera dimulai.
"Nyonya, Tuan terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah terus-menerus dari mulutnya. Sekarang dia begitu pucat dan butuh pertolongan secepat mungkin," teriak seorang pelayan ketika memasuki ruangan tempat Liu Zixia sedang duduk dan menanti.
"Apa yang kau katakan?" tanya Liu Zixia cemas.